Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Latihan Kitab Murni.


__ADS_3

Malam hari Singwan latihan lagi, tapi masih tak berasil. Setelah istirahat sejenak berpikir tentang adil.Singwan teringat bahwa ketika ada orang memiliki banyak anak dan orang memiliki dua orang anak ,maka pemilik bantuan pasti memberi uang lebih banyak kepada orang banyak anak. Karena kalau sama jumlah maka tak akan cukup untuk orang yang banyak anak ini. Singwan mengingat adil di dalam pengadilan ,biasanya ada unsur- unsur menyebabkan hukuman berkurang atau bebas semua untuk keadilan. Maka Singwan pun mengerti bagaimana cara membelah batu dengan sifat adil.


Singwan pun mengakat pedang, dan mulai mengibaskan pedang berat itu, dan terbelah batu besar jadi dua bagian, yang terdiri berbentuk bulat,satu lagi lonjong tinggi. Memang belahan seperti tak adil. Ternyata hitungan beratnya dan luasnya sama. Burung Garuda berkata pada Singwan, bahwa Singwan, berasil menguasai Jurus Pedang keadilan.


Burung Garuda terbut menjelaskan inti dari Jurus-jurus di Kitab Murni, adalah jurus yang berdasarkan lima ungsur. Burung Garuda menybutkan unsurnya yaitu Keadilan untuk semua,kerakyatan yang di pimpin, persatuan, kemanusian yang adil juga beradab,puncaknya mengenal Ketuhanan.


Singawan yang mengusai Jurus Pedang Keadilan, sifat murnimya yaitu Keadilan. Burung Garuda Raksasa menjelaskan keadilan yang maksudnya adalah seorang pedekar yang adil untuk rakyat. Dan rakyatnya seorang pendekar adalah seluruh bagian tubuh dan alat di dalamnya, seperti tangan, mata hidung, kuping, dan kaki itu adalah bagian tubuh, alat didalamnya seperti otak,saraf urat,usus,kulit, daging, otot,pernapasan jantung dan lain-lain yang memimpin adalah hati.


Singwan pun mengerti, dia pun memulai memusatkan tenaga murni dari dalam hati yang disalurkan kepada seleruh tubuh, dengan perhitungan seberapa kuat bagian tubuh menerima kekuatan itu, bagian tubuh mana yang dipakai untuk jurus Pedang Keadilan. Setelah Singwan merasakan kekuatan yang besar pada tubuhnya, khususnya pada tangan Singwan. Singwan pun mengakat pedang dan melibaskannya, keluarlah tenaga murni, membelah semua benda yang terkena libasan itu.


Garuda pun menjelaskan, bahwa Singwan telah mengusai,Tenaga murni, tapi baru tahap satu, tahap kedua adalah unsurnya kerakyatan yang di pimpin. Garuda pun menjelaskan bahwa sama dengan yang pertama, yang di maksud rakyat adalah bagian tubuh dan alat didalamnya, tapi hati sebagai pemimpin harus bisa melihat, mendengar,bebicara, sesuai dengan keputusan dari kerja sama otak, jantung, dan hati maksud kepintaran, logika, dan kecerdasan.


Singwan pun mengerti, dia pun menutup matanya. Singwan mengalirkan tenaga murni ke otak, jantung, dari hati, jadi mata melihat mendengar,bergerak dan berpikir secara bersamaan.Membuat Singwan bisa menggerakkan anggota tubuhnya secara cepat, dan tepat, walaupun matanya tertutup.


Garuda melihat perkembangan Singwan, yang berkembang sangat cepat, dalam satu bulan sudah menguasai tahap kedua.Tapi Garuda mengatakan bahwa diluar sana banyak Pendekar hebat, seimbang dengan kemampuan dengan tahap kedua tenaga murni. Karena itu Singwan harus bisa menguasai lima tahap,agar bisa mengalahkan diri sendiri dan musuhnya nanti.


Singwan pun mengerti, tapi sebenarnya Singwan kewatir dengan istrinya ,tapi kalau lama latihan,lama juga dia bertemu dengan Istrinya, Tapi Singwan tahu musuh dia, seperti Raja Riu, Siringgit, Jendral Kun, adalah musuh yang berat, dan Ilmu mereka diatas rata-rata. Karena itu Singwan memilih latihan dan agar bisa melidungi Istrinya dan keluarganya nanti. Dan Ilmu dari Kitab Murni yang bisa mengibangi musuh-musuh Singwan.

