Penakluk Hati Bad Boy

Penakluk Hati Bad Boy
Bab 10 : Semakin dekat


__ADS_3

Tak terasa sudah genap satu semester Mora berkuliah di Harvard University. Banyak hal yang dilaluinya semasa kuliah di sana. Seiring dengan waktu tersebut, perasaannya pun semakin jelas kepada El. Mora tidak bisa menyangkalnya. Kini hatinya telah menyukai dan menyayangi El meskipun pikirannya dulu selalu menolak. Sedangkan El, ia juga mulai menerima perasaannya kepada Mora. Meskipun terkadang terbesit rasa takut akan dikecewakan lagi, El berusaha untuk tetap menjaga hubungannya dengan Mora.


Hari ini adalah hari dimana terakhir kalinya mahasiswa/i menjalankan UAS sebelum akan berlibur panjang. Pukul 09.10, ujian mata kuliah pertama telah berakhir dan waktunya untuk istirahat.


"El, mau ke kantin?" tanya Mora kepada pria yang duduk di sampingnya.


"Boleh," jawab El sambil tersenyum tipis


"Let's go!" ucap Mora dengan langkah semangat dan El berjalan di sampingnya sambil terkekeh melihat tingkah Mora.


"Pelan-pelan saja jalannya." ucap El kepada gadisnya itu.


"Hehehe, siap komandan!" balas Mora dengan posisi hormat menghadap El kemudian melanjutkan jalannya. El tersenyum cukup lebar sampai beberapa mahasiswi yang melihatnya terpesona, sebab jarang sekali bad boy satu itu menunjukan senyumannya. Oh iya, meskipun El kini dekat dengan Mora namun sifat bad boy nya tidak lah hilang. Ia tetap berperilaku sama terhadap orang lain. Hanya kepada Mora El bersikap lembut. Bisa dibilang lelaki itu kini menjadi bucin dengan seorang gadis yang sudah mewarnai hidupnya.


...****************...


"Pak Ujang baksonya dua ya," ucap Mora setiba di kantin pos jualan langganannya.


"Untuk siapa satunya?" tanya El yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Eh, tentu saja untuk mu." jawab Mora menatap El.


"Apa aku sudah bilang aku ingin makan apa?" tanya El.


"Eh iya juga. Kamu mau makan apa?" tanya Mora.


"Makan kamu boleh?" bisik El sambil tersenyum menatap Mora.


Mora sedikit menjauhkan dirinya dari El, "Haa, apa? Kamu kanibal?" tanya Mora.


El menatap Mora. Pria itu sedikit tercengang dengan pertanyaan Mora yang tidak sesuai dengan ekspektasinya. Tentu Mora tidak mengerti makan yang seperti apa yang dimaksud El.


"Ya sudah aku mau bakso saja." ucap El.

__ADS_1


"El, kamu belum jawab pertanyaan ku!" balas Mora.


"Menurutmu aku kanibal?" tanya El sambil menatap mata Mora.


"Kenapa kau balik bertanya?!" kesal Mora.


"Sudah tidak perlu dipikirkan, pesan saja baksonya." ucap El lalu duduk di salah kursi dekat pos jualan Pak Ujang.


"Baiklah, tunggu sebentar." ucap Mora lalu memesan pesanannya.


Setelah pesanan datang, Mora dengan lahap menghabiskan baksonya. El terkekeh melihat gadisnya itu makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan satu bulan. Mora yang ternyata bersikap blak-blakan seperti itu membuat El semakin tertarik kepadanya. Setelah istirahat mereka kembali ke kelas untuk melanjutkan UAS mata kuliah berikutnya.


...****************...


"Huaaa, akhirnya selesai juga!" ucap Mora sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedari tadi duduk fokus mengerjakan UAS.


"Mau langsung pulang?" tanya El kepada Mora.


"Kayaknya kita harus merayakan hari kebebasan setelah berpikir panjang ini. Gimana kalau kita pergi ke suatu tempat?" ucap Mora dengan semangat.


"Hmm, mungkin pantai? Aku udah lama ga ke pantai." ucap Mora.


"Baiklah, ayo ke pantai! aku tahu pantai yang bagus dan kau pasti menyukainya." ucap El lalu menggandeng tangan Mora.


Mora sedikit terkejut atas perlakuan El. Ini pertama kalinya El menggandeng tangannya. Mora semakin yakin jika El memang benar sudah mulai menyukainya. Mora tersenyum dan hatinya berdebar. Begitupun El yang merasakan debaran saat menggenggam tangan Mora. Di tatapnya sekilas sepasang netra gadis yang ia sukai itu. Lagi-lagi pertemuan mata itu membuat keduanya semakin merasakan debaran di hatinya.


El dan Mora sudah tiba di parkiran kampus. El menaiki motornya dan disusul oleh Mora.


"El, lo berdua mau kemana?"


Suara seorang pria yang sangat El kenali membuatnya mengurungkan untuk melajukan motornya yang sudah siap tancap gas. El menoleh ke sumber suara begitupun dengan Mora.


"Mentang-mentang berdua terus, sahabat lama dilupain!" sindir Brayn.

__ADS_1


"Eh Bray, hehe. Kita mau ke pantai, Lo mau ikut?" ucap Mora.


"Mau dong!" balas Brayn.


"Eh nggak! ga usah ikut, Lo kalo mau ke pantai sendiri aja sana. Yang ada Lo ganggu!" sergah El.


"El kok gitu sih. Brayn kan sahabat kamu, masa ga boleh ikut?" ucap Mora.


El memutar bola matanya malas, "Tapi Ra, Aku mau berdua aja sama kamu," rengek El.


"Yaudah kalau ga boleh, pergi lah kalian berdua. Lebih baik gue nemuin pacar gue," ucap Brayn.


"Sejak kapan Lo punya pacar?" tanya El sedikit mendelik.


"Sejak Lo berduaan terus sama nyonya Samuell! Eh, Calon pacar sih, tapi bentar lagi bakal jadi pacar. Yaudah bye!" ucap Brayn kemudian ia menuju ke motornya.


"Hati-hati Lo El bawa anak orang!" ucap Brayn sedikit teriak sambil melajukan motornya.


"El, kira-kira siapa ya yang dimaksud calon pacarnya Brayn?" tanya Mora.


"Entahlah, ga usah di pikirin. Sudah siap meluncur?" ucap El.


"Ayo berangkat!" ucap Mora semangat sambil tertawa bahagia.


El melajukan motornya membelah jalanan ramai sambil mengobrol ringan bersama Mora. Mereka sangat menikmati setiap detik waktu yang mereka lalui bersama. Keduanya benar-benar sedang dimabuk asmara, sampai sekelilingnya pun tak mereka hiraukan. Dunia serasa milik berdua, begitulah gambaran yang tengah dirasakan oleh dua sejoli itu saat ini.


...----------------...


Hallo!😁


Gimana nih perjalanan kisah El dan Mora??? Siapa yang makin penasaran??? Yuk pantengin terus yaaa


See You Next Chapter👋

__ADS_1


Salam Manis Author


RaSgta~


__ADS_2