
...**JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, & VOTE NYA YA KAKAKΒ²...
...TERIMAKASIH π**...
.
.
.
.
.
.
.
.
Kini Sam dan Ziya sudah memasuki Ruang khusus tersebut. tetapi disana Ziya dan Sam tak melihat keberadaan Reno di Ruangan itu, hanya terlihat beberapa hidangan yang seperti sudah di tinggalkan oleh penikmatnya disana.
" eh ! kemana tuan Reno ?. apa aku salah ruangan. Ah... mana mungkin ! . umur ku terbilang masih muda mana ada aku yang masih terlihat tampan ini sudah menyandang gelar pikun ? . " batin Sam.
sedangkan Ziya yang ada di belakang punggung Sam juga terheran heran kemana penghuni Ruangan ini.
di panti ia sudah melakukan hal yang namanya Menunggu, apa disini juga ia harus melakukan nya lagi. pikir Ziya
"eHem., Nona ! . Sam mulai berbalik badan untuk melihat Ziya yang berada di belakangnya.
sedangkan Ziya hanya menjawab dengan menatap saja ke arah Sam.
__ADS_1
rasanya ia enggan menjawab panggilan dari Sam.
" sebaiknya Nona duduk dulu disini,
saya akan mencari tuan saya diluar sebentar."
"tidak perlu tuan !". tolak Ziya cepat sebelum Sam berlalu dari hadapan nya.
"sebaiknya saya ikut keluar, saya kurang nyaman disini sendiri. saya baru pertama kali memasuki ruangan seperti ini jadi masih belum terbiasa" tutur Ziya
" baiklah nona, Ayo ! saya akan carikan Anda Meja di Luar "
" mm !"
Belum sempat dua pasang kaki itu melangkah keluar, sebuah postur tubuh yang ideal berdiri di tengah pintu menghalangi langkah Sam dan Ziya.
Sam yang memang berjalan terlebih dulu
di buat kaget oleh orang yang di depan nya.
tapi orang yang di panggil hanya menampilkan wajah dingin nya, sambil menatap orang yang berada di belakang Sam,
yang hanya Nampak rambutnya saja.
sedang kan Ziya yang baru sempat melangkah kaki nya juga tak kalah kaget.
Apalagi setelah Sam menyebutnya Tuan ,
rasa kaget nya semakin bertambah.
Ziya memang tak bisa melihat wajah orang yang Sam panggil dengan sebutan Tuan itu,
__ADS_1
karna tinggi Ziya hanya sebatas pundak nya Sam saja.
" Anda dari mana Tuan ?" tanya Sam
" Toilet ! " jawab Reno dingin, " saya belum pernah menunggu seseorang biasanya orang yang menunggu saya " lanjut Reno lagi
" Maaf kan saya Tuan " jawab Sam
Ziya yang berada di belakang hanya menunduk dan tetap bersembunyi di balik punggung Sam, ia tau ucapan Reno di tujukan untuk nya , tapi malah Sam yang meminta maaf.
untuk sekali ini saja ia akan berpura pura bodoh dan tak menanggapi sindiran Reno.
setengah hari ini ia juga melakukan hal yang nama nya menunggu tapi ia biasa biasa saja pikir Ziya
" Oh ya tuan , saya sudah membawa nona Ziya " seru Sam mencairkan suasana
" hm !" jawab Reno sambil berlalu melewati Sam dan Ziya dan duduk di kursi yang semula ia tempati.
Sam dan Ziya memutar arah mengikuti langkah Reno mendekati tempat duduk.
Ziya tak mengubah posisi nya meskipun sudah berpindah tempat , ia merasa Aman jika berada di belakang Sam, karna itu akan bisa menghindari dari tatapan Reno.
Reno yang sudah duduk, mulai menatap ke Arah Sam lebih tepat nya menatap orang yang di belakang Sam .
dan Sam yang mendapat tatap itu di buat bingung dan tidak mengerti maksut nya.
Sam juga tidak tau jika Ziya betah berada di belakang nya.
" keluarlah ! apa kamu akan berbicara dengan ku dengan tetap sembunyi di punggung Asisten ku " Seru Reno dingin
Sam di buat terkejut, Akhirnya ia tau maksud dari tatapan tuan nya tadi.
__ADS_1
Sam berbalik badan untuk melihat Ziya .
" Nona.. tempat anda di sana , silahkan Anda duduk" . tunjuk sam di kursi yang berhadapan dengan Reno.