Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 9: Tidak mau di tindas


__ADS_3

Bab 9: Tidak mau di tindas


“He mau kemana kau,” panggil alex lagi dari meja makan.


“Tadi disuruh pergi,” keluh kayla lagi tak mau kalah.


“Aku menyuruhmu pergi dari hadapan ku, bukan mengusir mu pergi dari rumah ini,” jelas alex lagi melihat kayla sudah berjalan menuju pintu utama.


“Oh gitu ya hehehehe,” tawa kayla dengan wajah polosnya.


‘Oh astaga mengapa aku harus menampung orang aneh seperti ini di rumahku," umpat alex dengan kekesalannya yang tertunda’


CCCccccrraaukkk


“Hehehe,” tawa kayla sesat yang membuat alex dan una terdiam.


12 menit berlalu....


Pada akhirnya alex mengizinkan Kayla untuk ikut sarapan pagi, bagaimana tidak, bunyi perutnya yang lapar membuat alex sedikit terkejut, ia bahkan mengusapkan pelipisnya saking herannya.


“Ah aku malu sekali tadi, perut ku bunyi diwaktu yang tak tepat, aku jadi membuat suasana makannya menjadi canggung, memalukan,” keluh kayla kesal.


“Hey kau, kemari,” panggil alex dari pintu kamar una.


“Saya punya nama tuan,” ucap kayla.


“Ya terserah, bersihkan meja kerja ku, biarkan una bersama saya hari ini,” pinta alex memerintah.


“Maaf tuan, tapi itu ruang kerja pribadi anda, bukankah sebaiknya asisten tuan saja yang membersihkan berkas-berkas yang ada di ruangan kerja anda.”


“Jadi....”


“Apa tuan tidak takut berkasnya akan hilang jika dibersihkan oleh saya,” tanya kayla dengan wajah yang ragu.


“Jika kau siap untuk menghilangkan berkas yang ada di ruangan saya, berarti kau juga siap untuk mati,” lirik alex kearah kayla dengan sorot mata tajamnya.


“Baik, saya akan segera bersihkan, dan saya pastikan tidak ada satupun berkas apapun yang hilang di ruangan kerja tuan,”


Alex keluar kemudian menutup pintu. dengan una yang sudah digendongnya


Kayla dengan cepat pergi keruang kerja milik alex.

__ADS_1


Tak lagi menunggu lebih lama, mungkin nyawanya juga akan terancam jika ia bersantai-santai saat ini.


“Lelaki psikopat itu ko bisa hidup sampai sekarang sih,” umpat kayla dengan pelipis wajah yang berkeringat.


Pekerjaan kayla menjadi tidak menetap, padahal ia baru dua hari dirumah ini, hanya saja ia sudah seperti pembantu pribadi alex dari pada pengasuh untuk una.


Walau begitu, setidaknya untuk waktu yang lama, kayla tak memikirkan lagi rumah siapa yang akan ia tinggal, karena sekarang ia sudah bekerja sebagai baby sister dirumah ini, dan setidaknya rumah ini layak dan nyaman untuknya.


Para pembantu dikediaman alex juga ramah dan baik, kecuali satu orang. gadis berambut pirang yang bekerja sebagai pembantu yang menyajikan makan untuk alex, saat pagi tadi ia melirik ku seperti duri yang akan menusuknya kapan saja, selalu berhati-hatai dan waspada.


‘Ada apa dengan nya’


Aneh rasanya jika dia melirik ku seperti itu, itu membuat ku merasa tak nyaman.


Terdengar bunyi pintu yang terbuka.


“Sedang apa kau di ruangan ini?” tanya sarah melihat kayla berada di rak-rak buku milik alex.


“Saya sedang membersihkan ruang kerja alex,” jawab kayla masih sibuk mengatur buku-buku.


“Biar saya saja, keluar sana, kamu BARU bekerja disini, takutnya semua berkas nya bisa HILANG karena kamu,” Sarah menekan kata dengan kasar.


Lihat sorotan mata gadis ini, seakan ia mengatakan, kau tidak boleh menyentuh apa pun selain diriku. Lucu sekali.


