Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Pertemuan Dan Perpisahan Yang Menyakitkan.


__ADS_3

Singwan yang berada di gubuk Nene Wong, pagi-pagi sudah siap untuk melatih Jurus Pedang Menyatu. Nenek Wong menjelaskan Jurus Pedang Menyatu adalah jurus yang harus menjadi tangan kiri sebagai pasangan tangan kanan,karena itu harus menguasai menggambar kotak di kanan dan lingkaran di kiri pada saat bersamaan. Karena di Jurus Pedang Pasangan, sepasang kekasih harus siap jadi jadi penyerang,atau bertahan, gerakan berbeda tapi harus ada chemestri.


Nenek Wong memperintahkan untuk Lung mencontohkan gambar lingkaran sebelah kiri, sedangka kotak di kanan, secara bersamaan. Setelah melihat yang di gambar Lung, Singwan yang melakukan hal itu mengalami kesusahan, tepi dia tak menyerah, setelah mencoba beberapa kali akhirnya dia berasil.


Nenek Wong pun memperintahkan Singwan melakukan latihan menyatu hati.Latihan menyatu hati yaitu menyatukan gerakan pasangan,tangan kanan menjadi laki- laki, memimpin tangan kiri yang jadi perempuan.Caranya melakukan gerakan laki-laki kasar dan di seimbangkan dengan penuh cinta oleh perempuan.


Singwan terus berusaha melakukan itu, tapi tak bisa berasil. Sudah berapa hari Singwan melakukan itu,api belum juga berasil.Lung berkata


"Ingat lah rasa cinta pada Dwinda "


Singwan pun mengingat rasa cinta pada Dwinda. Setelah beberapa kali melakukannya Singwan berasil menguasai Jurus Pedang Menyatu.


Setelah sebulan latihan Nenek Wong pun mengizinkan Singwan mencari Dwinda,tapi harus membawa Lung, karena Singwan baru setengah menguasai Jurus Pedang Menyatu. Selain itu, Nenek Wong mati, karena sakitnya dan harus menjaga Lung cucu Nenek Wong.


Singwan dan Lung pun meninggalkan gubuk itu.Lung masih sedih karena kehilangan Nenek Wong terus melamun. Singwan pun berkata


"Lung, aku bisa merasakan kesedihan kamu, karena aku dua kali dan ini ketiga kalinya,aku rasakan kesedihan. Tapi hidup harus jalan. Menangislah tapi ingat Nenek Wong menyayangi kamu, dan dia punya cita-cita biar kamu menjadi Pendekar yang hebat."


Mendengar itu Lung menangis, dan dalam menangis dia berkata


"Nenek Wong, aku pasti jadi Pendekar yang hebat.


Singwan dan Lung melanjutkan perjalanan Sampailah mereka di Desa Naga. Makanlah mereka di Rumah Makan.Mereka pun mendengar Jendral Kun akan datang bersama istri. Sebenarnya Singwan tak tetarik,tapi setelah mendengar bahwa Jendral Kun adalah Jendral yang menyelamatkan desa Naga dari Perampok Siringgit. Singwan pun tertarik untuk mengetahui siapa Jendral Kun itu.Tiba-tiba ada pengumuman bahwa Jendral Kun mau makan di sini,dan mau membayar semua yang makan sekarang.


Jendral Kun datang bersama istri yang memakai cadar, tapi Singwan seperti mengenal mata si istri Jendral Kun. Singwan dan Lung yang duduk di pojok. Singwan tiba-tiba kaget karena melihat istri Jendral Kun buka cadar, istri Jendral Kun adalah Dwinda. Hati sakit, rasanya pengen marah, Singwan tak bisa marah,karena penduduk sini meanggap Jendral Kun adalah Pahlawan.jadi warga akan membela Jendral Kun,sedangkan Singwan tak mau melawan rakyat, oleh karena Singwan ingin pergi dari Rumah makan itu.


Singwan pun mengajak Lung untuk pergi Lung yang tak tahu mengapa Singwan mau pergi tapi makanan belum habis, tapi Lung menurut aja sama Singwan. Ketika Singwan berdiri, dia merasakan,Dwinda metelepati dia. Mendengar panggilan telepati oleh Dwinda,Singwan terdiam.Dwinda berkata di telepati sambil bertatapan tajam dari jauh.


"Singwan, mau kemana"? kata Dwinda

__ADS_1


"Selamat Dwinda, kamu telah menikah !!!" Kata Singwan.


