Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Desa Datang Mati


__ADS_3

Di gerbang di sebuah desa yang sepi, dan tidak ada pejaga atau penduduk, singwan dan dwinda yang berada di sana bingung karena desa yang mereka masukin sepi senyap, padahal di sana banyak rumah, tapi tidak satu orang pun yang tampak batang hidungnya, sampailah mereka ke tengah desa, tiba-tiba datang lima orang yang berpakaian seperti pengemis lalu berkata


" kalian siapa " kata pemimpin kelompok pengemis,


" kami hanya mengembara, yang tak tahu arah " kata singwan


" kalau begitu kami inginkan katong emas kalian, agar selamat, Di desa Datang Mati ini," kata pemimpin kelompok pengemis itu


" apa maksudmu, kami harus membayar, boleh aja kami membayar tapi tidak sekatong emas kami, tapi yang kami serahkan adalah satu perak ini." kata dwinda


" satu perak itu tidak cukup, kalau mau masuk kampung ini, kalian harus memberikan semua bekal kalian, kalau tidak kalian akan mati" kata pemimpin kelompok pengemis


" kami tidak akan menyerahkan emas atau harta kami pada kalian, kalau mau bunuh silahkan". kata singwan


" baiklah " kata pemimpin kelompok pengemis


Lima orang pengemis itu berkuda kuda, sedangkan singwan berbisik pada dwinda


" berhati-hati kita belum pernah bertarung, waspada lah kita tidak tahu kekuatan mereka, sebaiknya kita sembunyikan dulu jurus jurus kita,kalau terdesak baru kita keluarkan" kata singwan


" ya aku mengerti "kata dwinda


Singwan dan dwinda di serang oleh pengemis pengemis itu, dari kanan, dari kiri, dan dari atas, tapi dwinda dan singwan dapat menghindari,menahan serangan pengemis, singwan berkata pada dwinda


" ini saatnya menggunakan jurus,agar cepat menyelesaikan pertarungan ini,mereka hanya pertarung biasa, lemahkan tenaga mu" kata singwan


" ya tenang " kata dwinda


singwan dan dwinda mulai berkuda kuda, lalu dengan gerak cepat bisa menotok semua pengemis- pengemis itu, singwan berkata


" mengapa kalian melakukan perampokan ini " kata singwan


" kami melakukan karena untuk melidungi penduduk desa,juga cari uang untuk makan penduduk desa." kata pemimpin pengemis.


" melidungi dari siapa, dan mengapa harus di lindungi " kata dwinda


" lima tahun yang lalu, desa kami diserang oleh para perampok bepakain rapi, seperti kalian, dan mereka mengambil bahan pangan, dan setiap orang yang tertangkap, kalau dia laki laki pasti jadi pekerja paksa,dan perempuan jadi pemasak atau jadi pembantu tapi tanpa di bayar. jadi rumah di desa sini kosong, dan mereka bersembunyi terpencar pencar ,kami yang memiliki sedikit bela diri yang bisa keluar,dan melihat apakah aman atau tidak, karena terkadang mereka datang dengan ke desa sini dengan tiba-tiba ." kata pemimpin kelompok pengemis.

__ADS_1


" apakah kalian tidak takut dengan kami, karena berpakaian rapi, dan tidak curiga kalau kami adalah anggota perampok itu." kata dwinda


" kalian bukan anggota perampok Siringgit, yang memakai baju pendekar rapi, tapi mereka bukan hanya memakai baju rapi, tapi memakai ikat kepala berlambang matahari " kata pemimpin kelompok pengemis


" anggota perampok Siringgit, berapa banyak yang di sini " kata singwan


" mungkin hanya seratus orang, dan mereka bermakas di rumah kepala desa, semua hasil panen di sana, dan kita pemilik tapi kita yang beli pada perampok." kata pemimpin kelompok pengemis.


