Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 21


__ADS_3

Bab 21


'Suasananya kembali stabil, aku pikir akan semakin canggung karena ada pertikaian di ruangan ini tadi, ternyata tidak.'


Kayla menatap sofa yang yang berada dibelkang tubuhnya dan kemudian duduk tepat bersamaan alex yng juga ikut duduk disebelahnya, kayla kembali diliputi rasa takut, la terus berpikir bahwa hari ini akan menjadi hari yang berat, ia akan di cambuk olah alex sesampainya dirumah nanti.


Kayla kembali melirik alex yang berada disampingnya, kayla terus memperhatikanya dengan diam, dan seketika matanya tak sengaja bertemu oleh tatapan mata tajam milik alex.


Kayla berdehem sesaat dan tiba-tiba suara berat membisikan sebuah kata ditelinga nya.


"Aku akan membunuhmu," tubuh kayla bergetar saat mendengar dua sukukata yang berada dibelakangnya, cukup singkat namun mematikan.


Alex kembali keposisi awalnya dan kembali focus dengan acara pameran barang yang dilelangkan. "Oke, malam ini kami akan menghadirkan barang-barang yang sangat bagus untuk kelian yang bisa menwarkan dengan harga tinggi, dan kami juga menghadirkan sebuah senjata yang luar biasa canggih untuk para lelaki yang berminat membelinya.


Alex kembali mendekatkan bibirnya pada telinga kayla yang masih mematung ketakutan "Angkat tangan mu jika kau berminat dengan sesuatu barang yang akan mereka tampilkan," ucap alex sembari menatap kearah kayla yang tidak merespon perkataan alex.


"Aku tidak akan membunuh mu jika kau mendengarkan perkataan ku dengan baik," lanjutnya lagi dengan nada yang sedikit melembut, ia tau bahwa kayla saat ini sedang takut padanya, ia kembai membuat suasana menjadi miliknya.

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti, maafkan aku!" sahut kayla memasang wajah seriusnya namun terlihat sangat lucu dimata alex.


Sudah hampir pertengahan acara. barang-brang yang dikelurkan untuk dilelangkan sudah terjula sebagian, dan banyak dari orang-orang pengusaha membelinya dengan harga yanag tinggi, sedari tadi kayla dan aleng tak mengangkat tangan atau membeli barang apapun yang dilelangkan.


Tom menatapnya bingung, tom sendiri sudah membeli dua barang yang dilelangkan namun tuannya bahkan satu pun belum ia beli.


"Pelelangan kita selanjutnya adalah senjata berukuran sedang sekisar 10 cm untuk dilelangkan, dikotak persegi ini terdapat belatih bertahtakan diamond berwarna ping dan juga sebuah peralatan senapan yang sama ukuranya dengan belatih disisinya, kedua benda ini memang terlihat biasa, karena banyak orang yang tentunya memiliki pistol dan belatih ini, namun senjata yang kami lelangkan kali ini sangat berbeda, senjata-senjata ini di hiasi diaon berwarna pink yang sangat langkah dan berharga, batu-batu itu ditemukan di Australia, brazil, kanada, india, Siberia, afrika seltan dan Tanzania, meskipun ditmbang dibeberapa lokasi permata merah ini muda ini sangat langka, hanya menyumbang 1% dari belahan dunia, harga untuk batu permata yang sudah diubah dengan kedua senjata ini seharga 1 triliun, angkat tangan kalian jika berminat membeli barang-barang ini dengan harga yang tinggi?"


Kayla menatap kegum beltih dan pisol disebelahnya, melihat kedua benda itu kayla jadi mengiginkan barang-barang tersebut, alex melihat raut wajah kesukaannya pada barang yang dipajangkan itu, ia kemudian membisikan sesuatu lagi pada telinga gadis itu.


Kayla merenung sesaat, ia melirik orang- orang disekitarnya yang sudah mengangkat papan mereka dan banyak dari mereka yang menawar benda itu dengan harga yang makin lama makin tinggi.


"1,2!" ucap seseorang mengangkat papan mereka yang dimaksud adalah ia menawar senjata itu 1,2 triliun," 1,4" sahut orang yang lain.


" 1,5."


"1,6."

__ADS_1


Mata kayla tidak berkedip melihat orang-orang yang menawar barang lelangan itu dengan harga yang semakin meninggi, kayla kembali melirik kearah alex.


"Aku memang menginginkannya, namun apa daya ku, aku tak memilki uang, lihat lahh harganya sudah melambung tinggi seperti itu, bagaimana cara untuk membelinya," Kayla berbisik pada telinga alex pelan.


"Apakah ada lagi yang berani menawar lebih dari 1,6?" tanya Mc tetapi tidak ada lagi yang mengangkat papan mereka.


"Baiklah, belatih bertahtakan berlian dan juga pistol ini akan ditutup dengan harga 1,6 triliun dan dimenangkan oleh Mr. zelos? ucap Mc tersebut.


Alex melirik kearah kayla, sedari tadi gadis itu terlihat takjub dengan orang-orang yang menawal benda tersebut, bahkan mata itu memancarkan kekaguman yang luar biasa.


"Apa benda yang terpajang sebagus itu?" bisik nya lagi.


"Ya benda itu sangat menarik, aku tidak memikirkan berliannya, hanya asaja benda itu akan sangat berguna nantinya, kau tau saat masih berumur 11 tahun, ayah ku mengajak ku untuk berlati menembang, aku sangat hebat dalam menembk menggunakan peluru, namun sejak ayah dan ibu meninggal aku tidak pernah menyentuh benda-benda itu lagi?" sahut kayla dengan bisikan pelannya


.


Alex sedikitt tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh gadis ini, setaunya gadis ini sangat penakut dan tidak bergeming jika sudah diancam, namun lihat lah pengakuan yang bahkan tak pernah melintas dipikiran alex tentang itu, ia sempat bertanya, siapa gadis yang berada disampingnya ini.

__ADS_1


__ADS_2