
Bab 11
Una menggenggam tangan kayla erat, kemudian beralih tempat menuju taman belakang, karena taman belakang alex penuh dengan pohon yang rindang, kayla dan una tidak kepanasan saat berjalan-jalan ditaman saat siang hari.
Tempat yang sejuk untuk beristirahat, ya sangat cocok untuk duduk dan berdiam diri disni, sayang nya, aku tak bisa sembarangan untuk menepati tempat ini sesukaku, bagaimana pun, aku hanyalah pendatang yang akan segera pergi dari rumah ini, hanya menunggu waktu yang pas untuk menyelesaikan permasalahan koper yang hilang itu.
Una sangat pintar, ia mendengar apa yang di nasehat kan dengan baik, padahal anak seusia nya pasti sering mengomel jika terus dinasehati, una terus mengikuti arah kayla berjalan, tampa bertanya kemana ia akan pergi. Padahal dari ujung matanya sudah terlihat tetesan air mata yang menahan kantuk.
“Haaaammm?” una menguap dengan mata yang sudah mulai terpejam.
Tidak heran, tempat ini cukup sejuk untuk beristirahat, angin yang berhembus pelan siapapun akan terhipnotis untuk tidur
Aku pun juga sudah mulai merasakan rasa kantuk yang menembus mata ku, rasanya ingin tidur di taman ini tampa perlu ke kamar lagi. Ya itu hanya pemikiran konyol ku saja, jika ini rumah ku, sudah kulakukan apa yang ingin ku lakukan.
Namun sayangnya, ini rumah psikopat yang selalu mengancam ingin membunuh, bagaimana aku bisa tidur dengan nyenyak jika tuan ku seganas itu.
“Una sudah mengantuk ya, karena sudah berjalan-jalan sebentar, kaka akan menidurkan una dikamar, ayo kaka gendong.”
Kayla menggendong una menuju kamarnya, saat di perjalanan tadi una memang sudah tertidur, kayla merebahkan tubuh una di ranjang dan menyalakan ase tampa menyelimuti tubuh una dengan selimut, karena siang hari, terkadang angina hanya sebagai penyejuk sesaat. Karena cuaca nya sering panas, kayla tidak membuat tubuh una diselimuti.
“Syukurlah sudah tidur, waktu berjalan sangat cepat, padahal tadi aku baru menemani una untuk sarapan pagi, dan sekarang sudah siang, apa jam nya rusak, atau memang hari ini begitu cepat berlarut,” gumam kayla dengan menatap jam dinding di kamar una
“Sebaiknya aku juga beristirahat.”
__ADS_1
****************
Langit menunjukan warna jingga, hari sudah mulai sore namun seorang pria berjas hitam masih tertidur dengan nyamannya dimeja panjang.
“Ah..” Alex merenggang tangan nya dengan leluasa.
“Sudah sore, jam berapa ini,” Alex menyalakan ponse.l “Sudah jam 6 sore, aku tidur terlalu lama, ah.. ini semua kerena kepala ku pusing dengan kehadiran gadis itu, hari-hari ku penuh dengan masalah sejak gadis itu datang, mengapa aku harus menampung nya di rumah ini,” keluh alex kesal.
Alex bangun dari kursi, dengan rambut yang acak-acakan ia mencoba mendorong meja kembali ke posisi semula, saat alex mencoba mendorong meja yang dipikirnya akan bergerak tetap ditempat tak bergeming.
Alex berpikir mungkin saja karena kesadarannya belum pulih dari tidurnya, ia bahkan tak mampu mendorong meja yang bahkan hanya terbuat dari kayu.
Tampa berpikir panjang alex beralih dari tempat nya berdiri dan kemudian bergegas keluar dari ruang kerjanya.