" Apakah tidak ada pihak kerajaan yang datang ke sini untuk membantu mengatasi masalah ini, " kata singwan


" tidak ada, karena kepala desa telah minta bantuan ke kerajaan, tapi semua utusan pasti mati, membuat kepala desa menyerah, dan kini kepala desa menghilang entah kemana." kata pemimpin kelompok pengemis.


" boleh melihat di mana penduduk desa ini," kata dwinda


" enggak bisa" kata pimpinan pengemis


" berarti kamu bohong " kata dwinda


" bagaimana aku bisa mengajak kalian ke sana kalau kami masih ditotok" kata pimpinan pengemis.


" hem bergitu" kata dwinda


" bu, sudah berapa lama ibu disini?" kata singwan


" mungkin sudah setahun," kata ibu itu.


" bagaimana anak ibu dan ibu makan? kata singwan


" lima orang pengemis itu sering membawa makanan untuk kami, ibu dan teman-teman tak bisa keluar karena ada perampok." kata ibu itu.


lalu dwinda dan singwan mendatangi 5 orang pengemis itu, lalu dwinda berkata


" ini tiga keping emas, belikan mereka makan, kami harus menyelesaikan masalah ini," kata dwinda.


Dwinda dan Singwan pergi, sampailah mereka di kampung sepi itu, lalu singwan berkata


" tunggu dulu, desa ini sepi dimanakah para pengemis itu mendapat makanan,"

__ADS_1


" ya benar, ayo kita kembali, kita selidiki mereka, " kata dwinda


Mereka pun dengan meringankan tubuh, kembali kesana, sewaktu mau sampai ke goa itu ,dari jarak jauh mereka melihat ada pengemis pengemis itu berjalan, salah satu pengemis itu berkata


" dasar pendekar pendekar bodoh, mereka terjebak dalam perangkap kita, pasti mereka di desa itu,telah di kalahkan oleh perampok- perampok itu." kata pimpinan pengemis itu.


"ya, mereka tak sebanding dengan perampok- perampok itu, kita dapat untung 3 keping emas, 1 keping emas cukup untuk para penduduk, dan biarkan mereka berebut makanan, kita dapat keping 2 emas,cukup untuk kita berlima." kata salah satu anak buah pengemis itu.


" ha.. ha... dasar pengemis-pengemis serakah " kata bapak yang datang dengan tiba-tiba,


"Hormat kami, pada bapak kepala desa" kata pemimpin kelompok pengemis.


" kalian ku perintah untuk menjaga penduduk dan membeli makan diluar ,agar penduduk bisa aman dan damai di persembunyian mereka, tapi jatah mereka kalian curi, membuatku kecewa, kembalikan kepingan emas, biarkan aku yang membagika makanan, untuk kalian berlima, ku usir dari wilayah Desa Datang Mati.


"maaf kami pak, jangan usir kami, kami janji tidak mengulangi " kata pemimpin kelompok pengemis.


" kembalilah, dan dengan 2 keping emas ini, belikan mereka makanan, tapi jangan sampai kalian tercium oleh para perampok itu.


" siap, kepala desa." kata pimpinan pengemis.


Pergilah para pengemis, lalu kepala desa berkata,


" dua pendekar jangan kalian bersembunyi di situ, keluarlah"


Keluarlah dwinda dan singwan, mendatangi kepala desa.


" kalian memang pendekar - pendekar hebat, gerakan halus, dan suara jejak kaki pun tak terdengar, pekenalkan aku Darma selaku kepala desa." kata darma


" iya, pak, hormat kami, " kata singwan dan dwinda


"apa tujuan kalian ke Desa Datang Mati." kata kepala desa


" kami hanyalah pengembara Yang tersesat, " kata singwan


"iya, beginilah keadaan desa, kami harus menghindari para perampok dan menjaga penduduk ." kata kepala desa.


Mereka pun berbicara, dan sudah mempunyai rencana untuk mengalahkan Para perampok itu.

__ADS_1


( BERSAMBUNG )


__ADS_2