
Bab 24
Pagi harinya, kayla bangun dengan terburu-buru, ia membersihkan tubuhnya dengan cepat dan kemudian memakai seragam pelayan yang biasa ia kenakan, kayla berjalan menuju kamar una, dan kemudian membangunkannya.
“Una bangun lah sudah pagi.”
Una menggeliat kesamping. “huu.. kaka, kenapa membangunkan una sepagi ini, ini kan masih jam 5,” keluh una degan mata yang belum sepenuhnya terbuka.
Kayla terdiam sesaat, ia melirik jam yang berada di meja, waktu masih menunjukan pukul 05:40 ini bahkan terlalu pagi untuk seorang anak berusia 6 tahun bangun sepagi ini, kayla kembali melirik kearah una yang belum sepenuhnya sadar dari tidurnya, ia berdehem sesaat.
‘Astaga ini masih subuh, apa yang terjadi pada ku.”
“Ah.. itu.. maafkan kaka, sepertinya kaka bangun terlalu awal, una kembalilah tidur kaka akan bangun kan setelah jam 7 nanti,” ucap kayla dengan suara yang merendah
Kayla menarik selimut yang ada di kaki una dan kemudian menyelimutinya dengan lembut, kayla mengusap pucuk rambut una sembari menyanyikan lagu tidur, una memejam kan matanya hingga mulai terlelap kembali dengan mimpi indahnya.
Kayla melihat wajah gadis kecil yang sudah kembali tertidur itu, ia menghembuskan nafas lega sembari menyenderkan tubuhnya didinding kamar una, kayla memejamkan matanya sejenak, rasa lelah terlintas di wajah cantiknya.
Entah apa yang telah terjadi semalam, hari ini ia terlihat seperti gadis yang kebingungan, ia bahkan bangun lebih awal dari biasanya, walau tingkah nya terlihat membingungkan namun wajah yang memerah sangat terlihat jelas di wajah cantik nya.
****************
Alex terbangun dengan wajah yang kusut, seusai menghukum kayla malam tadi ia meminum banyak minuman beralkohol, wajahnya masih terlihat masam, padahal tingkah konyol yang semalam ia lakukan atas keinginannya sendiri, namun sekarang perilakunya seakan sedang depresi setelah menganiaya anak orang.
__ADS_1
“Ah kepala ku pusing sekali” alex memijat kepalanya yang sakit.
Dia kemudian bangun dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi, 3 menit berlalu dengan cepat, ia hanya menggosok giginya saja sedari tadi dikamar mandi, bahkan wajahnya pun tak sempat ia basuh dengan air, alex kembali berjalan menuju ranjang dan tertidur lagi.
Wajar saja seperti itu, ia bahkan tak membersikan kelopak matanya yang masih mengantuk bagaimana caranya ia menepis rasa ngantuk nya di pagi hari.
Dari pintu kamar alex terdengar seseorang mengetuk pintu, alex yang masih setia menutup matanya tidak bergeming bahkan tak merespon seseorang yang baru saja mengetuk pintu kamarnya.
Berhubung tak ada tanggapan dari dalam ruangan ia masuk sembari memanggil nama tuannya dari pintu “ Tuan saya membawakan air madu apa tuan masih tertidur?” tanya kayla masih berada disisi pintu yang dibuka sedikit.
Kayla menatap lelaki yang tertidur secara tengkurap di kasurnya, ia tau bahkan hanya melihatnya saja sudah membuatnya yakin bahwa yang tertidur itu adalah alex, ia berjalan menuju sisi ranjangnya, kemudian meletakan gelas yang berisi air madu dimeja samping ranjangnya.
Kayla melirik kearah lelaki yang masih tertidur nyenyak itu, ia tampa sadar memikirkan lagi kejadian yang ia alami saat kemaren malam, wajahnya kembali tersipu bersamaan dengan telinganya yang kian memerah, ia bahkan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan saking malunya.
Sebelumnya kayla sedang menyiapkan sarapan Pagi untuk una, namun tom datang menemuinya dengan tergesa-gesa, ia pikir tom sedang membutuhkan pertolongannya untuk membawakan setumpuk kertas yang sempat ia lihat saat tom menghampirinya, namun pikir nya segera ditepis saat tom mengatakan untuk membawakan air madu pada alex di kamarnya.
