Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 15


__ADS_3

Bab 15


“Tapi tuan juga harus menemani saya ya..”


“Ya cepat masuk.”


Alex memijit pelipisnya sesaat, ia merasa pusing karena selalu meladeni perdebatan bersama kayla, entah mengapa sejak gadis ini datang alex sedikit banyak bicara dan selalu meladeni ocehan kayla tampa ia sadari.


Kayla masuk dengan senter hp yang ia genggam, langkah demi langkah ia berjalan menuruni tangga, tidak lupa alex yang juga mengekorinya dari belakang, keduanya diam selama berada di ruangan bawa tanah entah sampai kapan ruangan itu menjadi bisu karena tak ada satupun yang mau memulai pembicaraan.


Kayla memegang senter dengan kaki yang bergetar, raut wajahnya sedikit mengkerut karena rasa takutnya yang begitu besar, disisi lain, alex hanya sibuk melihat-lihat ornament dinding yang sudah mulai usang.


Banyak dari barang-barang dipenuhi sarang laba-laba dan gumpalan debu yang bertumpuk, sepertinya ruangan itu sudah lama tidak digunakan lagi, hal ini terlihat dengan lingkungan ruangan yang berdebu dan lampu neon yang sudah mulai rusak.


Alex berjalan memisah dari kayla, kayla sendiri tak menyadari bahwa alex sudah meninggalkannya sedari tadi, kayla terus mematung ditempat, ia sulit bahkan tak berjalan selangkah pun, alex sendiri berjalan tak tentu arah, ia sibuk melihat satu-demi satu ruangan yang terlihat memiliki banyak pintu itu.


“Ruang utamanya sangat kecil, namun banyak sekali pintu disini, apa yang ayah sembunyikan dari rungan-ruangan ini, dan pintunya juga terkunci” alex mencoba memutar kenop pintu, namun tak berhasil bukannya.


“Apa ayah masih menyimpan kunci itu, disini terlalu gelap, sulit bagi ku melihat barang-barang yang ditinggalkan ayah disini, ada saklar lampunya, tapi tidak bisa digunakan, lampunya rusak, ini sudah terlalu lama tidak diurus, lampu-lampunya perlu diganti.”


“Aku penasaran dengan semua ruangan ini, aroma amis sangat menyengat disini, apa ruangan ini tempat ayah mengeksekusi semua musuhnya, jika memang benar, itu sangat membuat ku penasaran,” Alex melirik satu ruangan yang memiliki tangga menuju lantai bawah.


Alex menerangi ruangan gelap tuh dengan senter di tangannya, semakin ia menuruni tangga, semakin menyengat pula aroma amis darah yang taka asing di hidungnya.

__ADS_1


Dek..


Alex terkejut saat sampai diujung tangga terakhir, dengan tangannya ia meraba-raba didinding mencari saklar lapu untuk menerangi ruangan yang saat ini ia pijak.


Cclak.


Lampu menyala walau penerangannya tak begitu terang tetapi sudah mampu memberi cahaya di ruangan itu, alex terdiam, dengan raut wajah yang menegang, banyak setumpuk mayat yang sudah berubah menjadi rangka kosong terikat di kursi, pakaian pada rangka-rangka kosong itu masih melekat ditubuh.


Alex selangkah-demi selangkah maju menerobos sekumpulan rangka-rangka kosong tyang terikat itu, ia memperhatikan dengan seksama pakaian-pakaian yang dikenakan si mayat. banyak dari semua rangka itu masih menyisakan darah kering di pakaiannya.


“Ayah membunuh dan membiarkan mayat ini membusuk dengan sendirinya.”


Alex mengambil senjata berpisau yang tergeletak disisi kerangka kosong yang bertumpuk disudut.


Cukup serius alex memandang tiap-tiap rangka yang terikat di kursi, banyak dari mereka mengenakan pakaian berjas dan berkemeja, perhiasan yang mereka kenakan pun masih melekat kuat, contohnya rangka yang memakai jas hitam yang berada tepat disisi kiri alex yang sedang berdiri, kalung emas masih melekat dilehernya,sayangnya gelang dan juga cincinnya sudah terjatuh akibat pembusukan ditubuh membuat perhiasaan yang berada ditangan nya semua terlepas dengan sendirinya.


