
"Drrrrttttt.....drrtttt...."
Suara ponsel berdering di saku milik seorang gadis yang sedang duduk santai menonton tv di rumahnya.
"Nomor ga dikenal. Siapa?" gumam gadis itu saat melihat layar ponselnya.
"Tut..." panggilan tersambung.
"Hallo, siapa?" tanya gadis itu.
"Via! ini gue Cea," jawab gadis yang berada di seberang telpon.
"Cea? ini beneran Lo?" tanya Via.
"Iya ini gue. Lo lagi sibuk ga? tolongin gue dong!" ucap Cea.
"Ngga nih, tolongin apa?" tanya Via.
"Jemput gue sekarang di bandara buruan!" ucap Cea.
"Eh, Lo di Am-"
"Tut..." panggilan terputus.
"Kurang ajar si Cea, gue belum selesai ngomong juga!" kesal Via yang tiba-tiba Cea memutuskan sambungan telponnya.
...****************...
"Woi gue di sini!" ucap Cea sedikit teriak sambil melambaikan tangannya saat melihat Via keluar dari mobilnya.
Via yang baru tiba di bandara beberapa detik yang lalu, baru saja ingin menghubungi sahabatnya itu tapi ternyata sahabatnya sudah memanggilnya duluan karena Cea tidak jauh dari tempat parkir bandara. Cea sangat mengenali Tesla merah kesayangan sahabatnya itu.
Via menghampiri Cea yang terlihat membawa banyak barang.
"Gue kira Lo ga bakalan balik ke Amrik lagi," ucap Via lalu memeluk sahabat lamanya itu.
Cearille Yashravana yang akrab disapa Cea merupakan seorang gadis kelahiran Amerika Serikat, berusia 20 tahun. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Yashravana. Kedua orang tuanya pebisnis yang super sibuk sehingga Cea memang kurang di perhatikan sejak kecil. Namun, saat usianya 5 tahun Cea berteman baik bahkan bersahabat dengan dua orang yang merupakan anak dari teman orang tuanya sekaligus tetangganya pada saat itu. Kehidupan Cea tidak lagi sepi sejak mengenal dua sahabat kecilnya itu.
Saat menginjak bangku SMP, Cea berteman baik hingga sekarang bersahabat dengan seorang gadis yang bernama Divia Kievania yang kerap di panggil Via. Via merupakan gadis kelahiran Jerman, tapi tinggal di AS karena ayahnya asal AS. Sejak SMP hingga SMA mereka berdua selalu satu kelas sehingga membuat keduanya sangat dekat seperti kembar tapi tak seiras.
Karena suatu hal keduanya terpisah saat menginjak kelas dua SMA dan sekarang mereka kembali bertemu.
__ADS_1
"Haha, Gue rindu Lo!" ucap Cea.
"Gue juga rindu tau! Lo lama banget perginya ga balik-balik. Tapi Lo baik-baik aja kan selama ini?" ucap Via penuh khawatir.
"Gue baik-baik aja kok. Lo liat kan sekarang gue di depan Lo dalam keadaan sehat," ucap Cea diakhiri senyum yang manis.
"Dia pasti seneng liat Lo balik lagi," ucap Via lalu tersenyum gembira.
Seketika wajah Cea yang tadinya tersenyum berubah sedih. Teringat seseorang yang sangat ia cintai hingga saat ini pun perasaannya masih sama. Cea tidak berpikir sama seperti sahabatnya yang mengatakan bahwa 'dia' akan senang saat dirinya kembali. Malah sebaliknya, entah apa yang akan terjadi jika ia bertemu dengannya.
"Cea, Lo kenapa? kok tiba-tiba muka Lo gitu?" tanya Via.
"Eh, nggak apa-apa kok. Yuk pulang gue udah capek banget bawain nih barang" ucap Cea yang memang wajahnya terlihat sudah sangat lelah di perjalanan.
