PENAWAR JIWA

PENAWAR JIWA
PJ _ 4


__ADS_3

...~***SELAMAT MEMBACA~...


...😘***...


Akhir nya Ziya mengiyakan ajakan Sam dan Abas untuk mengantarkan nya pulang.


setelah berada di dalam mobil suasana hening pun tercipta ulang .


Ziya sibuk dengan Lamunannya sambil memandangi jalanan yang ia lewati,


Ziya sudah memberi tahu alamat rumahnya ke pada Sam dan Abas, jadi dua pria tersebut tidak mempunyai alasan untuk mengajak Ziya mengobrol.


untuk Sam dan Abas , jangan tanya ..


mereka saling melempar kode kode karna kebisuan Ziya. mereka memantau kediaman Ziya dari kaca spion tengahnya.


" Ah iya ! tuan bagaimana ke adaan mobil itu, apa rusaknya parah ?


berapa kira-kira ganti rugi yang saya keluarkan, apa nanti saya bisa menyicilnya ?


Sam hanya bisa mendengar kan tanpa tau apa yang harus ia jawab setiap pertanyaan pertanyaan yang Ziya Lontarkan .


sebab ia juga tidak tau ke adaan mobil itu . Sam hanya bisa memprediksi dari kecelakaan itu sudah pasti meninggalkan goresan di badan mobil tersebut.


" Mm ... untuk itu, saya belum mengecek nya nona.


bagaimana kalau nona memberikan Nomor handphone nona , nanti jika saya sudah menghadap bos saya, dan ternyata menemukan goresan , saya bisa memberitahu nona.

__ADS_1


" baiklah , sini biar saya mencatat nomer saya di handphone tuan "


ziya menjulurkan tangannya untuk menerima benda pipih itu dari tangan Sam.


Ziya melakukan hal tersebut karna Ziya sadar mobil itu berhasil menghentikan Lajunya, tapi Ziya tidak bisa melakukan hal serupa , karna dirinya lebih dahulu pingsan.


" kasian banget tuh cewek, mungkin dia diem dari tadi mikirin ganti ruginya , moga aja tuan Reno Rabun pas ngecek mobilnya "


batin Abas , yang dari tadi ikut mendengarkan pembicaraan Ziya dan Sam .


Akhirnya mobil itu sampai di panti,


Ziya langsung keluar dari mobil tersebut dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada pemilik mobil itu.


Sam dan Abas membalasnya dengan senyum terbaiknya.


Ziya memang tak berbasa basi untuk menawarkan Sam dan Abas untuk mampir terlebih dahulu, karna memang tak mengenal, Ziya juga tak pernah membawa tamu ke dalam panti semasa hidupnya.


Ziya langsung masuk ke kepanti untuk melanjutkan istirahat nya.


Nini yang baru keluar dari kamarnya terkejut melihat keadaan Ziya yang banyak perban di tubuhnya.


" Kenapa kamu nak ?, siapa yang melakukan ini ?? "


pertanyaan beruntun di lontarkan oleh Nini


kecemasan seorang ibu muncul dan dapat Ziya rasakan dari raut wajahnya

__ADS_1


" Argh .. kenapa harus ekspresi ini yang slalu ku berikan , aku tak pernah membuat nini tersenyum yang ada aku slalu membuat nya khawatir " Batin Ziya.


" Nini ...


ini luka kecil , Ziya gak papa kok "


" kecil apanya ! badan kamu tembelan begini gak papa apanya coba, apa yang terjadi nak, kenapa sampai begini, katanya kamu mau interview kerjaan kenapa pulangnya dapet beginian?".


" udah ..udah ..


beneran Ziya beneran gak papa kok, buktinya Ziya masih bisa nyampek rumah !


Ziya crita di kamar aja ya .."


" Ahh ya .. ya..


Nini sampek lupa, ayo nini antar kamu ke kamar "


Sampai di kamar, Ziya mulai menceritakan semua secara detail kejadian tersebut dari mulai dia di terima di toko Sea cup cake dan kejadian tabrakan itu.


" kenapa kamu tidak hati-hati nak..? "


" Maaf nini ...! jawab Ziya dengan sendu dan terus memeluk nini nya


nini terus mengusap punggung dan rambut Ziya dengan lembut dalam pelukannya.


dalam hatinya ia bersyukur Ziya masih di berikan keselamatan.

__ADS_1


...***TERIMAKASIH...


...πŸ™***...


__ADS_2