Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 20


__ADS_3

Bab 20


Alex tersenyum tipis, seperti nya kayla bisa bermain diatas permainannya juga, ia pikir jika kayla akan takut, ataupun hanya diam membisu hingga acara berakhir, ia tak menyangka kayla berbicara dengan nada yang begitu mengancam kepada lelaki itu.


"Ma .. Maaf kan saya nona, saya tidak bermaksud untuk tidak menghiraukan nona, sa .. saya mohon maaf," jawab pria itu lagi dengan tergagap-gagap.


Setelah pria itu beranjak pergi, barulah kayla menghembuskan napasnya lega "Aku pikir aku tak bisa mengatakan itu dengan lancer, ternyata menjadi orang jahat rasanya begitu sulit," keluh kayla yang sudah ditatap alex disisinya.


"Kerja bagus, tetap seperti ini," ucap alex yang di balas anggukan oleh kayla.


Alex mengajak nya duduk disebuah sofa yang disediakan khusus untuk tamu sepenting alex, sebelum sampai disofa. entah mengapa dari belakang terdengar suara sepatu yang berlari cepat kearah kayla dan alex berdiri


Kayla terdiam dan mendengar sesaat bunyi hentakan sepatu itu mengarah, ketika ia merasa langkah itu semakin dekat kayla berbalik dengan cepat dan menahan serangan tiba-tiba seorang gadis bergaun hijau yang ingin melayangkan tamparan pada wajah kayla.


Kayla yang sigap dengan cepat menghempaskan tangan gadis itu kesamping hingga membuat tubuhnya sedikit bergerak mengikuti hempasan tangannya, kayla menatap nya tajam.


Perilaku seperti itu sering ia dapatkan oleh bibi dan juga diana, mereka sering seperti ini, berjalan dan menghentakkan kaki sangat keras kelantai dan hingga akhirnya menamparnya dengan kuat, adegan seperti ini sudah sering dia rasakan bak serial tv yang diputar berkali kali.


Dulu saat kayla masih menetap dirumah sang bibi kayla masih membiarkan hal itu terjadi di kehidupan nya hingga ia beranjak dewasa, ia tak pernah berani untuk membalas tamparan atau kekerasan yang ia terima dari sang bibi atau kayla, bukan takut hanya saja ia tak ingin terlihat seperti anak yang tak berbakti pada sang keluarga asuhnya Kayla memang membenci perbuatan sang bibi yang sering memperlakukannya bagaikan pembantu dirumah pribadinya, apa dayanya, bibi mengasuhnya saat usianya masih kecil, walau saat itu sudah menginjak 13 tahun bukan berarti kayla langsung memiliki pemahaman tentang pemikiran orang dewasa. Itu sebabnya ia tetap diam dan tak membalas perbuatan sang bibi.


Namun sekarang berbeda, seseorang yang sedang berdiri didepannya adalah seorang gadis dewasa yang tidak ia ketahui, wajahnya saja tampak asing, bagaimana dia bisa meringankan tangannya itu untuk menampar kayla, rasanya begitu rumit saat melihat adegan aneh ini.


"Siapa kau, mengapa begitu berani melayang kan tamparan mu pada ku!?" tanya kayla dengan raut wajah yang datar.

__ADS_1


"Kau, dasar! Berani-beraninya kau berbicara sedatar itu tampa menundukan kepalamu padaku, aku adalah gadis pilihan alex, pria itu adalah kekasihku, berani-berani ja#la@ng seperti mu mendekati calon suami ku."


"HAHAHA," kayla tertawa dengan kerasnya hingga membuat keheningan menyambut didalam ruangan yang megah itu "Aku?. menundukan kepala kepada mu?, jangan bercanda, siapa kau berhak mengatur kedudukan ku yang lebih tinggi dari mu, kau bilang alex adalah calon suamimu, lihat lah betapa naif nya dirimu, wanita yang hanya mengincar harta dari kekasihku, ka


au bahkan membuatnya rugi jika terus berdampingan bersama dirimu."


"Kau hanya mengganggap nya sebagai bank berjalan mu bukan, betapa miskinnya dirimu sampai memporoti uangnya hingga begitu besar!"


"Kau! Dasar!" gadis itu sekali lagi mengayunkan tangannya ingin menampar wajah kayla, namun dengan cepat kayla kembali menahannya dan menarik lengannya dengan kuat hingga akhirnya kayla meremas kerah baju wanita itu mengarah nya hingga mendekat pada wajahnya


"Jangan pernah kau mengayunkan tangan mu pada wajahku, aku bisa saja memotong kedua tangan dan kakimu, jika kau masih ingin tubuhmu tampak utuh! bersikaplah selayaknya manusia berkasta rendah," setelah mengatakan itu kayla mendorong sang gadis hingga terpental ke lantai.