"Yaudah, sini gue aja yang bawain!" ucap Via kemudian mengambil alih barang-barang bawaan Cea.
Keduanya berjalan menuju mobil dan Via bergegas menancapkan gas menuju ke rumah Cea.
"Eh, kita kok lewat sini?" tanya Cea bingung.
"Lah, kan mau ke rumah Lo?" tanya Via.
"Astaga, gue lupa bilang kalo rumah itu udah di jual." ucap Cea.
"Ke apartemen gue aja." jawab Cea.
"Okedeh." balas Via.
...****************...
"Huaa capek banget!" ucap Cea sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk apartemennya.
"Ni mau taruh di mana barang Lo?" tanya Via.
"Taruh situ aja dulu. Nanti gue beres-beres nya, mau istirahat dulu." ucap Cea.
Via duduk di sebelah sahabatnya itu, "Kok rumah Lo dijual?" tanya Via penasaran.
"Iya soalnya dari gue pergi waktu itu, orang tua gue kan ngga tinggal disini jadi yaudah dijual sama bokap gue." jelas Cea.
"Ohh gitu." ucap Via sambil mengangguk pelan.
"Eh iya, Lo setelah lulus SMA kuliah disini juga?" tanya Cea.
__ADS_1
"Ngga, gue kuliah di London. Dua hari yang lalu gue baru balik ke sini mumpung libur semester." jawab Via.
"Astaga, ternyata Lo juga baru balik kesini. Gue kira Lo kuliah di AS," ucap Cea.
"Lo tu pergi ga pamitan, terus sebulan kemudian ga ada kabar! gue pikir Lo udah meninggoy," celoteh Via.
Ya, waktu itu Cea pergi tanpa berpamitan dengan Via. keesokan harinya, Via menghubungi Cea karena sahabatnya itu tidak masuk sekolah dan tidak ada kabar. Cea menjelaskan semua yang terjadi kepada Via. Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh Via.
Sebulan kemudian, ketika Via mencoba menghubungi Cea ternyata nomornya tidak aktif. Via terus menghubungi Cea dan orang terdekatnya, namun nihil. Pikirannya sudah dipenuhi oleh hal-hal yang negatif. Namun, Via berusaha terus mencari tahu tentang Cea. Saat lulus SMA, Via fokus pada kuliahnya di London sehingga ia benar-benar lost contact dengan Cea. Via selalu berharap agar sahabatnya itu akan kembali lagi dan bertemu dengannya suatu saat.
"Maaf ya, gue udah buat Lo khawatir." ucap Cea.
"Iya ga apa-apa. Yang penting Lo sekarang baik-baik aja, gue seneng banget Lo balik lagi Cea!" ucap Via lalu memeluk sahabatnya itu.
"Eh iya. Kapan Lo mau ketemu sama dia?" tanya Via.
"Gue... ga tau Vi. Apa gue masih ada kesempatan?" ucap Cea.
"CK! Lo ngomong apa si? dia pasti nungguin Lo! Kalau mau besok gue temenin," ucap Via.
"Hmm, nanti gue kabarin lagi ya. Gue pikir-pikir dulu," ucap Cea.
"Heh, apa sih yang mau Lo pikirin dulu?" tanya Via sedikit kesal.
Cea menghela napas, "iya, nanti gue kabarin Lo! Lo ga pulang?"
"Lo ngusir gue?" tanya Via dengan nada ngegas.
"Ngga Vi. Gue cuma nanya aja" ucap Cea.
"Yaudah gue pulang dulu. Bye!" ucap Via lalu mengambil kunci mobilnya di meja dan berlalu pergi.
"Hadehh, tu bocah ngambekan." ucap Cea sambil memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut.
...----------------...
Wah ada pemeran baru nih! siapa sih mereka??๐ค Penasaran? Yuk ikuti terus kisah selanjutnya!
See You Next Chapter ๐
Salam Manis Author
RaSgta~
__ADS_1