Pendekar Garuda

Pendekar Garuda
Politik Kejahatan DiBalik Kebaikan


__ADS_3

Dulunya Raja Riu menggunakan strategi politik yaitu kejahatan atau kebaikan bisa terbalik ,oleh Jendral Riu. terciptala kebaikan Jendral Riu dimata masyrakat,karena ada kelompok kejahatan yang di ciptakan oleh Jendral Riu, dan di ciptakan juga Penyihir ,penjahat yang lain.


Jendral Riu membentuk Perampok Siringgit, yang di kepalai Siringgit, memang Sirnggit adalah perampok, tapi bukan kelompok perampok yang sekarang. Perampok Siringgit dulu memrampok para korupsi, tapi uangnya di kembali ke rakyat, sedangkan yan perampok sekarang, adalah yang kejam, dan mereka bukan kelompok Siringgit yang dulu.


Siringgit yang dulu adalah Pendekar sakti, dialah Pendekar pewaris Ilmu Pengabdian. Dan Siringgit tertangkap oleh Jendral Riu atau Raja Riu. Setelah peristiwa tertangkapnya Siringgit, dan Siringgit pun menghilang, tapi Kelompok masih ada sampai sekarang, itulah yang di bentuk oleh Raja Riu.


Sedangkan Perdana Mentri Marjan, adalah Pendekar Panah,orang yang bijak juga adil, sangat berjasa untuk kerajaan, akan tatapi di fiknah oleh Jendral Riu. Saat itu ada pembangunan istana khusus untuk Putra Makhkota Ghani, kakak dari Putri Dwinda.


Selama setahun jadilah istana itu,tinggalah Putra Mahkota,dan terjadilah Pristiwa Putra Mahkota mati ditusuk pedang.Kebetulan Pedana Mentri berkunjung,dan melihat Putra Mahkota telah tersuk pedang, jadi Perdana langsung menolong dengan cabut pedang di perut Putra Mahkota,setelah berasil mencabut pedang, Jendral Riu dan prajurit masuk, melihat pedang di tangan Pedana Mentri, dan Putra Mahkota tewas, maka Pedana Mentri di katakan sebagai pembunuh Putra Mahkota.


Di pengadilan tiba-tiba banyak prajurit dengan mengatakan sering mendengar rencana Perdana Mentri ingin merebut tahta Raja, dengan cara membunuh Putra Mahkota, dan Raja tak punya keturunan lagi, maka Pedana Mentri pengganti tahta Raja, itu menjadi peraturan Kerajaan. Ternyata prajurit itu, dibayar oleh Jendral Riu untuk menyebarkan fiknah itu .


Ternyata ada lagi, tuduhan untuk Perdana Mentri,Jendral Riu dan prajurit, membawa bukti bahwa Perdana Mentri telah Korupsi pada saat Pembangunan Istana Putra Mahkota. Hitungan pembangunan itu bukan seribu emas, tapi hanya lima ratus emas.Itu semua fiknahan Jendral Riu ke Perdana Mentri.


Perdana Mentri akhirnya di terbukti bersalah,membuat dihukum seumr hidup.

__ADS_1


Setelah sebulan dihukum,Perdana Mentri Marjan mati. Pendekar Garuda pun menjelaskan bahwa Jendral Kun bukan putra dari Perdana Mentri, karena Perdana Mentri tak punya putra,tapi mempunyai seorang Putri.


Bergitu juga politiknnya Jendral Kun, ingin menjadikan Tan Pendekar Penghancur, Pendekar Garuda menjadi sebagai pemberontak nagara. Setelah itu, Jendral Kun menjadi Pahlawan dimata rakyat. Setelah itu mulailah Jendral Kun mepengaruhi prajurit agar mengikuti Jendral Kun.


Setelah selesai Pendekar Garuda menjelaskan tujuan dari Jendral Kun mengadakan pertemuan Pendekar ini. Para Pendekar pun meninggal tempat itu. Tersisa Pendekar Garuda atau Singwan, Dwinda, Lung ,Furgi,Dami,Gukong, dan Ganta. Dan disana ada Jendral kun yang lemah tak berdaya,duduk bersandar di kursi. Sedangkan anak buahnya kabur, meninggal Jendral Kun.


Singwan atau Pendekar Garuda berniat untuk membawa Jendral Kun ke rumah keagamaan di desa itu, agar bisa menjadi orang baik. Akan tetapi sebelum mereka membawa Jendral Kun, ada yang menyerang dengan cepat, menotok, Dwinda dan yang lain, kecuali Pendekar Garuda atau Singwan,terjadilah pertarungan sangat sengit antara Pendekar Garuda atau Singwan dengan Pendekar mesterius.


