Penakluk Hati Bad Boy

Penakluk Hati Bad Boy
Bab 5 : El mulai tertarik


__ADS_3

BRAAKKK


Semua orang yang berada di sana terlonjak kaget mendengar suara meja di gebrak cukup kuat. Semua mata menatap ke arah gadis cantik yang merupakan pelaku yang menciptakan suara gaduh di perpustakaan itu.


"Hey siapa yang berisik itu? Tahu kan peraturannya kalau di perpustakaan dilarang berisik?" ucap pegawai yang berjaga di sana.


"Eh, maaf Bu. Saya ga sengaja." ucap Mora dengan wajah sedikit pucat karena menahan malu. Lalu ia bergegas keluar dari perpustakaan dan pergi ke toilet dengan terburu-buru.


"Pfttt, gadis lucu." gumam El yang melihat Mora berlari kalang kabut menuju toilet.


"Apa yang sedang dipikirkan dia sampai-sampai menggebrak meja begitu?" batin El terkekeh.


El pun pergi ke kantin sedangkan Mora kini ia merutuki dirinya sendiri di depan cermin toilet.


"Bodoh Mora bodoh! Apa yang kamu lakukan tadi?! Buat malu saja!" makinya sambil menepuk jidatnya.


"Semua ini gara-gara pria dingin sok ganteng itu! Kenapa juga aku memikirkan dia terus sih! jangan-jangan dia pakai pelet sampai aku jadi kepikiran terus dengannya?" ucapnya.


"Ah tidak-tidak. Aku ga boleh terpikat sama dia. Aku harus jauh-jauh dari dia!" ucap Mora serius pada dirinya di depan cermin.


Mora merapikan penampilannya yang sempat acak-acakan karena berlari tadi. Ia pun memutuskan untuk pergi ke kantin saja. Masih ada waktu setengah jam sebelum pergantian mata kuliah berikutnya.


...****************...


"Pak Ujang, saya mau es teh satu." ucap El kemudian duduk di salah satu kursi kantin yang tidak jauh dari pos jualan pak Ujang.

__ADS_1


"Siap kasep! Tunggu sebentar ya." balas pak Ujang sambil tersenyum.


El masih terkenang kejadian beberapa menit yang lalu di perpustakaan. Ia terkekeh pelan kemudian tersenyum samar namun masih terlihat oleh Pak Ujang yang sudah berada di depannya sambil membawakan pesanan El tadi.


"Ga ada kelas?" tanya Pak Ujang sambil meletakan segelas es teh di meja.


El hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis.


"Makasih ya Pak." ucap El lalu mengambil es tehnya dan menenggaknya hingga tersisa setengah gelas.


"Sama-sama kasep." balas Pak Ujang lalu ia kembali ke pos jualan.


Dari arah belakang El, seorang gadis cantik menghampiri pos jualan Pak Ujang. Pak Ujang memang sudah terkenal di kantin itu dan banyak mahasiswa/i jajan di tempatnya. Begitupun dengan gadis cantik yang belum lama berkuliah di kampus itu. Gadis tersebut adalah Zemora Afrazela.


"Pak, air mineral dingin satu ya." ucap Mora.


"Ini neng airnya," ucap Pak Ujang sembari menyodorkan sebotol air mineral dingin.


"Berapa pak?" tanya Mora dan mengambil air tersebut.


Belum sempat Pak Ujang menjawab, El yang tiba-tiba muncul dari belakang Mora menyerahkan uang sepuluh ribu kepada Pak Ujang.


"Sekalian sama punya dia Pak." ucap El dengan wajah datarnya.


Mora yang melihatnya tersentak kaget. Seketika ia mematung. El pun hendak pergi namun ia urungkan karena gadis disampingnya membuka suara.

__ADS_1


"Eh, ga perlu. Aku bisa bayar sendiri." ucap Mora.


El menatapnya intens membuat Mora sedikit takut.


"Biar ku bayar. Sebagai permintaan maaf ku karena membuatmu dikeluarkan dari kelas tadi." ucap El dingin.


"Ehh, bukan salah mu kok." ucap Mora.


"Sudah terima saja. Kau bilangnya bukan salahku tapi hati kecilmu itu tadi memakiku." ucap El sambil menatap Mora kemudian ia melangkah meninggalkan Mora.


"Eh, tunggu!" ucap Mora namun tak digubris oleh El.


"Temannya mas El ya neng?" tanya Pak Ujang.


"Eh, iya Pak teman sekelas," ucap Mora. "Kalau gitu saya duluan Pak mau ke kelas." ucapnya lagi lalu tersenyum.


"Iya neng, semangat belajarnya." ucap Pak Ujang menyemangati.


"Hehe.... iya Pak, makasih." ucap Mora kemudian ia bergegas menuju kelas.


...----------------...


See You Next Chapter 👋


Salam Manis Author

__ADS_1


RaSgta~


__ADS_2