"Aku minta maaf, aku..." Kata Dwinda yang belum selesai


" Tidak ada yang perlu di maafkan,aku juga sekarang punya pasangan, selamat tinggal Dwinda, semoga bahagia." Kata Singwan.


" apa maksudmu dan siapa dia???" Kata Dwinda.


" Lihatlah yang di samping ku, dia kekasih ku" kata Singwan


" Engga mungkin, kamu hanya mencintai diriku!!!" kata Dwinda.


"Dulu aku memang mencintai mu, tapi kalau sudah dikhianati maka tidak ada cinta.Selamat tinggal"kata Singwan.


"Singwan....Singwan " kata Dwinda


Tapi Singwan tak menghiraukan panggilan telepati oleh Dwinda. Singwan dan Lung pergi dari Rumah makan itu. Dwinda yang berada disana nampak tersenyum, tapi hatinya menangis. Karena dia harus pura-pura sebagai istri dari Jendral Kun, ini rencana Jendral Kun untuk menyelamatkan ayahnya Dwinda dan Singwan. Dwinda tidak bisa mengatakan rencana itu, karena tak mau melibatkan Singwan.


"kak Singwan, mengapa kita pergi dari Desa ini?" Kata Lung


"Dwinda telah ku temukan, aku sekarang mengajakmu untuk mencari Kitab Pengabdian dan Kitab Murni." Kata Singwan.


" kapan kak Singwan menemukan Kak Dwinda?" Kata Lung


"Dialah Istrinya Jendral Kun " Kata Singwan.


Lung yang mendengar itu langsung diam,karena tahu Singwan lagi sakit hati.Lung pun hanya mengikuti kemana Singwan berjalan. Singwan berkata


"Lung, maafkan aku, karena aku telah mengakui kamu pasangan diriku,dengan Dwinda ketika aku bertelepati dengan Dwinda." Kata Singwan.

__ADS_1


"Aku mengerti Kak" kata Lung.


"Kita harus mencari penginapan" Kata Singwan.


"ya" kata Lung.


Di Penginapan ada Jendral Kun dan Dwinda menceritakan tentang Singwan. Karena itu Dwinda sedih. Jendral Kun berkata


"inilah resiko kamu, kamu ingin menyelamatkan ayahmu dan ayahnya Singwan, tapi tak bisa melibatkan Singwan." Kata Jendral Kun.


"ya aku mengerti." Kata Dwinda.


Dimalam hari Dwinda dia tak tenang, keluar penginapan. Dwinda tak pernah menyadari dirinya sampailah di hutan kecil, masuk kedalam hutan. Ternyata ada danau,Dwinda melihat seorang pemuda lagi latihan Jurus, kagetnya Dwinda bahwa pemuda itu adalah Singwan, jurus pedang dilatih adalah Jurus Pedang Pasangan,Tapi merasa ada yang aneh karena Jurus Pedang Pasangan itu menyatu jadi satu orang, tangan kanan gerakan Singwan dan kiri gerakan Dwinda.


Dwinda yang penasaran dengan Jurus Pedang Pasangan yang menyatu itu, ingin menguji Singwan, Dwinda memakai cadar, dan menyerang Singwan dengan Cepat dari belakang.Singwan yang menyadari ada serangan dapat menangkis serangan mendadak itu, terjadi pertempuran, tapi Dwinda dengan mudah di kalahkan oleh Singwan. Dwinda yang termundur,karena serangan Singwan seperti sepasang kekasih jadi menyatu.


Singwan berdiri tegak, Dwinda yang termundur lalu mau kabur dari tempat itu,tapi tak sempat karena Singwan menotok Dwinda. Singwan pun berkata


"Sebenci itukah kamu dengan ku, Dwinda?"


"Kenapa kamu tahu aku, Dwinda ?" Kata Dwinda


"Semua gerakan dirimu, aku hafal." Kata Singwan.


"Ya aku benci pada kamu, Singwan!!!" Kata Dwinda


"begitu juga dengan diriku, rasa sakit ini, tak ku lupakan!!!" Kata Singwan


Mereka saling diam,mata mereka saling berpandangan,tapi mata mereka pancarkan kesedihan, bukan rasa benci mereka,tapi rasa kangen yang tak terungkap. Singwan berjalan menuju Dwinda, dan membuka totokan Dwinda. Singwan pun berbalik badan dan mau meninggalkan Dwinda.

__ADS_1


( BERSAMBUNG).


__ADS_2