Pembalasan Ratu Hutan

Pembalasan Ratu Hutan
14, Pernikahan


__ADS_3

Sementara itu Jendral Wang mengetahui bahwa, pangeran ke-empat dalam kondisi yang tidak baik, segera berkunjung ke kerajaan Naga, melihat kondisi pangeran ke-empat. selama ini jendral Wang beserta istrinya mendukung kedekatan pangeran ke-empat dengan Putrinya Jing Zhou..


sementara itu kedatangannya di sambut baik oleh kerajaan Naga, ia pun berbincang bincang dengan sang raja, dengan maksud memberi, waktu putrinya menemui pangeran ke-empat, sementara itu Jing Zhou, berada di pinggir ranjang pangeran ke-empat, dengan air mata yg membasahi pipinya..


"mengapa pangeran ke-empat bisa seperti ini".? dengan sikap manjanya..


"Jangan khawatir, ini akan sembuh dalam waktu dekat".. ucap sang pangeran ke-empat, sambil meraih wajah Jing Zhou dengan sebelah tangannya, untuk menghapus air mata Jing Zhou


"tapi apa pangeran sudah tidak mencintaiku"?


tanyanya dengan manja, sambil memegang tangan pangeran ke-empat, yg masih asyik melekat di wajahnya..


"aku tetap mencintaimu"ucapnya dengan ragu


"lalu mengapa pangeran ingin menikahi wanita itu".. dengan perasaan sedih


"bagaimanapun, pihak kerajaan yang meminta, lagipula ayahanda tidak mengetahui hubungan kita dengan jelas, Ayahanda hanya tau Kita hanya dekat, dari kecil" ucapnya dengan canggung.

__ADS_1


"lalu apakah kamu akan melupakanku"? sambil terisak-isak..


"setelah ini aku akan mencoba membujuk ayah untuk kita menikah".. ucapnya mencoba meyakinkan Jing Zhou


"meskipun hanya jadi selir aku bersedia, asalkan pangeran ke-empat, terus mencintaiku" sambil menyudahi tangisannya...


sementara itu jendral Wang datang ke kediaman pangeran, mengecek kondisi keadaan pangeran ke-empat, namun itu tidak berlangsung lama, karena ia paham dengan kondisi pangeran ke-empat, bahwa pastinya membutuhkan istirahat, jendral Wang lalu mengajak putrinya kembali ke kediamannya..


akhirnya hari yg di tunggu telah selesai, sebuah pernikahan yg telah di laksanakan, dengan meriah..


putri Xixi telah resmi menjadi istri dari pangeran ke-empat, dan kini ia sedang berada di dalam sebuah ruangan, tidak terlalu terang, hanya cahaya lilin 🕯️ yg menjadi penerang ruangan tersebut, di Malam pekat itu putri Xi xi, masih duduk di tepi ranjang, dengan cadar merah Masih menutupi wajah indahnya, menunggu, sang mempelai pria, membuka cadar tersebut..


"nona, apa yang nona lakukan".. Xie Ling berlari dari arah pintu..


"aku, bosan, dengan semua ini, aku akan pergi jalan-jalan, malam ini".. ucap putri Xi xi..


"nona, meskipun pangeran ke-empat tidak menemui nona malam ini, tapi di istana naga ada rumor, yang saya dengar di luar sewaktu saya lewat" ... sambil memandang ke arah Putri xixi

__ADS_1


"rumor apa".? tanya putri Xi xi dengan penasaran


"setiap tahun Pada bulan ke enam, tepat di pertengahan bulan, sllu ada banyak Wanita yang mati mengganaskan" jawab Xie Ling


"itu hanya rumor, cepat lah bersiap, jika ingin ikut dengan ku, aku akan bersiap dlu" ..


putri Xixi segera mengganti baju pengantinnya yg sejak tadi ia gunakan, membersihkan diri serta mempersiapkan segala sesuatunya untuk keluar mengurangi rasa suntuknya, malam ini yang sejak tadi mengganggunya..



setelah semuanya telah selesai, ia pun keluar dari kamar pengantin, diluar Xie Ling, dan Chen long sudah menunggunya, ketiganya pun mulai melakukan aksinya, dengan terbang naik ke atas atap, lalu segera melompat dengan hati-hati dari atap ke atap yg lain, sambil terus memerhatikan di bawah sekitar halaman istana yg nampak sepih, jelas oleh karena cahaya Bulan purnama yg bersinar terang, hanya para pengawal yg bertugas berkeliaran, di halaman istana.


hingga sampailah mereka tepat di atas tembok pagar luar istana,, yg cukup tinggi, ke-tiga nya terus berwas-was, serta mengawasi sekelilingnya, dengan berhati-hati..


mereka berdiri di atas dinding tembok tersebut yg cukup tinggi, di bawah sinar bulan purnama, yg terus memancarkan keindahannya, terlihat bahwa di luar adalah Hutan bambu yang jarang di kunjungi oleh orang-orang, ia pun di kejutkan oleh kedatangan 2 orang yang naik kuda, melewati jalan setapak yg membentang di sepanjang hutan bambu tersebut, orang yg tidak asing di mata mereka...


sesaat mereka bertiga memerhatikan orang itu di bawah sinar rembulan malam, barulah mereka tahu bahwa itu adalah pangeran ke-empat, dan Lee Ran pengawal pribadinya sendiri, dari gerak gerik kedua nya kedua orang tersebut merencanakan sesuatu.

__ADS_1


ketiganya pun saling bertatapan, memberi tanda, bawah ini harus segera diselidiki..


"Malam ini ia akan bangkit lagi, namun kita harus membunuhnya" ucap pangeran ke-empat, kepada Lee Ran di atas kudanya..


__ADS_2