
Kepala desa mengajak dwinda dan singwan ke tempat persembunyian kepala desa. yaitu rumah di dalam hutan.Mereka duduk di lantai, karena disana tidak ada meja makan atau kursi untuk tamu. Dan Singwan pun berkata
" Bapak Darma, apakah kamu tahu dimana kelompok kelompok kecil yang berkumpul, ?
" ya, aku tahu, tapi sebagian dari mereka ada enggak suka dengan ku" kata pak darma
" mengapa begitu? kata dwinda
"Perampok perampok itu datang karena aku. Lima tahun sebelum mereka datang desa ini damai dan aman, waktu itu aku melihat banyak penduduk mempunyai rumah kecil, dan makan hanya hasil panen, dan atau hasil mancing ikan. Mereka tak mengenal namanya uang, emas, atau alat bayar lainnya. Tapi bisa saling berbagi, gotong royong, dan tercipta kebahagiaan,dengan sistem saling tukar barang atau makanan." kata Pak Darma
Pak Darma pun melanjuntkan ceritanya
Tapi ketika keinginan tahu Darma tentang desa tetangga apakah mereka sama dengan penduduk di sini? atau ada cara lain? karena Darma bosan melihat tidak ada perubahan yang terjadi di desa ini.Desa ini memang terpencil dari 4 desa lainya, desa ini hanya bisa masuk dan keluar dari satu jalan yaitu gerbang masuk.
Darma pun pergi ke desa tetangga yang bernama desa naga, bertapa terkejut Darma karena rumah- rumah di sana besar- besar, dan ada emas,perak, untuk alat jual beli, itu membuat Darma bangga, jadi Darmaharus jadikan desaku seperti desa ini, itulah niatku.
Darma mencari tahu bagaimana melakukan itu, aku ketemu dengan Ling wanita cantik, yang mengenalkan sudagar bernama Arga, lalu Arga berkata pada Darma, Arga akan mengenalkan lima orang pedagang yang akan menjelaskan cara biar bisa jadi desa seperti desa naga ini. tapi harus tunggu 3 hari. setelah 3 hari Darma di kenalkan dengan lima orang yaitu Zek,Sean,Dea,Surya,dan Angga.
Mereka pun mengikuti ke desaku, sesampainya di desa, mereka menyebar, bertanya tanya pada penduduk, setelah itu, kembali ke gerbang masuk desa. aku pun ikut lalu zek berkata
" ayo kita kuasai desa ini !!!"
" iya ayo, kita nikmati sampai kita kenyang." kata Angga
" apa maksud kalian " kata Pak Darma
__ADS_1
"Dasar kepala desa bodoh, wilayah ini telah di jual oleh Arga pada kami, berarti semua yang di sini jadi miliku dan teman- temanku. dan sekarang teman-teman semua ayo kita serang."
Kagetnya Pak Darma karena melihat tiba-tiba datang ratusan orang, dan mereka menawan Pak Darma. sesampai di tengah kampung,masyarakat kaget karena serangan, jadilah penduduk kocar kacir, dan menyelamatkan masing-masing, dan mulai situlah wilayah desa ini jadi milik mereka.
itulah cerita pak Darma ke Singwan dan Dwinda. Singwan bertanya
" mengapa ketika aku dan Dwinda tidak ada menjaga?
" aku tak tahu, aku juga bingung, biasanya ada penjaga di depan gerbang. jadi kami tak bisa lari dari desa ini, akan tetapi mengapa kalian bisa masuk aku juga bingung." kata Pak Darma.
