PENAWAR JIWA

PENAWAR JIWA
PJ _9


__ADS_3

Mama ine langsung teringat dengan hidangan makan malam yang ia siap kan untuk Misha dan keluarganya.


mama ine terlalu larut dengan hal ini sampai sampai ia lupa tak mengisi perut anak-anak nya yang kosong .


"Haiiishhh...!. mama terlalu fokus ke Misha


sampai menelantarkan anak mama yang tampan ini , ayo kita kebelakang sayang "


kau pasti sudah kelaparan,,!


ibu dan anak itu sekarang beranjak dari duduknya menuju ke tempat meja makan.


sepanjang perjalanan Remy tak melepaskan rangkulannya di lengan ibu nya.


sikap manjanya memang selalu muncul jika sudah di dekat ibunya, dan mama ine tak mempermasalahkan itu ia slalu suka dengan tingkah setiap anak-anaknya


bagai mana pekerjaan mu ?


apa baik baik saja ?"


" hm ! " masih lancar lancar saja ma.


mama tenang saja !"


suapan demi suapan slalu Remy lakukan sambil menjawab pertanyaan dari ibunya


" mama selalu tenang Rem, mama tidak akan rugi meskipun kau keluar dari provesi mu itu,

__ADS_1


toh masih ada perusahaan papa yang lebih menjamin masa depan mu "


" ahhh...jangan memmbahas itu lagi ma !


Remy tidak akan pernah masuk ke perusahaan itu,


itu tidak sejalan dengan hati Remy ! "


" mama tidak memaksakan, itu hanya sebuah lontaran mama tanp arti saja, kenapa kau terlalu berperasa ".


mama ine yang sedari tadi menemani anak nya makan tak henti-hentinya tersenyum kecil.. melihat tingkah makan dari Remy.


mama ine memang tak ikut menemani Remy makan bersama, karna ia terbiasa makan bersama sang suami ,ia tak bisa makan saat suaminya belum makan,


itu sudah di pahami oleh ke dua anak.nya.


Remy dan Reno tak mempermasalahkan yang penting mereka masih slalu di temani saat mereka makan sendirian seperti hari ini.


~ di apartemen


Reno yang baru sampai di depan gedung apartemen milik Sam , langsung menghubungi Sam lewat telefon nya.


" apa kau ada di apartemen ? , kalau iya bukakan pintunya , aku malam ini ingin menginap di apartemen mu !".


tutt..!! panggilan di akhiri oleh Reno secara sepihak, tanpa menunggu sang lawan bicara membalas pertanyaannya.


untung malam ini Sam berada di Apartemen nya , kalau tidak ia akan di buat kewalahan karna harus mengebut sepanjang perjalanan supaya tak membuat tuannya menunggu lama di depan gedung apartemen nya.

__ADS_1


saat ingin merebahkan tubuhnya Sam di buat kaget saat panggilan masuk dari Reno.


ia segera menekan tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut,


saat ingin mengatakan "Hallo" Sam sudah dicecar pertanyaan terlebih dahulu oleh Reno


sampai panggilan berakhir pun Sam belum sempat menjawab pertanyaan dari Reno.


" apa-apaan ini, ! dia selalu memberi info dadakan, dan sepatah pun aku belum bisa memprotesi nya.!" Sam menggrutu sendiri telefon yang ia genggam.


Sam akhirnya keluar dari ruangan itu , ia berinisiatif akan menunggu Reno di depan pintu unit nya.


setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Reno telah sampai ,


Sam mulai mempersilahkan tuan nya itu untuk masuk.


" Aaahhh.... akhirnya rencana istirahat ku bisa terlaksana juga !", Reno menjatuhkan badan nya ke tempat tidur Sam dengan santai seperti kamar nya sendiri tanpa meminta persetujuan dari pemilik nya.


Reno mulai memejam kan matanya dengan kedua telapak tangannya yang berada di bawah kepalanya sebagai bantal.


sedangkan Sam mulai merancang kata kata yang sempurna agar tuannya tak tersinggung,


di pikirannya Sam mulai banyak pertanyaan alasan kenapa tuan nya ingin bermalam di apartemen nya dan juga masih ada pertanyaan yang lain nya .


"Ehem ...! tu..tuann ... kalau boleh tau anda kenapa, apa ada masalah, sehingga ingin bermalam disini ?"


Reno yang semula memejamkan matanya dengan tenang , kini harus membuka kelopak matanya itu,

__ADS_1


" apa kau tidak nyaman aku berada di sini ?".


kalau iya ! sekarang juga aku akan pergi !".


__ADS_2