Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Pernikahan Dwinda.


__ADS_3

Dwinda dan Singwan yang secara tidak sengaja ketemu. Dan mereka menyatakan saling benci, tapi sebenarnya mereka saling kangen dan saling cinta. Ketika Singwan mau meninggalkan Dwinda. Dwinda berkata


"apakah kamu benar-benar tidak mencintai aku. katakan dengan menatap mataku." Kata Dwinda


Singwan tak peduli dengan kata-kata Dwinda, terus melangkah,tapi Dwinda berkata


" Demi Nenek Rida dan Kakek Wara!!! " kata Dwinda


Singwan pun berbalik badan berjalan menuju Dwinda. Singwan dan Dwinda saling bertatapan. Lalu Singwan berkata


"Aku mencintaimu Dwinda, tapi cinta tak harus memiliki,dan janjiku pada Nenek Rida dan Kakek Wara,sudah berakhir. Karena sekarang kamu dan aku sudah memiliki pasangan masing-masing." Kata Singwan


"Singwan, aku mencintaimu,tapi menikah itu karena..." Kata Dwinda yang belum selesai


"Dwinda! berakhir dan sudah selesai. Jalanku sekarang dengan dia." Kata Singwan ( yang menunjuk ke Lung ).


Lung sejak tadi berdiri di bawah pohon agak jauh, hanya melihat dan diam. Singwan pun berjalan menuju Lung, sesampainya di depan Lung,Singwan tersenyum,lalu tangan Singwan menggandeng tangan Lung, mereka sama-sama berjalan bagaikan sepasang kekasih. Dwinda yang melihat itu, tak bisa menahan sedihnya, Dwinda menangis sampai berlutut dan Dwinda pun bingung, karena sisi lain dia ingin menyelamatkan ayahnya,tapi sisi lain dia harus kehilangan Singwan.


Sedangkan Singwan yang merasa sudah jauh meninggalkan Dwinda.Singwan melepas gandengan dengan Lung, lalu minta maaf pada Lung karena mengakui Lung sebagai kekasih. Lung mengerti, memaafkan Singwan. Lung dan Singwan melanjutkan perjalanan.


Dwinda yang kembali ke penginapan, tak sengaja mendengar percakapan dalam kamar Jendral Kun dan seorang wanita. Dwinda mengintip ke dalam kamar. Dwinda kaget karena melihat Jendral Kun berbicara dengan Istrinya, karena setahu Dwinda bahwa istrinya Jendral Kun itu bisu. Dwinda tambah kaget karena Jendral Kun dan istrinya berbicara tentang Singwan dan Dwinda.

__ADS_1


Dwinda terus mendengar percakapan antara Jendral Kun dan istrinya, Dwinda medengar sebenarnya Jendral Kun, tidak tahu bahwa Ayah Dwinda dan ayahnya Singwan masih hidup atau pun sudah mati.Dan mereka hanya ingin manfaatkan Dwinda agar bisa balas dendam dengan Ayahnya Dwinda dan ingin merebut tahta Raja Riu. Dwinda yang mengetahui itu, lalu pergi keluar dari penginapan.


Dwinda terus lari ,dalam keadaan hujan menuju kehutan,ingin mencari Singwan dan Lung. Dwinda ingin menceritakan semua pada Singwan apa yang terjadi. Tapi tak menemukan Singwan. Dwinda kelelahan dan hanya bisa menangis di bawah pohon,Dwinda merasa wanita yang paling bodoh,tertipu oleh Jendral Kun,akibatnya dia kehilangan Singwan.


Dwinda yang merunduk dalam sedihnya, lalu kaget karena melihat ada orang yang mengulurkan tangannya lalu berkata


"Dwinda, jangan engkau menangis, aku disini" kata laki-laki yang mengulurkan tangan.


Dwinda melihat ke atas mengarah ke muka orang di depannya, yang ternyata adalah Singwan. Dwinda langsung berdiri dan memeluk Singwan.


"Maaf aku, Singwan aku tertipu oleh Jendral Kun dan istrinya, aku tak pernah menikah dengan Jendral Kun." Kata Dwinda.


