
...~*Selamat membaca~...
...π...
Sam* langsung memusat kan jari telunjuk nya ke nomor milik Abas.
terdengar Nada panggilan sudah mulai terhubung, tinggal menunggu suara dari pemilik nomor telepon tersebut menyauti nya.
" HaLo bas !"
" hm.. ada apa Sam " jawab Abas
" bisakah kau menolong ku hari ini ?, aku lagi dapat musibah "
" Musibah apa.... ?" jawab panik Abas.
" tidak bisa crita di telfon, cepat kesini ada nyawa yang di taruhkan aku butuh Mobil ".
" Baik ! aku segera kesana, kamu kirim alamatnya .
" hmm ! " ..... tutt .
sudah 20 menit Sam menunggu Abas tak kunjung sampai .
ini memang akan memakan waktu yang cukup lama karna jarak yang di tempuh Abas tidak lah dekat, tapi karna posisi Sam yang berada di jalan yang jarang di lewati kendaraan memudahkan Abas menginjak pedal gas nya dengan maksimal.
Akhirnya penantian Sam berakhir di menit 30.
Abas langsung menghamburkan diri ke arah Sam , melihat raut wajah Sam yang terlihat cemas bercampur kesal Abas tak langsung menanyakan kronologi nya
Abas langsung membantu Sam mengurus musibah nya.
beberapa Menit berlalu, akhirnya Ziya mendapat pertolongan dari dokter.
... π»π»π»π»...
__ADS_1
Setelah cukup lama Sam dan Abas menunggu.
Sang dokter mulai tanpak keluar dari ruangan Ziya dan menemui dua pria yang ada di depan pintu.
"bagaimana dok ..?"
ucap Sam saat Sang dokter mendarat sempurna di depannya .
" kekasih anda baik baik saja Tuan "
" Haahhh !!! ". Suara Abas yang nyaring Lolos & menggema di telingan Sam dan sang dokter.
Sam langsung melirik Abas memberi tatapan membunuh karna perbuatannya.
" hehe ... maaf - maaf lanjutkan !. ucap Abas sambil menampilkan deretan giginya .
" ciihh .. tatapan itu, kenapa harus sama dengan bos nya " Seru Abas dalam hati
" Lanjut dok " sambung Sam lagi ke dokter.
" iya .. pasien baik-baik saja dia hanya syok, tapi karna anda terlalu lama membawa pasien ke rumah sakit. benturan yang ada di kepala nya terlalu banyak mengeluarkan darah, untung kita punya stok darah yang di butuhkan pasien jadi kami bisa langsung menanganinya.
Sekarang tinggal menunggu pasien sadar dari obat bius yang kami berikan . "
" Apa saya boleh melihatnya dokter ?"
" Silahkan tuan, Nanti kalau pasien sudah sadar tolong beritahu saya "
" Baiklah dok, terimakasih sekali lagi "
Akhirnya sang dokter meninggalkan Sam dan Abas.
beberapa menit setelah keberadaan dokter menghilang, Abas langsung melayangkan pukulannya ke lengan Sam.
__ADS_1
" Plaakk ..!"
" Aww sakit bas.. ! apaan sih main pukul ?
" dasar Lo yaa ... maen tancap gas dulu. katanya masih mau fokus kerja dulu kenapa malah sekarang Lo udah punya pacar aja "
" Tunggu , tunggu ..
Lo jangan ikut - ikutan dokter tadi, itu bukan pacar gue kok " ! bela Sam
" trus itu siapa " ?
" tuh orang Lah "! balas Sam sambil masih mengusap lengannya.
Abas yang jengkel dengan jawaban yang keluar dari mulut Sam.
membuat tangan Abas mendarat kan lagi pukulan di tempat yang sama
sampai membuat sang empunya mengaduh kesakitan yang ke dua kaLi.
" gue tau kalau itu orang Cebong ! maksutnya kenapa Lo mau repot repot ngurus tuh cewek , kalau bukan siapa-siapa Lo ?."
kini tangan Abas tak lagi mendarat kan pukulan di lengan Sam , melaikan mengarahkan tangannya ke krah baju milik Sam .
" ayo .. mau jawab serius gak Lo "
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
......Terimakasih......
...π...
*TERUS KEPOIN KELANJUTAN CERITANYA YA!
JANGAN BOSEN BOSEN NGASIH DUKUNGAN , LIKE ππΌ DAN COMMENT NYA !
__ADS_1
π ITU SEMUA ADALAH VITAMIN UNTUK AUTHOR π*