__ADS_1


Garuda pun memberi tahukan tahap yang ketiga adalah Persatuan Ilmu tahap pertama dan tahap kedua,ini menentukan apakah Singwan memiliki sifat jahat atau baik, persatuan itu ada di hati. karena itu yang keluar dari hati Singwan aslinya jahat atau baik. Garuda menjelaskan Singwan harus mematikan kemampuan seluruh tubuh Singwan kecuali jantung dan hati.


Singwan pun menotok semua tubuhnya dengan tenaga murni, akhirnya kehilangan kesadaran, keluarlah dua orang dari tubuh Singwan, keduanya Singwan. Satu Singwan berupa jahat, dan yang satu baik.Garuda mengatakan Singwan yang baik harus melawan Singwan yang jahat. Mereka pun bertarung.


Setelah satu dua tahun Lung dan Dwinda telah berasil menguasai Jurus Harimau dengan sempurna. Lung juga sudah menguasai ilmu pengobatan,furgi telah menjadi pemuda yang normal. Furgi dan Lung pun menikah. Dwinda melihat itu tersenyum, namun hati Dwinda merindukan Singwan.


Setelah itu kakek say memperintahkan untuk Lung,Furgi,dan Dwinda untuk turun gunung. Mereka di perintahkan untuk mencari Kitab Pengabdian, juga menggunakan ilmu mereka untuk menolong orang lain. Sebenarnya Furgi tidak mau meninggalkan kakek Say, tapi Kakek Say, ingin cucunya itu bisa menolong rakyat, dan Kakek Say tahu Furgi bisa menjadi ahli strategi.


Setelah kepergian Lung,Furgi, dan Dwinda pergi, Kakek say ternyata dia bertapa di dalam gubuk tersebut. Lung, Furgi dan Dwinda Sampai mereka di Sebuah kampung sedarhana, mereka duduk sebuah rumah makan.Ketika mereka duduk di rumah makan itu, mereka mendengar ada seorang pemuda yang sedang bercerita dengan tentang pendekar berjubah,dan bertopeng bersama burung raksasa menolong dia dari Perampok Siringgit, Pendekar itu berjanji akan menghacurka kolompok Perampok Siringgit, setelah menemukan istrinya.


Anehnya Dwinda penasaran dengan Pendekar yang di maksud oleh pemuda tersebut. Dwinda pun bertanya pada Pemuda itu.


" Wajahnya bertopeng, " katanya Pemuda.


"apakah kamu tahu nama istrinya?" kata Dwinda


"Dia tak mengatakan bahwa nama istrinya, tapi dia sering mengatakan Wulandari atau bulan purnama pasti kan kembali." kata pemuda

__ADS_1


" kamu tahu pergi kemana " kata Dwinda.


" aku, tak tahu, tapi pendekar itu berkata angin selatan membentang angin utara, begitu angin barat dan timur, tapi semua bersumber pada satu titik." kata pemuda.


Dwinda yang mendengar itu, lalu lari, lung dan Furgi mengejar. Dwinda berlari dengan jurus lari Harimau, yang sangat cepat, sampailah dia di sebuah hutan kecil. Dwinda tiba-tiba berhenti, karena di depannya ada tiga orang berpakaian aneh.Satu orang berbaju bulu dan besar di kepalanya tanduk, yang satu badan kecil,tapi memegang alat seperti sapit kepiting, dan yang satu lagi bergerak seperti monyet.


Lung dan Furgi berasil menyusul Dwinda, mereka heran dengan tiga orang di depan mereka. Dan orang yang seperti monyet itu, lalu bertanya pada Dwinda, ,Lung, dan Furgi.


" kalian mau apa kesini" kata orang seperti monyet itu.


" kami mau menemui pendekar Garuda." kata Dwinda


"mau apa kalian mencari dia?" kata orang kecil membawa alat seperti sapit kepiting itu.


"Kami ingin minta bantuan, untuk melawan Sirinngit." kata Dwinda.


" Sia-sia kalian ke sini karena dia ingin mencari istrinya sebelum mengalahkan Siringgit, jadi pergilah." kata Orang seperti monyet.

__ADS_1


akan tetapi Dwinda malah berkuda kuda, dan dalam keadaan siap bertarung, begitu juga dengan Lung dan Furgi.


Bersambung


__ADS_2