
Sedangkan Singwan yang sadar dari pingsanya, kaget karena melihat ada Burung besar di depannya, dan dia sudah berada di dalam goa. Badan Singwan terasa sakit, dan tak bisa bergerak sedikitpun, akan tetapi tiba-tiba burung itu, mengepak sayapnya dan keluarlah cahaya dari sayap dan masuk ke dalam tubuh Singwan. Singwan pun berasil pulih setelah sepuluh hari disana. Setelah Singwan pulih, dia pun berniat untuk mencari Lung dan Dwinda. Tapi di larang oleh burung tersebut, seperti ingin menunjukan sesuatu,bertapa kaget Singwan karena melihat di dalam goa ada tiga kuburan kecil.
Singwan pun mendekati ke tiga kuburan kecil, di kuburan pertama tertulis KUBURAN KALIMAT TAK DIPAHAMI. Dan burung itu memberi isyarat, meminta Singwan untuk membongkar kuburan tersebut.Singwan pun membongkar kuburan tersebut,ternyata isinya Kitab Kalimat. Singwan pun membaca,setelah membaca kitab tersebut isinya adalah Jurus bebicara dengan Burung raksasa itu.
Singwan pun belajar Jurus itu, setelah berapa lama Singwan belajar, Singwan berasil menguasai Jurus Kitab Kalimat itu.Singwan mencoba berbicara dengan jurus tersebut,dan jurus tersebut menggunakan telepati bahasa burung atau hewan lain. Setelah itu Singwan bisa bebicara dengan burung tersebut. Burung tersebut menceritakan tentang tiga kuburan itu.
Burung tersebut menceritakan bahwa dia Burung Garuda, tapi jenis Garuda raksasa, Dia burung yang ketiga,yang menjaga tiga kuburan tersebut.Garuda tersebut menceritakan tentang tiga kuburan itu, Ratusan tahun yang lalu,ada pendekar sakti bernama zira, dia menguasai Jurus Pedang, Tongkat,bahkan Panah.
Zira menguasai tenaga murni,dan semua rahasia tebaga murni itu,ditulisnya di dalam Kitab Murni. Dan yang menguasai Ilmu kitab tersebut, dia akan jadi pendekar tak terkalahkan, tapi Kitab Murni tak terkenal seperti Kitab Pengabdian. Semua pendekar mengatakan kitab itu telah musnah.
__ADS_1
Zira dulunya hidup digoa ini, bersama empat burung garuda raksasa,dua betina dan dua jantan. Burung Garuda Raksasa hanya bisa melahirkan satu anak, jadi lahirlah dua lagi jadi enam burung garuda. Tapi anehnya Burung Garuda jenis raksasa tak bisa terbang tinggi, mungkin bisa hanya satu meter.
Tapi empat Burung Garuda bisa terbang tinggi karena Ilmu Murni oleh Zira. Tapi yang ke lima dan enam tak bisa terbang tinggi, karena Pendekar Zira mati karena sakit.Ke empat burung pun juga mati, jadi burung ke lima dan ke enam tak bisa terbang tinggi, sampai dia Burung Garuda Raksasa yang sekarang tak bisa terbang tinggi. Kerena tak ada Zira, dan tak ada pendekar menguasai Jurus di Kitab Murni.Tapi sebelum nati Zira membuat tiga kuburan tersebut. Itulah cerita Burung Garuda.
Jadi Burung Garuda minta tolong, agar Singwan belajar Ilmu Kitab Murni, agar Burung Garuda Raksasa bisa terbang tinggi, dan agar Burung Garuda bisa membawa daratan di atas.Burung Garuda meminta Singwan juga mengusai semua Jurus sejata yaitu Pedang,Tongkat, dan Panah. Dan letak senjata itu di kuburan kedua yang Tertulis KUBURAN SENJATA. Sedangkan Kitab Murni ada di kuburan ketiga yang tertulis KUBURAN KITAB.
Singwan pun membongkar kuburan kedua dan ketiga, tapi untuk mengusai ilmu Kitab Murni Singwan harus menguasai Jurus Pedang, Tongkat dan Panah tersebut. Ketika Singwan mengakat Pedang zira beratnya sepuluh kali lipat pedang biasa, begitu juga dengan Tongkat dan Panah. Singwan pun mulai latihan Jurus Pedang, Tongkat dan Panah tersebut di bantu oleh Burung Garuda.
Kata Kakek Say, Jurus Harimau adalah jurus tangan kosong dan mengandalkan serangan dekat dan kecepatan. Oleh karena itu tenaga fisik harus kuat. Setelah Satu tahun mereka berdua baru mengusai dasar dari Jurus Harimau, tapi tetap tak menyerah. Jurus Harimau memang susah untuk perempuan, karena Jurus Harimau itu cocoknya untuk laki-laki.
__ADS_1
Lung dan Dwinda juga belajar Ilmu pengobatan dengan Furgi. Mereka berdua dengan mudah menguasai Ilmu pengobatan itu. Karena segubuk dengan Furgi dan juga belajar Ilmu pengobatan dengan Furgi. Lung merasakan jatuh cinta pada Furgi,begitu juga denga Furgi. Lebih aneh lagi Lung bisa membuat Furgi pulih seperti pemuda biasa. Lung mengobati Furgi dengan ramuan yang racik oleh Lung dan keinginan Lung yang cinta pada Furgi, Ingin Furgi pulih dan menemani Lung selamanya.
Sementara itu di goa, Singwan yang melatih Pedang yang berat itu, setelah satu tahun berasil menguasai pedang berat itu, begitu juga dengan Tongkat dan Panah.Tapi untuk mengusai senjata-senjata tersebut Singwan berlatih berat seperti berandam di air dingin,berlari dengan beban di kaki dan tangan di ikat beban ringan sampai berat, dan melawan air terjun.
Singwan pun mempelari Ilmu di Kitab Murni. Yang tertulis di Kitab Murni itu adalah kitab yang mengajarkan tenaga dalam murni, sifat yang harus di miliki oleh pendekar ingin menguasai Ilmu Murni adalah Sifat adil untuk diri sendiri, dan orang lain, Sifat hikmat dan bijaksana, sifat menyatu , sifat beradab baik semua makluk dan Sifat mengenal Pemilik alam dan isinya. Dan sifat yang mengenal pemilik alam dan isinya adalah puncak seluruh Ilmu dari Kitab Murni.
Singwan pun mulai melakukan latihan Kitab Murni. Pertama kali Singwan Latihan dengan Sifat adil yaitu membelah batu besar, dan harus sama besarnya setelah di belah.Singwan mencoba membelah dengan Pedang berat tapi hasilnya tak sama, Singwan pun terus mencoba dan mencoba tapi belum berasil.Singwan melakukan itu mulai pagi sampai senja tapi tetap tak berasil. Singwan pun istirahat.Tapi dalam istirahat Singwan masih terpikir bagaimana cara membelah batu besar jadi sama rata.
Malam hari Singwan latihan lagi, tapi masih tak berasil. Setelah istirahat sejenak berpikir tentang adil.Singwan teringat bahwa ketika ada orang memiliki banyak anak dan orang memiliki dua orang anak ,maka pemilik bantuan pasti memberi uang lebih banyak kepada orang banyak anak. Karena kalau sama jumlah maka tak akan cukup untuk orang yang banyak anak ini. Singwan mengingat adil di dalam pengadilan ,biasanya ada unsur- unsur menyebabkan hukuman berkurang atau bebas semua untuk keadilan. Maka Singwan pun mengerti bagaimana cara membelah batu dengan sifat adil.
__ADS_1
( BERSAMBUNG)