
di pagi yang cerah, setelah semalaman hujan deras mengguyur wilayah kerajaan naga..
tampaklah seorang wanita cantik memakai hanfu putih selaras dengan kulit putih susunya, mendekati kediamannya, setelah semalaman ia meninggalkan kediaman Tersebut dan menginap di paviliun sakura tempat pangeran pertama....
di paviliun emas pangeran ke empat, nampak sibuk mengerjakan dan memeriksa tugas-tugas istana, namun pemikirannya tidak pernah tenang dari semalam..
mata elangnya sesekali menatap tajam ke arah pintu ruang kerjanya, terlihat ia sedang menunggu seseorang dari tadi. tidak beberapa lama kemudian muncullah seseorang yang di tunggunya dari balik pintu lalu segera memberi hormat kepada atasannya...
"katakanlah dengan cepat apa saja yang kmu dapat dari permaisuri" ucapnya dengan tidak sabar
"permaisuri menginap di paviliun sakura semalam" blas Lee RAN dengan tegas
"apa mereka melakukan hal yang di luar batasannya, katakanlah yg penting saja, jangan banyak bicara"... tanya pangeran keempat namun pandangannya terus tertuju kepada kertas yang sementara di tulisnya menggunakan tinta...
"mereka tidak melakukan hal lain"...
blas Lee RAN
"apa kah kamu tidak bisa memberikan informasi yang jelas, apa gunanya aku menyuruhmu mengawasi mereka, mengapa hanya melaporkan hal singkat dan tidak jelas ini" ujar pangeran keempat dengan wajah datarnya, sambil meletakkan tinta yg di gunakan untuk menulis di atas kertas ke tempat semula..
"maaf tuan maksudku, mereka tidur terpisah, dan lagi, tadi malam putri Xixi ingin pulang ke kediaman miliknya namun terhalang oleh hujan" blasnya dengan takut takut, pasalnya ia tadi sudah menjawab pertanyaan, atas perintah yg di minta oleh tuannya sendiri, yaitu penting dan tidak banyak bicara, namun Lee RAN hanya patuh saja ia tidak ingin protes dan berdebat dengan tuannya, apalagi mengetahui keadaan tuannya dalam kondisi suasana hatinya sedang tidak baik2 saja, beberapa tahun bersama membuat Lee RAN sangat mengerti dengan suasana hati tuannya yg sering berubah-ubah dalam berbagai hal, untuk saat ini ia tidak ingin mengambil resiko ia masih menyayangi nyawanya...
sementara itu di paviliun tempat selir Jing zhao tampak mondar mandir memikirkan siasat apa yang akan ia gunakan untuk menyingkirkan permaisuri pangeran ke empat...
__ADS_1
bagaimana pun ia merasa sebagai orang yang di cintai pangeran ke empat, permaisuri harusnya menjadi gelarnya..
"pelayan RAN RAN cepat datang ke sisiku". mendengar selir Jing Zhou memanggilnya dengan cepat ia berdiri mendekat menerima perintah dari tuannya...
"ada apa putri Jing Zhou?"tanya wanita paru baya itu, beliau adalah pelayan serta pengasuh selir Jing Zhou dari kecil yg di bawa bersamanya dari kediaman jendral wang ikut ke kerajaan naga...
"aku mau besok kamu membakar paviliun ini, namun jangan sampai meninggalkan jejak" perintah Jing Zhou
"ada apa nona??, mengapa harus di lakukan seperti itu "" tanya pelayan RAN RAN dengan heran..
"tentu saja jika kita memusnahkan plaviliun jelek ini, pangeran ke empat pasti akan membiarkan kita tinggal di plaviliun emas miliknya, sehingga itu mempermudah kedekatan aku dengan pangeran, dan memiliki keturunan, sehingga bisa mengambil alir gelar permaisuri"... balasnya dengan wajah berbinar...
"baik putri Jing zhao akan saya lakukan dengan senang hati, namun bagaiman jika saja pangeran curiga" ucapnya dengan bimbang
"tidak akan terjadi, karena itu aku akan berpura-pura terjebak di dalam kebakaran ini agar pangeran datang menolongku" ucapnya dengan percaya diri...
saat pangeran ke empat sudah berhasil membawa selir Jing Zhou keluar dari dalam api yg telah menjebaknya..
dengn lantang pangeran ke empat berteriak kepada sejumlah pengawal istana yg sedang menyirami api tersebut..