Singwan pun melepas pelukan Dwinda.Singwan bertanya pada Dwinda bagaimana Jendral Kun dan istrinya bisa menipu Dwinda, Dwinda pun menceritakan semuanya pada Singwan. Dwinda kembali bertanya pada Singwan


"Lung wanita yang cantik, muda, pintar, dan layak di cintai" kata Singwan


" berarti...kamu mencintai..." Kata Dwinda yang terhenti berkata, karena jari telunjuk Singwan di bibir Dwinda


" aku hanya mencintai dirimu Dwinda" kata Singwan


Singwan menceritakan tentang Lung dan Nenek Wong dan Jurus Pedang Menyatu ke Dwinda. Mereka pun saling senyum. Dwinda dan Singwan duduk di bawah pohon, seperti biasa Dwinda duduk disamping Singwan,menyandarkan kepalanya di dada Singwan. Singwan pun berkata

__ADS_1


"Dwinda...kehilangan mu adalah rasa kekawatiran diriku terbesar, rindu memuncak megenggam jantung berdebar, aku di temani sabar, agar kembali menemukan dirimu yang hilang tak ada kabar."


Dwinda pun tersenyum, Singwan pun tersenyum, alam pun mendukung, malam semakin malam, dingin pun bertiup tenang, terjadi penyatu cinta dua ingsan di mabuk cinta, dan itu perbuatan terlarang di luar nikah. Setelah mereka sadar melakukan perbuatan dosa, maka Singwan berkata


"Maaf aku, terbawa suasana " kata Singwan


" Tidak apa apa, aku juga terbawa,dan tergoda" kata Dwinda


"Hari ini kita nikah" kata Singwan.


" tapi adat kita, kita harus mempunyai satu orang saksi." Kata Dwinda.


Mereka pun berpikir siapa yang jadi saksi. Lung tiba-tiba datang.Lung dijadikan saksi pernikahan mereka. Singwan dan Dwinda resmi jadi suami istri. Lung juga di angkat adik oleh Singwan dan Dwinda.


Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk mencari Kitab Pengabdian dan Kitab Murni, diperjalanan, mereka ketemu Jendral Kun, istri Jendral Kun dan para prajurit pengawal. Jendral Kun pun mengetahui bahwa Dwinda telah tahu, rencana licik dia untuk menjebak Dwinda. Maka Jendral Kun berniat untuk menyerang dan membunuh mereka bertiga.


Terjadilah pertempuran antara prajurit pengawal berjumlah empat orang melawan Lung, Dwinda menghadapi istri dari Jendral Kun, sedangkan Jendral Kun berhadapan dengan Singwan. Karena Lung terdesak melawan prajurit,Lung menyelamatkan diri ke hutan di puncak gunung. karena prajurit itu, merupakan prajurit terlatih. Sedangkan Dwinda melihat Lung yang terdesak, mengejar Lung dan prajurit,agar bisa menyelamatkan Lung. di tepi jurang Lung terdesak, Dwinda yang melihat itu mau menyelamatkan Lung, akan tetapi karena Lung dan Dwinda lengah mereka pun terkena serangan prajurit dan istrinya Jendral Kun. Lung dan Dwinda terjatuh dari jurang,tercebur ke sungai deras


Singwan melihat itu, juga melompat ke Jurang dan tercebur ke sungai deras. Jendral Kun dan istrinya Jendral Kun,ketawa sangat senang. Mereka pun meninggalkan jurang tersebut. Singwan, Lung dan Dwinda terseret arus.Di suatu tempat Lung dan Dwinda terdampar. Sedangkan Singwan terdampar terpisah dengan Lung dan Dwinda.


Dwinda dan Lung sadar dari pingsanya, mereka berada di sebuah rumah kecil, dan di depanya ada kakek tua, dan pemuda. Kakek itu mengatakan mereka tak sadarkan diri selama tiga hari.Mereka berdua di selamatkan oleh pemuda yang di samping kakek.

__ADS_1


Sedangkan Singwan yang sadar dari pingsanya, kaget karena melihat ada Burung besar di depannya, dan dia sudah berada di dalam goa. Badan Singwan terasa sakit, dan tak bisa bergerak sedikitpun, akan tetapi tiba-tiba burung itu, mengepak sayapnya dan keluarlah cahaya dari sayap dan masuk ke dalam tubuh Singwan. Singwan pun berasil pulih setelah sepuluh hari disana. Setelah Singwan pulih, dia pun berniat untuk mencari Lung dan Dwinda. Tapi di larang oleh burung tersebut, seperti ingin menunjukan sesuatu,bertapa kaget Singwan karena melihat di dalam goa ada tiga kuburan kecil.


( BERSAMBUNG ).


__ADS_2