PENAWAR JIWA

PENAWAR JIWA
PJ_8


__ADS_3

Mama ine dan papa adya memang menyadari jika Reno tidak menyukai misha.


tapi misha slalu memaksakan dirinya dan juga slalu menggunakan ke dua orang tuannya untuk bisa mendekati Reno.


... πŸƒπŸƒπŸƒ...


~*di Halaman


Misha* yang sudah memegang gagang pintu mobil nya , gerakan tangannya terhenti saat silauan cahaya dari lampu mobil yang menyorotinya.


Misha menyipitkan matanya karna mengganggu penglihatan nya untuk mengetahui siapa yang datang.


saat sorotan lampu itu mulai redup rasa kecewannya kembali muncul.


" heh...!" misha membuang nafas.


ia berharap mobil yang datang itu adalah Reno tapi kenyataannya bukan .


" mungkin hari ini bukan hari keberuntungan ku. " ucap nya lirih.


Misha berbalik melanjutkan membuka pintu mobil nya yang tertunda.


saat Misha sudah mulai menghidupkan mesin mobil nya , sebuah ketukan dari luar kaca mobil nya mengalihkan nya, akhirnya misha membuka kaca mobil tersebut.


" Ada apa !" ucap misha dengan ketus.


" ini masih terlalu sore kenapa buru buru pulang ?


apa yang kau cari tidak ada di rumah ?"

__ADS_1


tebak orang itu


" sudahlah.. Rem ! ini bukan urusan mu "


ya...! orang tersebut adalah Remy adya wijaya . ia baru pulang dari pekerjaan nya dan menemukan Misha ingin pergi dari rumahnya.


Remy mengangkat sebelah bibirnya, ia sudah faham dengan permasalahan wanita di depannya dengan sang kakak.


itu sudah menjadi tontonan Remy dari tahun ke tahun , sejujurnya Remy kasihan terhadap misha yang selalu mengejar cinta tanpa mendapat respon dari kakak nya.


Pernah sekali Remy memberitahu kebenaran kepada Misha saat mereka kecil, jika kakak nya tidaklah menyukainya dan berhenti mengejarnya sang kakak.


tapi Misha menepis semua ucapan tersebut.


" Ayolaaah ..... benci mu terhadap ku jangan kau buat terlalu dalam . itu hanya pembicaraan anak kecil !


tapi kalau sekarang lain lagi ceritannya.


kita sudah sama-sama dewasanya aku tak akan mencampuri kehidupan kalian lagi "


Misha memutar bola matanya, karna malas mendengar ocehan dari Remy.


" sudah ..sudah jangan di teruskan !


aku sekarang ingin pulang, badan ku sudah lengket semua karna lama nunggu kakak mu pulang". ucap Misha


"hhhh.....baik baik !"


" pergilah hati - hati di jalan , aku doakan semoga kau bertemu dengan kakak ku di jalan". ucap Remy bercanda

__ADS_1


Akhirnya Misha menjalankan mobil nya dan keluar dari halaman itu.


Remy hanya memandang mobil itu di tempat yang sama dengan gelengan kecil di kepalanya.


sekarang Remy melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah itu.


sampai di ruang tamu Remy menyapa ibunya yang duduk sambil fokus dengan telfonnya


" selamat malam ma...!" kecupan kecil mendarat di kening ibunya.


" Malam sayang ..! sudah pulang kamu ?"


" udah dari tadi, tapi tadi masih ngobrol di depan,


" sama siapa ? ..Misha.. ?! " tebak mama ine


" hmm!" jawab Remy dengan anggukan


" Nak..bagaimana kalau Misha mengadu ke orang tuannya ? " mama ine tidak bisa menepis rasa khawatirnya sejak dari tadi


" tidak perlu di khawatir kan ma..! yang penting kita slalu menerima Misha di rumah ini, tapi kalau soal hati kakak kita tidak bisa berbuat lebih , biar kakak yang menentukan,"


" kita percayakan kepada kakak, dia bisa mengelola perusahaan, pasti dia juga bisa menjaga keadaan ini supaya tetap baik baik saja !" ucap Remy untuk meringani beban pikiran mamanya yang gelisah.


" haaahhh.... semoga saja begitu "


" ma..! anak mu yang tampan ini lapar , apa mama tidak mau memberi ku makan malam ?


Reno mengalihkan topiknya agar mama nya tak berlarut larut dalam pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2