“KYAAA!.” teriak kayla dari ruangan yang berbeda.


Alex terkejut saat mendengar suara teriakan yang begitu nyaring ditelinga nya, ia dengan cepat berlari menuju kayla yang berada di ruangan berbeda.


“Ada apa?” Tanya alex dengan wajah yang serius.


“Iiii..itu, di..disitu,” kayla menunjuk kearah sebuah kotak berbentuk persegi empat yang berada tepat disebelah rak buku.

__ADS_1


Alex melirik kerah tempat yang kayla tunjuk, dan kemudian bergegas berjalan menghampiri kotak yang sudah terbuka tutupnya. Alex mengerutkan keningnya, ia menjadi penasaran dengan apa yang dilihat kayla dikotak itu, saat cahaya dari senternya melewati kotak itu, terlihat lah isi didalamnya.


Nampak di dalamnya dipenuhi senjata yang masih memiliki bercak darah yang sudah mo


mengering, dan sisi yang lain ada beberapa kertas putih yang bercap darah dan stempel aneh yang belum pernah alex lihat, terakhir kali yang ia ingat adalah saat ayahnya masih tinggal bersamanya di mansion ini, stempel seperti ini sempat ia lihat saat ayah nya memintanya memasangkan di kertas dokumen kerja yang belum alex pahami saat itu.


Alex memegang sekumpul dokumen berstempel itu dan kemudian memberikan nya pada kayla. “Ambil ini, letakan ini di mejaku saat kita kembali nanti,” pinta alex pada kayla yang sudah dibalas anggukan.


“Tuan tadi pergi kemana? Kenapa meninggal kan saya, disini sangat menyeramkan tuan, sebaiknya kita kembali sebelum pintunya tertutup tuan,” ucap kayla yang sudah mulai merasa cemas.


Pintu pembuka ruangan bawah tanah ini memang ada, namun saat pintunya tertutup sulit bagi keduanya untuk membuka pintu kembali, berhubung saklar listrik didalamnya tidak berfungsi, akan menjadi maslah besar jika keduanya terjebak didalam dengan waktu yang cukup lama.


“Ayo kita kembali,” sahut alex berjalan duluan menuju tangga bagian atas.


Kayla mengikuti alex dari arah belakang, karena tangga nya tidak terlalu panjang, alex dan kayla sampai tepat waktu disaat pintu ruangan bawah tanahnya juga ikut tertutup.


“Tuan, apakah tuan sungguh tidak tau ruangan bawah tanah ini sajak tinggal disini, jujur saja, saya sungguh memiliki banyak kecurigaan yang amat besar di ruangan itu, di sana terlalu banyak bau amis yang tidak asing di hidung manusia tuan, dan didalam sana juga banyak senjata tajam, maaf jika saya menyinggung keluarga tuan, apakah tempat itu adalah ruangan bekas pembunuhan masal tuan?” Tanya kayla dengan wajah yang serius.


Alex tercengang mendengar pernyataan dari kayla, sejujurnya apa yang dikatakan Kayla sepemikiran dengan apa yang ia pikirkan, ya walau begitu alex lebih tau siapa pelaku dari semua yang terlihat hari ini.


Alex mengira kayla tak terlalu memikirkan dan memusingkan dengan apa yang dilihat, ternyata ia sedikit keliru, tidak heran jika dia mencurigai tempat ini, karena letak ruangan ini yang cukup tersembunyi dan juga banyak barang aneh didalamnya, siapapun yang melihat hal itu, pasti sudah menebak bahwa ruangan ini tidak biasa.


“Kau benar, aku harap kau bisa diam dan menyembunyikan apapun yang kau lihat hari ini, jangan biarkan orang lain selain mu tau, aku tau kau sudah melihat banyak ruangan didalam sana, dan tentunya kau juga sudah memeriksanya bukan, kau memang penakut, tapi juga memiliki tingkat penasaran yang tinggi, jadi jangan bersikap seolah-olah kau tak tau apa apa.”

__ADS_1


__ADS_2