
Pangeran ke-empat dan juga Lee Ran, melewati jalan setapak, di tengah hutan bambu, dengan naik kuda.. ketiganya mengikuti pangeran ke-empat dengan hati hati, melompat ringan di atas bambu bambu yg tumbuh, dengan rindang..
setelah cukup jauh meninggalkan istana, pangeran ke-empat dan Lee Ran, sampai di pintu Goa, keduanya turun dari kuda, lalu meninggalkan kuda mereka di luar, masuk ke dalam Goa..
ke tiganya pun dengan hati-hati ikut masuk ke dalam, bersembunyi di balik batu yg cukup besar, ruangan di dalam sangat besar..
mereka terus berwas-was sambil memperhatikan pangeran ke-empat dan Lee Ran, yg berdiri, namun di hadapan mereka tiba-tiba muncul segel yg berwarna merah, dari balik segel tersebut muncullah, seorang lelaki dengan mata merah menyala bagai api, terlihat bahwa pria tersebut tidak senang dengan keberadaan ke-dua orang tersebut..
"jangan biarkan dia lolos." ucap pangeran Xi fanng
"baiklah"jawab Lee Ran
"Kalian masih suka menggangguku" teriak lelaki itu, dengan tubuh yg di penuhi oleh aurah iblisnya, lelaki itu tiba-tiba berubah menjadi ular raksasa yang sangat besar, segel di sekitarnya pun menghilang, ketiganya yg masih bersembunyi terkejut menyaksikan hal itu..
"nona apa yang harus kita lakukan"... tanya Chen long
"biarkan saja, aku tidak sabar melihat suami yang tidak setia itu mati, di telan ular raksasa itu" bisiknya sambil tersenyum
ular raksasa itu menyerang Pangeran ke-empat, dan pengawal pribadi pangeran ke-empat, dengan ganasnya, hingga terjadilah perkelahian yg hebat, di dalam goa tersebut, Ular raksasa itupun mengalami banyak luka di tubuhnya, namun keberaniannya tetap maju untuk melawan serangan, bahkan membalas serangan lawannya, begitupun dengan ke duanya, mereka mengalami luka di tubuhnya, akibat dari serangan ular raksasa, namun ia tetap menyerang dengan penuh keberanian, Lee Ran yg sudah terpelanting jauh ke dinding goa, pun sdah terbaring dengan tidak berdaya.
pangeran ke-empat yg melihat hal itu, semakin marah, dan melancarkan serangannya, ke arah ular raksasa itu, seketika ular tersebut ambruk ke tanah, hingga memunculkan getaran hebat di dalam ruangan Goa itu, namun tidak membuat, Goa itu, robohh.
setelah beberapa saat ular raksasa itu ambruk ke tanah, namun tiba-tiba saja terjadi hal yg tidak di duga, ular raksasa itu tiba-tiba menghilang, sementara itu pangeran ke-empat masih berdiri dengan penuh hati-hati..
ular raksasa itu tiba-tiba muncul dari bawah tanah tepat pda tempat pangeran ke-empat berdiri, hingga kemudian ular raksasa itu melilit tubuh pangeran ke-empat, sampai tak terlihat..
"nona cepat lakukan sesuatu sebelum pangeran ke-empat, dalam bahaya".. ucap Xie Ling dan cemas
sementara itu Chen long dan Xieling, nampak khawatir, ia ingin menolong pangeran ke-empat, namun ia Takut dengan putri Xi xi, lagipula ia tidak akan sanggup menghadapi kekuatan ular raksasa itu...
__ADS_1
"yah sudah aku akan menolongnya"" ucap Putri Xi xi, setelah beberapa saat ia mempertimbangkan, apa yang di katakan Xieling.
putri Xixi segera melompat dari tempat persembunyiannya, sambut melemparkan 3 buah jarum, ke arah ular raksasa tersebut, hingga akhirnya tepat mengenai Mata ular raksasa itu, ular raksasa yg merasa tidak dapat melihat apa-2, dengan cepat melepaskan lilitannya, hingga akhirnya pangeran ke-empat jatuh terpelanting ke bawah permukaan tanah...
"cepat bawah pengeraan dan pengawalnya keluar dari goa ini, sebelum Goa ini, hancur"..
teriaknya kepada xieling dan Chen long..
keduanya pun segera memapah tubuh pangeran ke-empat, dan Lee Ran keluar dari goa itu..
sementara itu ular raksasa yang telah berubah menjadi manusia seperti semula, meski telah banyak luka parah di tubuhnya, namun ia masih ingin menyerang putri Xi xi, putri Xi xi kembali menatap manusia tersebut, hingga bola matanya berubah menjadi biru, hingga tubuh manusia tersebut di penuhi oleh cahaya biru, manusia tersebut kembali ingin bergerak menyerang putri Xi xi, namun tubuhnya, tidak bisa bergerak sama sekali, hingga Api tiba-tiba membakar tubuh manusia itu, lalu dalam sekejap tubuhnya, menjadi sebuah, debuh..
setelah kejadian itu Goa tersebut terus mengalami getaran yg sangat hebat, putri Xi xi dengan cepat segera keluar, sebelum Goa tersebut Runtuh, sejajar dengan tanah.
di luar, mereka masih menunggu kedatangan putri Xi xi, sementara itu Lee Ran yg dalam keadaan pingsan, yg masih di papah oleh Xie ling, sedangkan pangeran masih dalam keadaan sadar, meski mengalami banyak luka.
