
Bab 19
"Kau akan pergi bersama ku ke acara yang besar, banyak pengusaha dan orang berada yang hadir di acara ini, jangan bersikap lemah lembut kepada mereka, jangan pernah menunjukan rasa takut apapun pada mereka, karena malam ini kau akan menjadi pasangan pendampingku. Lakukan apa yang aku perintah kan, jika kau menunjukan rasa takut atau kelemahan mu pada mereka, aku tak segan-segan untuk mencambuk mu," ucap alex lagi dengan penekanan.
"Sesampainya disana jangan menuduhkan kepalamu, kau pergi bersama tuan mu, maka perlihatkanlah sifat angkuh mu, dan perlihatkan bahwa kau bisa berjalan disampingnya, jangan sampai kau mempermalukan kami! Kau paham!" lanjut tom menjelaskan.
"Baiklah aku mengerti," jawab kayla seusai mendengarkan segala penjelasan yang diulang kembali sejak kemarin.
"Sepertinya gadis ini pendengar yang baik, baiklah sekarang kita berangkat, aku tak ingin berlama-lama di pafilum mu lex," tom menjentikkan matanya menggoda.
"Enyahlah."
Kayla berjalan menghampiri alex dan dengan sengaja mengaitkan tak akan pada lengan alex, sontak alex terkejut seketika menatap wajah kayla yang hanya menatap lurus tampa memperhatikan wajah orang yang sedang ia rangkul.
"Maaf kan aku, ini hanya sekedar menambah kesan percaya diriku, maaf jika tuan merasa tak nayaman," ucap kayla dengan nada yang pelan namun terdengar oleh alex disampingnya.
'Terserah apa yang kau lakukan, aku tak peduli" berpaling kesamping, "Dan satu hal jangan memanggilku dengan sebutan tuan saat di pesta nanti? lanjutnya lagi. "Baiklah," sahut kayla dengan wajah sedikit tersenyum.
Ke empat pasangan muda itu bergegas meninggalkan rumah menuju gerbang yang sudah disiapkan mobil mewah dengan dominasi berwarna merah, sangat jarang seorang pengusaha mengoleksi mobil yang hanya berwarna merah, tampaknya, warna yang disukai oleh alex adalah merah.
Sekumpul pengawal berjas hitam berjalan di tiap mobilnya, melihat kedua tuan nya beserta gadis cantik yang dibawa kedua lelaki tampan ini, mereka pun bergegas membuka pintu mobil dan mempersilakan masuk.
__ADS_1
Keempatnya kedalam mobil tersebut tersisa tiga mobil yang berada dibelakang mobil tom dan alex, mobil tersebut dinaiki oleh pengawal pribadi alex untuk menjaganya saat diperjalanan hingga memasuki pestanya nanti.
Kayla sempat bertanya-tanya dibenak nya, siapa orang ini? Pengawalnya sangat banyak, keluar rumah pun harus di jaga belasan pengawal, ia juga mengatakan bahwa aku harus sesombong mungkin saat berada dekat dengannya, apa kedudukan lelaki ini setinggi itu, hingga aku pun harus dianggap nya sebagai perhiasaan yang mencolok dimuka umum.
Tidak heran jika barang-barang yang ku kenakan tidak kalah mewah dari barang-barang yang alex kenakan, gimana ya rasanya jika aku menjadi nyonya dirumah ini.
Ah tidak-tidak jangan memikirkan hal konyol seperti itu, lihat saja lelaki ini, aku bahkan tidak pernah melihatnya tersenyum, bagaimana dia menjadi pendamping hidup ku jika wajahnya menatap ku ketus seperti itu.' benat nya lagi "Kau terkejut?" tanya alex dengan suara yang berat.
Kayla terdiam, ia kembali menatap alex yang berada disisinya, mereka berdua sudah berada di mobil, keduanya duduk berdekatan, walau memiliki jarak beberapa jengkal, setidaknya itu sudah cukup dekat baginya untuk duduk disebelah tuannya.
"Aku memang cukup terkejut dengan kekayaan mu, aku juga .. sedikit mempertanyakan siapa dirimu sebenarnya, aku melihat di mobil itu sangat banyak pengawalannya yang khusus untuk mengawal mu, apa kedudukan mu setinggi itu, maaf jika aku bertanya seperti ini," ucap kayla menunjukan semua persoalan apa yang ingin ia tanyakan.
Alex menatap kayla disisinya, dan kembali mengambil pandangannya menuju kaca mobil dan menyenderkan tubuhnya.