Bukannya tidak ingin, namun kayla sedang ingin menghindari tuanya untuk beberapa hari ini karena kejadian ciuman tempo hari, tom yang sedang terburu-buru itu dengan cepat memerintahkan kayla dengan nada yang sedikit meninggi hingga akhirnya kayla menyerah dan menuruti keinginan tom.
Kayla awalnya bingung mengapa harus membawakan air madu pada tuanya, apakah alex sangat suka minuman yang manis, ya itu pikirannya sebelum memasuki ruangan alex, saat sudah berada di kamarnya, kayla baru menyadari bahwa didalam sana terdapat 5 botol alcohol yang sudah tergeletak sembarangan dilantai.
“Apa peria ini sangat menyukai minuman beralkohol, yang benar saja lima botol dihabiskan sendirian, apa dia tidak pusing ataupun muntah?” ucap kayla sembari memungut botol-bolot alcohol yang sudah tidak memiliki isi didalamnya.
Seusai memungut botol-botol itu, kayla letakan pada tepat sapah yang berada tak jauh dari pintu kamar mandi dan kembali ke sisi ranjang alex, berhubung ia sedang berada diruangan itu kayla memberikan kamar alex dengan cekatannya, beberapa pakaian yang sudah kusut terlihat banyak sekali tergeletak di sofa milik alex.
__ADS_1
Kayla memungut dan meletakkannya pada satu tempat agar ia bisa membawa pakaian-pakaian itu pada mesin cuci nanti, karena suara langkah kaki kayla yang beradu dengan lantai, lelaki yang sedang tertidur itu terbangun dengan suara gaduh yang ia dengar.
“Mengapa berisik sekali! Aku ingin tidur bisakah kau keluar dan tidak mengganggu ku sehari ini saja!” ucap alex dengan setengah kesadarannya.
Kayla melihat lelaki yang masih berada diposisi yang sama, matanya tidak terbuka namun pendengarannya sangat peka dengan keberadaan kayla di kamarnya, padahal kayla tidak sedang mengeluarkan suara sedikitpun.
“Heppp...” alex bangun dengan posisi terduduk, ia menutup mulutnya dengan satu tangan rasanya ia akan bersiap untuk memuntahkan isi lambungnya, kayla yang melihat aba-aba seperti itu bergegas membuka bajunya dan mengikat ujung bajunya agar bisa dijadikan penampung muntah “ Hueeekkkk” alex muntah sangat banyak.
Mungkin saja karena efek minuman beralkohol yang ia minum semalaman itu sebabnya pagi ini ia merasa mual dan pusing, setelah merasa alex tidak muntah lagi, kayla bergegas mengambil air madu yang ia bawa sebelumnya dan menyodorkannya pada bibir alex.
Alex meminumnya hingga tegukan terakhir dan kembali membaringkan tubuhnya dengan kasar pada ranjang, kayla menghembus nafas lega, ia pikir akan terjadi sesuatu pada tuannya ternyata ia hanya mengalami reaksi mual dari minuman.
“Tunggu sbentar tuan,” kayla bangun dan membuang baju yang sudah terlanjur kotor itu ketempat sapa yang berada dikamar mandi, dengan ragu-ragu ia berjalan kembali ke sisi ranjang.
“Tuan kembali berisitirahat saja, saya akan mengambil air untuk tuan dan makanan juga agar tuan bisa sarapan pagi, tunggu sebentar ya tuan,” saat ingin beranjak dari kasur
Sesossok tangan besar melebihi ukuran tangan kayla menggenggam erat pergelangan tanganya, ia melirik kearah lelaki yang berada disebelahnya “ Apa ada sesuatu yang tuan inginkan, saya akan membawakannya untuk tuan,” ucap kayla tampa ragu mendekatkan wajahnya pada telinga alex.
Saat itu kayla hanya berpikir posistif saja, mungkin saja alex menahanya karena memang membutuhkan sesuatu, namun karena gangguan yang kayla lakukan pada telinga alex, alex langsung menarik tubuh kayla hingga terjatuh pada pelukannya.
"Kau itu berisik, bernafas saja sudah membuat bising ditelingaku, bagimana aku bisa berisitirahat dengan tenang jika kau mengganggu sepeti ini dasar,” ucap alex dengan nada yang santai namun membuat gadis yang berada di pelukannya itu menggeram marah.
“APA Maksudmu aku tidak perlu bernapas saja agar tidak membuat tidur mu terganggu seperti itu! Tidak ada orang yang tidak bernafas dalam sehari.”
__ADS_1
“Ada.”