"tidak di sangka seorang wanita suka berkeliaran di malam hari" ucap pangeran ke-empat, dengan suara lemahnya
"Daripada seperti ini lebih baik kita cepat membawa pulang pangeran ke-empat" tutur Chen long, dengan cemas
"baiklah tapi jangan sampai pihak kerajaan tahu, bahwa aku terluka" pinta pangeran ke-empat
"baiklah, cepat bawah mereka, Lewat jalan kita tadi".. perintah putri Xi xi kepada kedua, ia pun segera berlalu melompat ke atas bambu dan menghilang di atas rimbun nya pepohonan bambu, malam tersebut, dan di ikuti oleh Xie ling dan Chen long yg membaw pangeran ke-empat dan Lee Ran, dengan hati-hati.
"wanita itu, lebih hebat dari dugaanku, wajar saja jika ke dua orang pengikutnya bukanlah orang biasa juga" batin pangeran ke-empat..
sepanjang perjalanan ia terus menerus, mengagumi sosok putri Xi xi..
hingga tidak sadar mereka telah sampai ke dalam sebuah ruangan kamar, yang tadinya ruangan itu akan di gunakan untuk ke dua pengantin baru, namun berujung dengan hal yang tidak seharusnya terjadi, bagi sepasang suami istri, seperti yg terjadi kepada kebanyakan orang, namun tidak dengan putri xixi, dan Xi fanng..
__ADS_1
namun karena ranjang di dalam ruangan tersebut, hanya satu, Lee Ran di baringkan di kursi kayu yg cukup panjang, dalam kondisi yang masih tidak sadarkan, sedangkan Lee Ran di baringkan di atas ranjang putih yg bertaburan dengan mawar merah, kini ranjang yang tadinya putih berubah menjadi merah, oleh karena darah luka pangeran ke-empat..
"Xie ling, cepat Ambil air dan kain untuk membersihkan luka mereka, biar Chen long yg mengurus pengawal Lee Ran"
Xie Ling segera melaksanakan tugas yang diberikan oleh putri Xi xi, sementara itu Chen long segera memasukkan sebutir obat yg berukuran kecil ke dalam mulut Pengawal Lee Ran, sementara itu Xieling kembali dengan membawa 2 baskom kecil berisikan air dan kain..
Xie ling lalu memberikan 1 Boskom kecil untuk putri Xi xi, dan satu untuk Chen long, untuk membersihkan Luka Lee Ran..
putri Xixi segera mengambil sebuah kain tersebut, dari dalam baskom kecil tersebut, lalu segera merobek lengan baju pangeran ke-empat, yg terluka, dan membersihkannya, dengan Teliti, sementara itu pangeran ke-empat terus memerhatikan wajah indah putri Xi xi, sejak tadi, sambil tersenyum.
"aku sudah membersihkan lukanya, tapi aku akan memberikan sedikit obat supaya tubuhmu cepat pulih" ucap putri Xi xi, sambil membuka mulut pangeran ke-empat lalu melemparkan sesuatu ke dalamnya, setelah itu dengan cepat putri Xi xi mengambil teko air, di dekat meja lalu menuangkannya ke dalam mulut pangeran ke-empat yg masih terbuka lebar akibat tangan putri Xi xi yg masih memaksanya untuk membuka mulut...
pangeran ke-empat pun batuk batuk akibat ulah konyol putri Xi xi, dengan cepat ia bangkit, dari pembaringannya..
"apa begini caramu merawat orang sakit, bukannya menyembuhkan tetapi, mau membunuhku".. ucapnya dengan kesal
"lebih baik kamu istirahat di sni, besok pagi keadaanmu akan pulih, aku memangg ingin mbunuhmu, tapi aku juga masih punya otak, bagaimana, jika orang orang berkata, ia membunuh suaminya di malam pertama" balasnya sambil mendorong tubuh pangeran ke-empat yg terus melototinya, agar berbaring kembali...
"apakah sudah sadar" sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat Lee Ran berbaring
"ia nona pengawal Lee Ran sudah sadar, meskipun tubuhnya masih lemah" jawab Chen long
"cepat berikan obat untuk mulihkan tubuhnya" ucap putri Xi xi
"baiklah" sambil memasukkan sebuah cairan ke dalam mulut Pengawal Lee Ran, cairan itu berasal dari botol kecil..
sementara itu putri Xi xi dengan percaya diri kembali mendekati tempat pangeran ke-empat berbaring, lalu naik ke atas ranjang, dan ikut membaringkan tubuhnya, di dekat pangeran ke-empat...
"apa yg kamu lakukan, cepat turun dari atas ranjang ini".. sambil menatap punggung putri Xi xi yg membelakanginya
__ADS_1
"cepat diam jangan berisik, lagian tubuh lemah kamu yg seperti ini, tidak akan mampu berbuat apa-apa" ucapnya sambil membalut seluruh tubuhnya dengan selimut tebal..
"perempuan ini, benar benar berbuatku naik darah, cara tidurnya saja benar-benar burukk, benar -benar perempuan yang aneh." batinnya sambil memejamkan kedua matanya, berharap malam ini cepat berlalu, sungguh malam ini adalah malam pertama yg benar-benar langkah, begitulah pangeran ke-empat, pikirannya terus menerus berputar sampai ia benar-benar terlelap..