Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 25


__ADS_3

Bab 25


“Kau itu berisik, bernafas saja sudah membuat bising di telingaku, bagaimana aku bisa berisitirahat dengan tenang jika kau mengganggu sepeti ini,” ucap alex dengan nada yang santai namun membuat gadis yang berada di pelukannya itu mengeram marah.


“Apa Maksudmu? aku tidak perlu bernapas saja agar tidak membuat tidur mu terganggu seperti itu! Tidak ada orang yang tidak bernafas di dunia ini.”


“Ada.”


“Siapa?, jangan bercanda! Tidak ada orang seperti itu!”


“Ada! Hantu Kan tidak bernafas, makhluk seperti itu sudah dikatakan mati, bahakan jika kau bertanya satu tampa satu pun meraka akan menjawab sebelas.”


“Mengapa kau mengungkit tentang itu, jika mereka mendengar bagaimana, rumahmu ini kan berhantu kau ini bodoh atau bego sih.”


Cibir kayla terang- terangan sembari menggenggam erat kerak baju alex


Alex menghela nafas panjang. “Kau ini sudah dewasa bagaimana bisa kau takut dengan mahluk seperti itu, mereka itu sudah mati, jika kau matipun kau akan menjadi bagian dari mereka. berhentilah menghina ku seperti itu kau bahkan tidak takut dengan ku sedikit pun bagaimana bisa kau lebih takut dengan hantu dari pada aku!” kesal alex sembari


mengencangkan pelukan di pinggang kayla


Kayla melongo sesaat, wajahnya berubah merah seketika, ia baru sadar saat alex mengencangkan tangannya di pinggang kayla, ia baru menyadari posisinya saat ini sudah tidak dikatakan sikap pelayan pada atasannya, ia bahkan tidak terpikirkan padahal posisi tubuhnya saat ini sama sekali tidak menyisakan jarak antara keduanya.


Kaki kayla bahkan tidak bisa digerakkan karena alex menguncinya dengan kaki kirinya, posisi seperti ini seakan alex sedang terbaring dan memeluk bantal guling nya yang empuk, kayla tak habis pikir dengan tingkah Alex yang sembarangan ini, ia tau alex masih berada dalam pengaruh alkohol yang membuat ia sedikit kehilangan kesadaran nya, lima botol alcohol ia habiskan sendiri berarti ia masih belum sadar dan masih berlabuh dengan rasa mabuknya.


“Tuan… saya tau anda masih mabuk tapi bisakah singkirkan tangan dan kaki anda pada tubuh saya, saya ingin kembali bekerja, saya akan memaafkan tindakan anda yang masih tak sadarkan diri ini, jadi saya mohon untuk pergi, saya akan kembali jika tuan memerlukan bantuan saya.”

__ADS_1


“Siapa yang kau bilang tak sadarkan diri, aku sudah sadar tau, buka matamu yang lebar apa kau lihat mataku ini sedang tertutup”


Kayla menyatukan alisnya kesal,“ dia ini benar-benar sangat mabuk, bagaimana caranya melepaskan tangan dan kakinya dari tubuhku, aku bahkan tidak bisa bergerak,” keluh kayla namun terdengar oleh alex.


“Tetap disini, aku lelah..."


Alex memang mabuk namun kesadaran nya masih ada, alex bertingkah seperti ini untuk menghilangkan rasa lelah nya tentang pekerjaan kantornya, semalam saat ia kembali dari menghukum kayla, ia bekerja sangat keras di kamarnya, banyak dokumen bertumpuk sangat banyak saat ia masuk ke kamarnya kemarin malam.


Padahal ia baru saja pulang dari acara pelelangan mala harus berurusan dengan dokumen-dokumen kantor yang mommy nya kirimkan, berhubung pekerjaan itu sangat banyak, ia membagikannya pada tom juga, itu sebabnya pagi tadi tom sangat terburu-buru mengantarkan dokumen yang sudah selesai dikerjakan oleh alex dan juga tom.


Mereka lembur semalaman dan akhirnya berakhir pada jam 3 pagi dengan acara minum-minuman, tom tidak mampu meminum-minuman beralkohol sebanyak itu, ia malah menyerahkannya pada alex karena alex jagonya dalam minum minuman seperti itu.Alhasil pagi ini ia mabuk dengan keadaan kayla yang mejadi sekapan utamanya


kayla melirik lelaki dihadapannya yang kembali menutup mata, ia sempat tersenyum dan tertawa kecil sesaat “ haha saya harap anda tidak menyesal karena berbaring bersama saya yang seorang pelayan, apa anda tidak merasa malu, anda adalah seorang pengusaha apa selera anda tidak terlalu buruk untuk memilih saya sebagai pendamping.”


“Itu buka urusan mu.”