Siapa dia berani mengancam ku, ayo lah ini bukan hari pertama aku mendengar umpatan yang menyindir seperti ini, saat dirumah bibi aku sudah melahap banyak gaya Bahasa yang sepedis cabe.


Aku sudah bertekad untuk tidak lemah lagi.


“Maaf sarah, tapi ini perintah tuan alex sendiri, itu sebab nya saya membersihkan ruangan ini, kalo bukan karena tuan yang MEMERINTAHKAN SAYA, mana mungkin saya menyentuh barang-barang milik tuan,” kayla berkata dengan nada yang lembut namun membuat sarah sedikit meremas baju nya kuat.


“Saya tidak ingin membuat pekerjaan nona sarah semakin banyak, biarkan saya bekerja, agar pekerjaan ini cepat terselesaikan, lagi pula beberapa jam lagi akan makan siang, sebaiknya nona sarah membantu koki memasak di dapur, bukan kah pekerjaan nona sarah menyajikan makanan tuan bukan?”


Sarah menyilang tangannya di dada.


“Ya terserah deh, saya cuman mengingatkan saja,” sarah memalingkan wajahnya dan kemudian keluar dari ruang kerja tanpa menutup pintunya kembali


“Haa...” dengusnya sesaat. “Nyari masalah pagi-pagi,” keluh kayla melanjutkan kembali aktifitas bersih-bersihnya.


****************


Ditaman yang dipenuhi bunga, terlihat una sedang menari-nari bersama boneka tedi yang dibeli alex pagi tadi.

__ADS_1


“Kaka ayo main,” panggil una sembari duduk di karpet yang disediakan para pengawal.


“Baiklah, apa yang Una main kan sekarang, apa Kaka boleh ikut?"


“Boleh. una akan jadi sef kaka mau makan apa?” sambil memotong buah mainan dan pisau plastik yang dipegangnya.


“Hahaha baiklah, saya pesan makanan bersayur ya sef, jangan lupa dagingnya," ucap Alex dengan lentikan matanya.


“Segera disiapkan, mohon tunggu sebentar ya, una harus ambilkan bunga itu dulu,” una berlari menuju taman bunga kemudian memetiknya dengan cepat, lalu berlari kembali menuju alex yang berada tak jauh dari mainan nya.


“Nah, ini pasti enak, bunga yang indah, untuk kaka yang tampan.. .sudah siap, makanannya sudah siap,”


Una berjalan menuju alex yang menemani nya dibelakang, dengan piring mainannya, una menaruh dihadapi Alex dengan sendok dan garpu plastik.


Alex tertawa kecil melihat tumpukan bunga yang ia letakan untuk alex, makanan yang ia masak bercampur pasir tak karuan. Bagi alex ini hal biasa untuk anak kecil yang suka bermain masak-masak, mainan yang selalu digemari oleh anak perempuan pada umumnya.


“Apa kaka harus memakannya?” tanya alex dengan wajah yang ragu.


“Iya, una yang masak loh,” una tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.


Padahal seharusnya masakan ini tidak layak dimakan, namun melihat tatapan una alex merasa bimbang, apakah ia harus berpura- pura, atau memakannya dengan sepenuh hati.


Alex meraup sesendok bunga dan berpura-pura memakannya tanpa menyentuh mulut.


“Enak sekali,” ucap alex mencoba menghibur.


Namun orang yang dihibur hanya terdiam dan menatap alex saja.


‘Apa una marah karena aku memakan makanan yang dibuat nya sambil berpura-pura, apa anak perempuan selalu memakan bunga dan pasir seperti ini, bukan kah ini masakan yang tidak bisa dimakan. Tidak mungkin aku memakan nya.’


‘Apa yang harus aku lakukan, apa aku melakukan kesalahan.'


Gumam alex dengan keraguan yang terus beradu dipikirannya.


CCCRRRAAUUUKK


Terdengar bunyi perut keroncongan berasal dari perut mungkin Una.


“Una lapar,” keluhnya sembari menatap tanpa berkedip diantara kaka dan adik itu, Alex menghembuskan nafas lega.


‘Astaga ku pikir aku harus memakan bunga ini sampai habis.’

__ADS_1


__ADS_2