Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Kenapa Kamu Singwan???


__ADS_3

Akan tetapi Dwinda malah berkuda kuda, dan dalam keadaan siap bertarung, begitu juga dengan Lung dan Furgi. Dwinda langsung menyerang orang yang berbadan besar dan bertanduk, Lung menghadapi orang kecil mengunakan senjata seperti kapit kepiting, sedangkan Furgi melawan pendekar yang seperti monyet.


Dwinda menyerang terus menerus Si Badan Besar, akan tetapi gerakan sangat lincah, Jurus Pedang Menyatu tak bisa mengenai Si Badan Besar. Walaupun terkadang Si Badan Besar terkena sabetan Dwinda, namun Si Badan Besar tak terluka sedikitpun, Dwinda pun mengeluarkan Jurus Harimau, dan serangan mulai jadi cepat, karena Sibadan besar kewalahan menghadapi Dwinda.


Akhirnya Sibadan Besar menggunakan Jurus Naga Raksasa, Keluarlah Naga yang besar dari tubuh Si Badan Besar. Keluarlah api besar dari mulut naga dan ditembakkan ke Dwinda.Dwinda pun kaget melompat, untuk melawan itu, Dwinda pun mengunakan Jurus Mata Harimau, tujuannya agar Dwinda bisa waspada,atas serangan Si Badan Besar. Mereka pun bertarung Sengit.


Sementara itu Lung yang menghadapi Si kecil, ternyata Si Kecil, yang ternyata, senjata itu yang di pakainya sangat berbahaya karena apa pun yang di sapitnya pasti mati, seperti pohon besar aja,yang kena ujung sapitnya gosong setetika. Lung pun berhati, menghadapi Sikecil. Untuk mengibangi Lung mengeluarkan Jurus Pedang Harimau. Mereka bertarung sangat sengit. Terjadilah ledakan ledakan yang hebat di mana mana.


Di lain tempat, Furgi menghadapi Simonyet, yang memakai Jurus Monyet Matahari, bedanya menyilaukan, Furgi tak dapat melihat langsung ke Simonyet.Karena itu, Furgi memakai Jurus Mata Harimau, untuk melihat lebih jelas Simonyet, walaupun begitu Simonyet tak begitu jelas, hanya bisa melihat sedikit badan monyet, walaupun begitu, Furgi dapat menghindari serangan Simonyet.


Pertarungan tiga melawan tiga itu,mengakibatkan banyak hewan kabur, dan banyak pohon hancur, ledakan-ledakan terjadi di mana-mana.Akan semua itu terhenti karena terdengar suara dari atas langit,yang perintahkan mereka berhenti,yang ternyata ada seseorang yang naik Garuda Raksasa, di ketinggian yang dua puluh meter keatas.


Turunlah Garuda itu, dan di atasnya ada orang yang memakai topeng dari besi. Seluruh wajahnya tertutup, matanya pun tertutup. Sibadan Besar, Sikecil dan Simonyet hormat pada Si Pendekar yang berada di atas punggung Burung Garuda Raksasa. Lalu Pendekar itu mempertanyakan apa yang terjadi dengan mereka.

__ADS_1


Setelah itu Simonyet menjelaskan, Si Pendekar mempertanyakan kepada Dwinda, tentang minta tolong apa, Dwinda pun menjawab, Dwinda minta tolong carikan Suaminya yang bernama Singwan. Pendekar Garuda itu ketawa. Itu membuat Dwinda bingung. Pendekar Garuda berkata


"Dwinda...kehilangan mu adalah rasa kekawatiran diriku terbesar, rindu memuncak megenggam jantung berdebar, aku di temani sabar, agar kembali menemukan dirimu yang hilang tak ada kabar."


Dwinda pun tersenyum, tapi keluarlah air mata, Dwinda menatap ke Pendekar Garuda, lalu berkata


" Singwan, apakah itu kamu?"