“Kau kan sudah menjadi kekasih ku, untuk apa kau bertanya soal itu lagi, kita sudah mengikat kontrak untuk menjadi pasangan kekasih bukan. jadi bekerjalah menjadi kekasih ku dengan baik.”


"Apa? Sejak kapan saya mengikat kontrak seperti itu, setau saya tom hanya mengatakan saya bekerja sebagai kekasih pura-pura anda dalam waktu semalam, mengapa jadi seperti ini?”


“Bukankah kontrak ini berasal dari mu.”


“Berasal dari saya? Kapan saya mengatakannya?”


“Berisik, aku malas menjelaskannya, cukup seperti ini kau pasti ingat,” alex menarik dagu kayla dengan lembut dan.

__ADS_1


Cup...


Satu kecupan dibibir berhasil membuat kayla membatu seketika, lagi-lagi ciuman ini mengingatkan dua momen yang berjalan dalam satu hari, ciuman pertama yang ia lakukan sendiri dan ciuman kedua dan ketiga yang alex lakukan lagi tampa aba-aba sedikitpun.


“Kau mengingat nya?” alex tersenyum nakal dengan jahilnya


‘Apa-apaan cowok sialan ini, apa dia gila, dalam satu hari sikap nya berubah dalam sekejap, mana kulkas sepulu pintu yang biasa ku temui? Apa orang ini sama dengan yang kemarin? Laki-laki gila yang selalu mengatakan ingin membunuhku, yang benar saja?’


“Ya saya mengingat nya, bukan kah saat itu saya terlalu agresif pada tuan, saya bahkan tidak merencanakan adegan itu sama sekali, jadi saya..-“


“Tidak apa-apa, aku menyukainya” ucap alex sekilas kemudian kembali tertidur dengan menenggelamkan wajahnya pada pipi lembut kayla


Kayla benar-benar tidak mengerti dengan keadaan ini, ia tidak habis pikir dengan kata-kata terakhir yang alex ucapkan untuknya, kayla terus mengatakan didalam lubuk hatinya terdalam untuk tidak menerima perasaan dari alex, saat ini ia tidak bisa membedakan mana yang harus dipercaya dan mana yang tidak, sosok alex yang masih terganggu dengan rasa mabuk membuat perasaan kayla menjadi ragu dan kalut, bukan mengharap kata-kata itu benar hanya saja, akan menyakitkan jika perkataan yang alex katakana hari ini akan berbeda dikemudian hari.


Kayla yang sempat menunduk kembali menegakan wajahnya pada alex, ia tak tau ekspresi apa yang selanjutnya ia tunjukan pada kayla saat tersadar dari mabuknya.


“Jangan membuatku pusing dasar bodoh, kau ini benar-benar pria gila yang menawan tidak mungkin ada wanita yang tidak akan menyukaimu, aku saja sempat menyukai” Kayla menggigit bibirnya sesaat “ pokoknya perasaan itu tidak boleh dipermainkan, aku tau kau sudah tidur karena kau tidur lah kesempatan bagiku untuk mengamuk, kau tau… kau laki-laki yang menjengkelkan, kau selalu mengancam ku untuk membunuhku, kau ini benar-benar menyebalkan, jadi bersikap lah selayaknya kau tak mengenalku, jangan memelukku lagi seperti ini aku bisa saja menyerah dengan hidupku, dasar pria tampan penggoda.”


Kayla mengeluh secara terang-terangan pada alex yang sudah tertidur, wajar saja dia mengatakan isi hatinya secara terang-terangan seperti ini, yang diomeli saja tidak bisa merespon lagi bagaimana caranya dia untuk marah kepada kayla jika dirinya tertidur nyenyak seperti ini.


“Ha.. sekarang bagaimana aku keluar dari dekapannya, tubuh dan kaki ku bahkan tidak bisa digerakkan, orang ini sudah tidur ko masih ada kekuatannya sih,” cibir kayla sembari mencubit pipi alex lembut.


"Hmmm… berhubung semalam aku tidak bisa tidur dengan baik gara-gara dirimu aku akan tidur disini, jika kau bangun dan mengomel kepadaku, aku tidak segan-segan memukul kepalamu nanti, jadi biarkan aku tidur bersama mu selama… selama…” kayla menengok kearah dinding “lah ko nggak ada jamnya, ini kamar atau gudang sih nggak ada jam dindingnya, idih so’soan beli barang mahal di pelelangan tapi kamarnya nggak ada jam dindingnya hahaha, Hahahaha nanti ku beliin ayam ya biar ayam aja yang bangunin hahaha pok-pok-pok haha.”


Kayla tertawa keras hingga membuat alex menatap tajam kearahnya, ia seketika terbangun dengan raut wajah datar yang selalu ia tunjukan pada kayla saat bekerja di ruangannya.

__ADS_1


“Coba katakana sekali lagi.”


__ADS_2