Kayla masih ingin memarahi gadis yang belum ia ketahui identitasnya, amarahnya semakin terkumpul di dadanya, rasanya ia ingin mencabik-cabik wajah sang gadis dengan kuku dijrainya, namun tindakan itu tak bisa ia lakukan karena harus menghargai wibawa yang alex berikan padanya.


Tidak lupa dengan sesosok yang sedang kayla cium saat ini, dia bahkan lebih kaget dari orang-orang yang melihatnya, matanya membulat tak percaya dengan apa yang sedang gadis didepan yang lakukan.


Kayla melepas ciumannya dan kemudian memeluk alex erat dan kembali melirik Helena yang masih terduduk dilantai "Pria ini milik ku," ucap kayla dengan senyuman sinis diwajahnya.


Helena mengepal tangannya kuat, ia tak bisa melontarkan amarahnya sedikitpun, amarahnya memuncak hingga wajahnya pun terlihat sangat merah seperti tomat rebus, ingin sekali ia menarik kayla dan menjambak rambutnya itu, namun apa dayanya, Helena sudah menumbuhkan rasa takut dihati nya karena ancaman kayla yang terdengar begitu intimindasi.


Tanpa aba-aba Helena bangun dan menatap kembali kayla dengan mata penuh dendam.


"Aku akan membalas mu!" kemudian pergi menuju pintu dan benar-benar menghilang dari ruangan itu.

__ADS_1


Kayla menghela napas lega dan kemudian diikuti iringan suara tepuk tangan yang begitu bergemuruh dan cepat, ia menatap seluruh orang-orang yang berdiri menatapnya, ia baru sadar bahwa apa yang terjadi barusan sudah diperhatikan bahkan menjadi tontonan para lelaki dan pengusaha di ruangan ini.


"Astaga sepertinya aku melakukan kesalahan besar, alex pasti mencambuk ku saat tiba dirumah, apa yang harus aku lakukan dan lagi tadi... "


Kayla mengingat saat-saat ia mencium bibir alex secara paksa.


'Sialan apa yang baru saja aku lakukan, benar-benar cari mati, gadis itu sudah membuat ku darah tinggi, aku sampai kehilangan akal sehatku, lihat lah betapa banyak orang yang melihat adegan berdosa ku tadi, apa yang harus ku lakukan sekarang!" benat nya.


"Nona sangat luar biasa, keberanian nona membuat saya yakin bahwa tuan alexander tidak salah memilih pasangan."


"Benar lihat lah gadis ini, dia sudah menyingkirkan beban kita didalam ruangan ini."


"Ya kau benar nona properti, sudah beberapa tahun ini, gadis itu selalu memborong barang-barang yang di lelang kan, kita jadi sangat sulit saat ingin memberi perhiasan barang lelangan ini, tuan alex juga sangat sulit mengendalikan wanita gila itu, dia bahkan mengancam kami untuk tidak membeli apa apun sungguh merepotkan!?"


"Tetapi kami senang nona mampu menyingkirkan gadis gila itu, kami tak mampu membujuk tuan alexander untuk mengusirnya, bagaimanapun juga wanita itu pilihannya, itu sebabnya kami tetap diam, tapi berkat nona kami jadi menyelesaikan beban kami."


"Benarkah itu nona, saya ikut senang jika mampu menyikirkan orang yang tidak kelian sukai," sahut kayla dengan senyum diwajahnya.


Ting... ting... ting....


Bunyi suara nyaring berasal dari gelas bening yang dibunyikan menggunakan sendok, semua orang berpaling menatap lelaki itu, semua mata tertuju padanya, dan kemudian suasana bergeming saat tak ada bunyi gelas yang dibunyikan lagi.


Pria itu maju menaiki tangga menuju panggung yang berada didepan, "Selamat malam semuanya, sebentar lagi acara pelelangan barang akan segera dimulai, bagi para hadirin semuanya untuk segera duduk dikursi yang sudah disediakan," pinta pembawa acara itu menggunakan mikrofon untuk mengeraskan suaranya.

__ADS_1


"Berhubung suasananya sudah mulai mendingin, langsung saja kita mulai acara lelangannya," ucap pembawa acara itu lagi.


__ADS_2