Dwinda yang ketakutan karena Burung Garuda Raksasa itu, terbang dengan cepat ke atas,sampai mereka di pucak gunung yang berada di kelilingi awan putih, karena gunung itu memang gunung tertinggi, puncaknya menembus awan.Tenyata ada rumah kecil dan disanalah Singwan tinggal.


Dwinda yang duduk di meja makan, disamping Singwan, lalu menayangkan mengapa Singwan makai topeng, Singwan membuka topeng tersebut,betap kagetnya Dwinda karena melihat mata Singwan yang buta. Singwan menceritakan bahwa dia menemukan Kitab Murni, dan berlatih Jurus Kitab Murni, tapi mengakibatkan kebutaan.


Singwan menceritakan tentang pertarungan dia dengan dirinya dengan sifat jahat, terjadilah pertempuran antara Singwan Jahat dan baik. Kedua Singwan seimbang, namun karena kelicikan Singwan Jahat diserang puluhan jarum pada mata mengakibatkan mata dia buta. akan tetapi Singwan baik bisa menang karena Singwan Jahat tak menyadari bahwa Singwan telah mengusai Ilmu Murni Mata Bantin, yaitu Ilmu yang bisa dikuasai oleh orang baik. Jadi Singwan Jahat tak bisa mengalahkan Singwan baik.

__ADS_1


Singwan pun menceritakan dia juga meningkat tahap ke empat yaitu Jurus adil dan beradab, jurus itu intinya juga hati.Tapi ini berfungsi untuk tenaga murni. dan kelima puncak dari ilmu tersebut adalah Segalanya Tuhan. Itulah cerita Singwan pada Dwinda. Dwinda pun ceritakan Jurus Harimau kepada Singwan, dan Lung dan Furgi menikah. Mereka saling cerita. Tiba- tiba Singwan mendapatkan telepati dari Garuda, bahwa Lung dan Furgi telah dia jemput oleh garuda.


Singwan mengajak Dwinda untuk keluar,untuk di ketemukan dengan Garuda, juga ada Lung dan Furgi. Dwinda, Lung, dan Furgi di kenalkan ke Garuda, Dwinda yang tak mengerti bahasa Burung Garuda Raksasa itu hanya bisa tersenyum. Tiba-tiba Singwan ditelepati oleh Garuda. Garuda memberi tahu di bawah tiga orang di bawah menyampaikan bahwa ada Jendral Kun mengirimkan surat untuk Si Pendekar Garuda.


Singwan pun turun, setelah minta izin kepada Istrinya. Sampailah Singwan dimana ada tiga orang tersebut. Dan ketiga orang itu memberikan surat. Dan ternyata itu Surat Undangan untuk Pendekar Garuda, agar hadir Di Pertemuan Besar Pendekar , pada lusa.Singwan pun kembali ke atas.


Singwan pun menceritakan tentang Surat Undangan tersebut, namun Dwinda tak setuju, karena menduga bahwa itu Jebakan Jendral Kun. Tapi Singwan menjelaskan bahwa dia ingin mencari tahu bagaimana masuk Ke Kerajaan, dia masih ingin tahu, keadaan orang tua Singwan dan Dwinda. Setelah itu, Dwinda mengizin , tapi Dwinda ikut.


Keesokannya Singwan, Dwinda, Lung, dan Furgi ke bawah. Ketemu dengan tiga orang. Dwinda , Lung dan Furgi di kenalkan dengan teman Singwan. Yang Sibadan Besar itu bernama Ganta, tanduknya itu di dapatnya ketika melatih jurus hitam yang bernama Jurus Naga Tanduk. Yang Sikecil itu bernama Dami mempelajari Jurus Kepiting.Dan yang seperti monyet itu namanya Gukong, di mengusai Jurus Monyet Matahari.


Mereka pun pergi ke tempat undangan. Ganta, Dami, dan Gukong,mengusai Jurus menyerupa, agar mereka tidak membuat penduduk desa takut. Sedangkan Lung dan Dwinda harus menyamar jadi laki-laki, karena Jendral mengenali mereka berdua. Di perjalanan mereka di serang oleh sekelompok Ninja.


( BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2