Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Jurus Raja Riu Yang Menakjubkan


__ADS_3

Pertarungan Pendekar Garuda dan Raja Riu sangat sengit, benar-benar menguras tenaga. Raja Riu mengelurkan Jurus Tapak Rajawali dan Pendekar Garuda menggunakan Jurus Tepak Garuda. Pertarungan dua pendekar burung sakti yang sangat cepat, dan sangat dasyat. Mereka pun sama-sama kehabisan tenaga, Raja Riu mengelurkan Jurus Super Rajawali, dan dasyatnya tenaga itu membuat gempa,langit menjadi gelap,petir di mana-mana, angin bertiup kencang, tenaga super itu, membuat Pendekar Garuda kagum kekuatan itu.


Pendekar Garuda mulai waspada terhadap serangan itu, karena Pendekar Garuda benar-benar kehabisan tenaga, kemampuan untuk meningkatkan tenaga murni,tak mampu lagi.Raja Riu mulai menyerang dengan Pendekar Garuda dengan tenaga Super Rajawali, Raja Riu menembakkan ke arah Pendekar Garuda, dengan telapak tangan mengeluarkan bola tenaga dalam. Bola tenaga dalam itu melesat dengan cepat,dan bertambah besar mendekati sasaran.


Pendekar Garuda yang melihat itu,mencoba menahan serangan bola tenaga dalam Raja Riu, dengan kedua tangan. Pendekar Garuda berpikir bagaimana caranya, agar selamat, karena kalau dibiarkan sukma Pendekar Garuda bisa hancur dan Pendekar Garuda akan mati. Pendekar Garuda terus terdesak,Pendekar Garuda pasrah pada Tuhan, dan mempercayai bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik, Pendekar Garuda yakin Tuhan akan memberikan kekuatan kepada Pendekar Garuda.


Pendekar Garuda yang kebingungan pun, tiba-tiba mendapatkan petunjuk. Pendekar Garuda membentang kedua tangannya, membiarkan tubuhnya masuk kedalam Bola Tenaga Dalam Super Raja Riu. Dan Pendekar Garuda merasakan kedua tangannya dan seluruh tubuhnya menghisap Bola Tenaga Dalam Super Raja Riu. Dengan cepat seluruh Tenaga Dalam Super Raja Riu masuk dalam Sukma Pendekar Garuda.


Pendekar Garuda merasakan semua tenaga murni kembali pulih, kekuatan kembali dan merasa lebih kuat dari pada yang semula. Sebenarnya Pendekar Garuda juga bingung. Pendekar Garuda yakin itulah Kekuasaan Tuhan Maha Penolong. Pendekar Garuda melihat ke arah Raja Riu.


Raja Riu pun kaget, dan merasa Pendekar Garuda benar-benar sakti, dan Pendekar Garuda memang harus diwaspadai. Raja Riu pun pergi dan berkata


"Pertarungan ini belum selesai, kita selesai di alam nyata."


Pendekar Garuda kembali ke tubuhnya, begitu juga dengan Raja Riu. Pendekar Garuda berpikir bahwa Raja Riu benar-benar lawan yang berbahaya. Pendekar Garuda berniat akan melatih dirinya agar bisa mengalahkan Raja Riu. Begitu juga dengan Raja Riu merasa Pendekar Garuda lawan yang berbahaya dan Raja Riu akan melatih dirinya, agar bisa mengalahkan Pendekar Garuda.

__ADS_1


Raja Riu memanggil Penesehat Kerajaan, Raja Riu ingin keluar dari kerajaan sementara, dan ingin berlatih menyempurnakan Jurus Rajawali. Tapi Penesehat Kerajaan tidak setuju.Penesehat Kerjaan mengatakan bahwa kelompok pemberontak akan mudah masuk kalau Raja Riu meninggalkan Kerajaan ini. Tapi Penesehat mempunyai rencana agar bisa mengalahkan Pendekar Garuda, juga Jurus Rajawali Raja Riu bisa meningkat, dan Raja Riu pun menyetujui rencana itu.