"Karena kalian adalah mangsa baru bagi kami, mulai tadi kami telah mengincar kalian. dan kami terus mengikuti kalian." kata orang berjongkok didepan pintu ( Surya )
bertapa kagetnya singwan dan dwinda tiba- tiba ada orang yang berjongkok di depan pintu, kepala desa pun berkata
" kalian akhirnya datang Surya dan Dea mulai tadi aku telah menahan agar mangsa kalian tak lepas,"
" Pak Darma..." kata singwan yang marah karena merasa di tipu oleh Darma
" maaf saya... tapi demi biar keluarga tidak kelaparan. " kata pak Darma
" jangan banyak ngomong " kata Dea
Dea pun mencabut pedang langsung menyerang dengan cepat Dwinda, karena Dwinda sadar dirinya di serang maka dia pun mencabut Pedang, dan terjadi pertarungan pedang, sedangkan Surya dan Singwan bersiap siap bertarung, yang aneh Surya gerakannya seperti monyet, dan itu jurus monyet memetik jambu, Singwan melihat itu lalu menggunakan jurus telapak besi, jadi ketika Surya menyerang singwan menahan dengan telapak, jadilah pertarungan yang hebat.
Karena Surya kesal dia mengeluarkan cambuk geni, lalu dia mencambukan ke lantai rumah itu, untuk menghindari itu, karena takut efek cambuk itu mengenai Dwinda, Singwan melompat langsung menggendong Dwinda dan melompat keluar rumah, tiba-tiba rumah itu membelah jadi dua, begitu juga dengan dea, Surya melompat. akan tetapi pak darma tak bisa menghindari dan tertimpa reruntuhan. singwan menelepati dwinda
__ADS_1
"menakutkan, Dwinda mungkin sebaiknya kita memakai jurus pasangan, agar ini selesai" kata singwan.
" Baiklah, aku yakin kamu bisa memimpin aku, tapi jurus apa" kata Dwinda
" Jurus pedang pasangan setia" kata singwan.
" baiklah " kata Dwinda
Dwinda dan Singwan mulai kuda kuda yang sama yaitu kaki menyilang, yang kanan di belakang, lengan kanan menekuk kedepan, dan tangan kiri merentang ke depan. Surya mencambukan sekali lagi geni itu, melihat serangan cambuk itu, sepasang kekasih itu melompat dan memutar badan mereka dengan cepat, membentuk seperti pusaran yang menyerang surya, serangan itu sangat cepat, dan surya terkapar ketanah, ( serangan pusaran setia adalah serangan yang bisa menembus lawan dengan cepat.) jadi Dea yang melihat itu tak diam saja, dia pun menyerang dengan pedang api, dengan cepat juga menyerang Singwan dan Dwinda, akan tetapi Dwinda dan Singwan sempat mengeluarkan tameng lambang cinta yang terbentuk dari pedang pasangan yang tipis.
Tak hanya diam Dwinda ingat pisau kecil yang di temukan di hutan, langsung di lemparkan ke arah dea, dea pun tak bisa menghindari dan tersungkur juga di tanah. Dwinda dan singwan pun memeriksa nadi surya dan Dea, ternyata mereka hanya pingsan
Dwinda dan Singwan mengikat ketiga orang yaitu, Surya,Dea,dan Darma di pohon itu. Karena kelaparan Singwan dan Dwinda pun memancinng, mendapat ikan ikan segar. Dwinda dan Singwan memasak ikan -,ikan tersebut ,membangunkan tiga orang tersebut. Dwinda pun menotok kaki. dan tangan kiri mereka masih terikat di pohon. Mereka pun memakan ikan, buah buahan yang dia temukan di pohon dekat sungai,hanya pakai tangan kanan
Sementara di rumah Kepala desa, Zek,Sean, dan angga, Zek pun berkata
"ada apa ini, aku merasa ada dua orang yang memiliki kekuatan yang akan bisa menghancurkan kita, tapi kini telah menghilang."
" ya, aku juga merasakan kekuatan, yang tak dikira. Tapi kini, telah menghilang, " Kata Angga
" sebaiknya kita nyusun kekuatan baru dan sertergi baru, karena mereka bukan lawan biasa," kata Zek
" aku punya rencana," kata Sean
"bagaimana caranya" kata Zek
__ADS_1
sean pun mebisikan pada Zek dan zek pun setuju untuk melakukan itu. Dan mereka pun menyusun rencana yang mateng, Sean dan Angga mempersiapkan diri untuk serangan tersebut.
( BERSAMBUNG )