Kayla diam, ia sudah tau jika pertanyaan yanag ia katakana tidak mungkin semudah itu dijawab oleh alex, walau benak nya masih merasa keinginan tahuan yang tinggi, apa dayanya jika orangnya sendiri tak memberi ijin una untuk mengetahui segala hal yang mengganjal dihatinya.
Mobil mewah yang alex naikin berhenti selama hampir 1 jam perjalanan.
Alex turun dari mobil mewah yang dibuka oleh pengawalnya, penampilan ku dan berwibawa menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada disekitar mobil itu, dirinya selalu menjadi pusat perhatian dikarenakan ketampanannya itu membuat para gadis-gadis cantik yang melihat menjadi luluh dalam sekejap, bukan hanya tampan, dia adalah lelaki yang baru beranjak dewasa, usianya saja masih tergolong sangat muda, seharusnya usia seperti itu masih dikatakan menjalani pendidikan di bangku universitas untuk mengambil S1,S2 dan S3.
Tetapi hal itu tidak berlaku oleh alex, ia sudah berkuliah saat usianya masih 18 tahun, padahal usia seperti itu harusnya masih menjalani pendidikan di bangku SMA namun karena kepintarannya, alex sudah mampu mengambil S2 di usianya nyak ke 22 tahun, dan sekarang usianya sudah ke 23 tahun dan itu sudah terlihat jelas bahwa alex adalah anak yang cerdas dan hebat.
__ADS_1
Walau semua pendidikan yang ia jalani sudah sejauh ini, namun sebagian banyak orang masih meremehkannya, ia tahu jika orang-orang tersebut belum terlalu menerima
keberadaannya yang sebagai penerus kedudukan sang ayah yaitu pemimpin seorang mafia, walau pun alex belum terlalu lama berdiri di dunia gelap, namun karirnya sudah melonjak pesat dan mulai menghargainya sebagai anak jenius memiliki tuan mafia.
Dia membalikan badannya dan mengulurkan tangannya kepada kayla yang masih berada didalam mobil, dengan ragu-ragu kayla meletakan telapak tangannya diatas telapak tangan alex, kemudian ia keluar dari mobil mewahnya.
"Perlihatkan sifat angkuh mu," bisik alex pada telinga kayla, kemudian tangannya ia lingkar pada pinggang ramping kayla dan dia kemudian membawa gadis cantik itu memasuki tempat pesta yang sebentar lagi akan berlangsung. Yang diikuti tom selaku asisten pribadinya dibelakang.
Ketika baru saja memasuki tempat itu, semua mata tertuju pada mereka, dan hal itu membuat kayla tampak gugup, walau begitu ia mengingat perkataan alex yang mengancam nya akan mencambuk dirinya jika tidak mematuhi apa yang sudah di perintahkan, kayla akhirnya merubah pikirannya dan kemudian menegakan wajahnya hingga terlihat begitu angkuh dan seseksi dipandang oleh para lelaki di dalamnya.
Walau terasa begitu risi saat dipandang oleh banyak orang kayla tetap melakukan apa yang direncanakan.
"Bagus kau melakukannya dengan baik," bisik alex lagi sedikit tersenyum pada kayla
'Eh tunggu, itu tadi apaan.?dia senyum, seriusan?" benat kayla terpesona.
Kayla menatap sekelilingnya, banyak dari mereka memakai pakaian yang sama mahal nya seperti saat ini yang ia kenakan, terlebih seorang wanita yang hampir memakai perhiasan memenuhi tubuhnya.
Memang itu berkesan berlebihan, tapi bagaimana pun uga, itu cara mereka memperlihatkan keberadaan mereka yang memiliki kekayaan yang tidak kalah jauh dari orang-orang tersebut.
"Wow! siapa gadis cantik ini. Dimana pasangan wanita yang sering kau bawa waktu itu, apa kau sudah bosan dengannya, itu sebabnya kau mencari yang baru?" sapa salah seorang pria yang merupakan orang yang sama-sama berada di dunia gelap dengan alex dan pria itu adalah saingan bisnisnya.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat, aku sudah bosan dengan wanita penghambur uang ku, aku lebih tertarik pada gadis yang misterius seperti dia," alex mengencangkan rangkulan pinggangnya pada kayla.
"Tuan apa anda hanya menyapa kekasih ku, kau bahkan menyapa ku yang jelas-jelas berada disebelahnya, aku sedikit sedih karena hal itu, padahal kekasih ku ini adalah atasan mu, apa kau meremehkannya," kayla mendatarkan suaranya dan menatap tajam kearah pria itu.