Alex pergi menuju kamarnya, meninggalkan rungan kerja yang sudah terkunci dari luar, ia sengaja mengunci pintu nya, agar kayla tak masuk dan membuat ulah lagi didalam sana
Seusai mandi alex kembali keruangan kerjanya, dengan pakaian berganti kaos tidak lupa dengan handuk kecil yang masih menempel di bahunya, rambut yang sekilas masih terlihat basah meneteskan butiran-butiran air dari helaian rambutnya
Saat sampai di ruangan kerjanya, ia kembali mencoba mendorong meja yang masih tidak berubah letaknya, entah sudah beberapakali alex mendorong meja itu, tak sedikit pergerakan yang terlihat dari meja usang milik ayahnya.
‘Apa karena aku lelah, atau meja ini yang memang berat, aku bahkan tak bisa mendorong meja ini sedikit pun, tidak mungkin gadis itu bisa melakukannya sedangkan aku tidak,” gumam alex yang heran dengan keberadaan meja panjang ini
Alex terdiam sesaat, sesekali ia mengukur kembali mejanya, ia berharap setidaknya ada pergerakan sedikit setelah ia mendorong nya, dan benar saja, meja itu tak bergerak secuil pun, hanya menetap ditempat tanpa ada reaksi yang berubah sedari tadi.
__ADS_1
“Sekali lagi, tidak mungkin kalo aku tak bisa mendorong meja usang milik papah kan, apa kata orang jika melihat ku seperti ini, dan lagi tidak mungkin pula gadis itu bisa mendorong meja tua ini secara mudah sedangkan aku tidak,” Alex lagi-lagi mendorong dengan sekuat tenaga, dengan berbagai macam gerakan pendorong ia coba lakukan, bahkan berniat mengangkat meja itu agar berpindah tempat ke semula, namun apa pun yang coba ia lakukan hasilnya tetap sama, meja nya tetap kokoh tampa ada sedikit goresan untuk berpindah tempat.
“Apa yang sebenarnya dia lakukan gadis aneh itu, apa dia memaku meja ini, sampa-sampai ku dorong pu tak bisa bergerak sedikit pun!” geram alex yang sudah lelah mendorong meja seperti batu itu.
Alex menatap pintu, dengan berdecak kesal ia keluar tampa menutup pintunya kembali, alex berjalan di tiap lorong mencari gadis yang bernama kayla, namun hanya satu orang yang tau jawabannya, yaitu sarah gadis berambut pirang yang sempat beradu argument dengan kayla.
Ia berpikir bahwa kayla akan mendapat masalah besar karena alex mencarinya dengan wajah yang kesal.
Sarah yang juga seorang pelayan. Bergegas menunjukan arah letak kamar kayla berada, saat sesampai di pintu kamar yang merupakan kamar kayla didalam nya, alex segera masuk tampa memperdulikan orang didalamnya, bagi alex ini adalah rumah nya, tidak ada sopan santun antara majikan pada bawahannya.
Ya itu yang selalu menjadi prinsip pada benaknya, tidak heran jika dia selalu berlaku kasar pada kayla.
“Kayla keluar kau! Cepat kemari!” perintah alex dengan nada yang tinggi
Kayla tersentak kaget dari bilik kamarnya, dengan terburu buru ia berlalu menuju pintu, ia tau siapa yang sedang memanggilnya, baginya suara itu taka asing lagi ditelinga, siapa yang berani membentaknya selain alex.
“Ada apa tuan mencari saya?” ucap kayla dengan nada yang rendah.
“Kemari kau!” alex menarik lengan kayla kasar menuju kembali ke ruangannya
Kayla melirik baju yang dikenakannya
Saat ini ia mengenakan baju kaos bukan baju pekerja pada umumnya, karena sudah malam, kayla tidak memakai lagi seragam pelayannya, melainkan memakai pakaian biasa ala rumahan, kayla hanya bekerja di pagi hingga sore hari, jika malam tiba, kayla sudah berganti pakaian dan beristirahat di kamar karena pekerjaannya telah usai ia hanya memakai pakaian kaosnya saja, Kayla memakai pakaian berlengan pendek dikuti dengan celana pendek sepaha.
__ADS_1
‘Astaga aku lupa menganti baju ku dulu, celananya terlalu pendek, ini berbahaya untuk ditatap pria gila seperti dia’ bernat nya.