Mereka bertarung seimbang, setelah beberapa lama Pendekar mesterius itu menghentikan pertarungan, mereka hanya saling tatap,lalu Pendekar Garuda mempersilahkan pendekar mesterius itu membawa Jendral Kun, lalu meninggal tempat itu. Tindakan Pendekar Garuda itu membuat temannya heran dan bingung. Semua temannya mempertanyakan hal itu tapi tak di jawab oleh Singwan atau Pendekar Garuda.


Semua orang terdiam mendengar itu,Pendekar Garuda menjelaskan,sewaktu bertarung dengan Pendekar Mesterius itu, Singwan telah membaca bahwasanya Pendekar Mesterius itu Siringgit yang menguasai Kitab Pengabdian. Setelah Siringgit menghentikan pertarungan, mereka saling tatap,ternyata saling bertelepati.


Ditelepati itu Pendekar Garuda atau Singwan dengan Pendekar Mesterius atau Siringgit itu bebicara tentang rencana Siringgit, yang ingin mengembalikan nama baiknya, dan rencana menggunakan Jendral Kun,untuk melindungi rakyat dari Raja Riu yang memiliki niat jahat terhadap rakyat.


Setelah mendengar penjelasan rencana Siringgit, maka Singwan mensetujui itu.Dwinda dan teman temannya pun mempercayai bahwa Pendekar Garuda bisa mempertanggung jawabkan rencana itu, dan rencana itu untuk melindungi rakyat.

__ADS_1


Mereka pun memutuskan untuk berpisah, Ganta,Dami,dan Gukong,pergi ke arah barat,untuk mecari yang di perintahkan oleh Singwan. Lung dan Furgi pergi ke timur mencari yang di perintahkan oleh Singwan. Sedangkan Singwan dan Dwinda pergi mencari Kitab Pengabdian.


Sementara itu di Kerajaan,Raja Riu dan Penesehat Kerajaan berbicara. Penesehat mengatakan bahwa Raja Riu harus waspada, karena Pendekar hebat telah lahir yaitu pendekar menguasai Kitab Murni, dan bisa membahayakan kekuasaan Raja Riu.


Raja Riu memperintahkan untuk Penesehat meninggalkan Raja Riu sendirian. Raja Riu berjalan ke kamarnya dan duduk bersila dan bertapa, dengan ilmunya Raja Riu melacak pendekar yang di maksud, Raja Riu melihat sosok pendekar dan garuda raksasa.


Raja memutuskan untuk mengeluarkan Jurus Melepas Sukma dan menemui Pendekar Garuda di alam Sukma. Mereka pun ketemu, tapi Raja Riu tak bisa melihat wajah Si Pendekar Garuda tersebut ,karena di Alam Sukma pun Pendekar Garuda memakai topeng sakti, yang tak bisa di tembus oleh Pendekar sakti siapa pun.


Di Alam Sukma Raja Riu dan Pendekar Garuda berbicara tentang pemerintahan dan peraturan yang merugikan rakyat. Pendekar Garuda meminta agar Raja Riu menghentikan Peraturan pemerintah itu.


Tapi Raja mengatakan bahwa Peraturan itu seperti itu,seperti merugikan rakyat,tapi itu untuk kebaikan rakyat. Pendekar Garuda tetap melawan peraturan pemerintah itu. Dan Raja Riu menatang untuk bertarung dengan Pendekar Garuda di Alam Sukma ini. Mereka pun sama-sama bersiaplah siap bertarung. Raja Riu menyerang Pendekar Garuda, dengan kecepatan tinggi, Pendekar Garuda bisa mengibangi.


Pertarungan Pendekar Garuda dan Raja Riu sangat sengit, benar-benar menguras tenaga. Raja Riu mengelurkan Jurus Tapak Rajawali dan Pendekar Garuda menggunakan Jurus Tepak Garuda. Pertarungan dua pendekar burung sakti yang sangat cepat, dan sangat dasyat. Mereka pun sama-sama kehabisan tenaga, Raja Riu mengelurkan Jurus Super Rajawali, dan dasyatnya tenaga itu membuat gempa,langit menjadi gelap,petir di mana-mana, angin bertiup kencang, tenaga super itu, membuat Pendekar Garuda kagum kekuatan itu.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2