"cepat padamkan apinya sebelum api merambat ke bangunan yang lain"...perintahnya dengan lantang
kemudian ia lalu memandang ke arah selirnya yg terlihat ketakutan, lalu segera mendekap selir tersebut mencoba untuk menenangkan, ketakutan selir Jing Zhou yg di buat -buatnya, namun pangeran ke empat tidak mengetahui hal yg di lakukan wanita yg berada dalam dekapannya saat ini..
__ADS_1
"tenanglah jangan takut ada aku, malam ini tidurlah di kamarku" blasnya dengan lembut mencoba menghibur wanita ular tersebutt..
sementara itu selir Jing Zhou nampak senang , harapan yang telah di nantikan Sangat berhasil, kini rancangannya ingin berada bersama dengan pangeran ke empat di plaviliun emas, berhasil dengan sempurna..
namun ketika selir Jing zhao tiba di plaviliun emas, lama ia menunggu pangeran ke empat, kingga selir Jing Zhou akhirnya memutuskan untuk berbaring menunggu kedatangan pangeran Xi fangg, di malam itu, yg tak kunjung muncul sampai ia memasuki alam mimpinya....
🙄🙄🙄🙄
di ruangan kerja istana tampak pangeran ke empat dengan hati yang cemas memikirkan permaisurinya, yg baru satu hari ia tidak bertatap muka dengannya, lelaki tampan tersebut mengira bahwa permaisurinya tersebut akan mencarinya dan menanyakan keadaannya, namun rupanya wanita yang di pikirkan dan di harapkan akan menanyakan tentang dirinya, tampak acuh saja, bahkan sudah berapa kali dalam sehari pangeran ke-empat menanyakannya ke pada Lee RAN apakah seharian ini permaisuri menanyakan tentang dirinya, tentang apa yang di lakukannya, namun bawahannya mengatakan hal yg tidak menyenangkan baginya untuk di dengarkan, bawahannya juga mengatakan bahwa permaisurinya tampak tak ingin ambil pusing dengan apa yg ia lakukan, dan seharian ini permaisurinya tampak bermalas malasan dan hanya rebahan di kasur empuk miliknya, memikirkan bahwa permaisurinya, mengacuhkannya bahkan menganggapnya tidak penting membuat dirinya menjadi murka..
"Lee RAN menurutmu apa yang harus aku lakukan terhadap permaisuri Xi Xi" tanya pangeran Xi fang dengan tiba-tiba
"kalau begitu datang saja ke plaviliun miliknya" ujar Lee RAN
namun pangeran ke empat melotot tajam ke arah Lee RAN tanda tak suka dengan jawaban yang diterimanya
"apa kamu ini menganggap ku rendahan, sehingga kamu menyuruhku lebih dulu datang ke sisinya" ujarnya dengan tatapan elangnya
"tidak Yang mulia, maksudku jika ingin menemuinya, mungkin yg mulia bisa mencari alasan" balas Lee RAN dengan Was-was jika saja ada kalimat yang salah...
"baiklah aku akan ke sana memastikan beberapa hal, apakah ia yg sudah menyebabkan kebakaran di plaviliun milik selir Jing Zhou " ucapnya dengan penuh antusias
pangeran ke empat yg sudah ada di dekat ranjang besar milik putri Xixi kemudian menatap lekat wajah sang wanita itu wajah yang tengah tertidur nampak teduhh...
__ADS_1
"bahkan di saat genting seperti ini, kamu masih enak -enakan tidur, di saat terjadi kebakaran di istana" batinnya
lalu kemudian ikut merebahkan tubuhnya di dekat putri Xixi, menarik selimut yg di gunakannya , lalu ikut masuk ke dalam selimut yang menutupi tubuh putri Xixi, memejamkan mata dan menyambut alam mimpi, hingga malam setelah kebakaran tersebut ia berakhir tidur di kamar sang permaisurinya, melupakan bahwa selir Jing Zhou sedang menunggunya ..