Sementara itu Dwinda dan Singwan pun yang kini, telah sampai di sebuah Gunung yang di yakini,sebagai penyimpanan Kitab Pengabdian. Sampailah Singwan dan Dwinda di depan Pintu Goa yang di maksud. Masuklah mereka, ternyata di dalam goa itu sebuah ruangan seperti rumah, tapi kotor. Singwan dan Dwinda mulai mencari Kitab Pengabdian, akan tetapi tak di temukan apa pun.


Dwinda dan Singwan terus mencari, mereka di kejutkan oleh Suara Burung Garuda yang seperti memanggil mereka,mereka pun keluar. Singwan pun metelepati Burung Garuda,mempertanyakan mengapa Burung Garuda Raksasa memanggil Singwan dan Dwinda. Burung Garuda mengatakan bahwa kemungkinan Kitab Pengabdian itu ada di atas goa itu, karena setelah diperhatikan goa itu, adalah sebuah kaki dari gunung berbentuk Menara yang tinggi.


Burung Garuda Raksasa mengatakan bahwa kemungkinan Kitab Pengabdian itu, berada di atas,tapi bukan dari luar jalan menuju Kitab Pengabdian, kemungkinan dari dalam goa, karena Burung Garuda Raksasa sudah kepuncak tidak menemukan apa pun. Dwinda dan Singwan masuk memeriksa kondisi goa, mulai sampai samping tak ada tanda-tanda bisa naik ke atas.


Karena tak ada tanda-tanda ada pintu atau tangga menuju keatas, mereka duduk berpikir bagaimana caranya menemukan Kitab Pengabdian itu. Singwan secara tak sengaja menjatuhkan benda kelantai goa, Singwan mendengar suara jatuhnya benda ke lantai itu berbeda, Singwan langsung memeriksa lantai, ternyata ada pintu di lantainya.


Ruangan tersebut bergerak keatas, semakin besar tenaga dalam, maka semakin cepat juga ruangan tersebut naik keatas dan terhenti disebuah ruangan. Di dalam ruangan ternyata ada peti, di bukalah peti tersebut,dan didalam ada kitab tipis, yang tertulis Kitab Pengabdian.


Akan tetapi Singwan dan Dwinda tak bisa membuka kitab tersebut. Dan ketika Singwan menggunakan tenaga dalam Kitab itu terbuka, Dwinda membaca Kitab Pengabdian itu. Dan tertulis


•Kitab ini Kitab Pengabdian, Kitab ini bukan jurus, tapi inti sari dari Jurus senjata, dan Cara bagaimana cara agar senjata bisa ngabdi pada kita.

__ADS_1


•kitab ini juga sebuah ilmu tetang pengabdian pada diri kita sendiri.


•kitab ini sebuah ilmu pengabdian pada pemilik kita ,yaitu Tuhan.


Dwinda pun membuka halaman berikutnya dan tertulis disana


• Inti sari dari semua jurus pedang,


•semua jurus pedang inti sari terletak pada tangan yang memegang pedang, kalau dia memakai tangan kanan, maka titik kelemahan pada tangan kiri, sedangkan kalau memakai tangan kiri tetap pada kiri juga. Kalau jurus pedang pasangan atau Pedang Menyatu atau Jurus Kembar maka intinya ada pemusatan kosentrasi si pemakai pedang.


•Semuanya jurus pedang inti sari utamanya pada letak kuda-kuda kaki, kalau kaki kanan didepan maka serangan dipusatkan penyerangan sebelah kiri , begitu juga sebaliknya.


•Semua Jurus Pedang inti sari termasuk Jurus yang memakai hati, terutama jurus pedang pasangan yaitu jurus memakai inti dari cinta. Jurus Pedang Menyatu, inti sari adalah penyatuan hati.


Dwinda dan Singwan pun terus mempelajari Kitab Pengabdian itu. Mereka pun mulai belajar memahami dan menerapkan semua jurus yang mereka kuasai, seperti Jurus Pedang Pasangan, Jurus Pedang Menyatu, Jurus Pedang Garuda, Jurus Harimau, Pukulan Harimau , Jurus Tapak Garuda. Selain Itu Dwinda dan Singwan mempelajari inti sari Jurus Tongkat dan Senjata lainya. Dan mereka pun mempelajari ilmu agar ilmu itu mengabdi pada kita, dan bermanfaat untuk kita.

__ADS_1


__ADS_2