Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 7: Menemani bermain


__ADS_3

Bab 7: Menemani bermain


“Paman? dimana kakak?” tanya una pada pengawal yang sedang menjaganya.


“Tuan sedang ada pekerjaan, ia akan segera datang kemari setelah pekerjaan tuan telah selesai.”


“Apa pekerjaan kakak begitu sulit, una bosan, kakak sudah terlalu lama diluar. Padahal una mau main sama kakak,” una memangku kan wajahnya pada bantal.


“Tuan tidak akan lama, una main sama paman saja ya.”


“Huu paman tidak menyenangkan,” keluh una sembari menyipitkan matanya.


Tok....


Tok....


Terdengar bunyi pintu yang diketuk.


“Apa itu kakak,” una bangun dan bergegas berlari membuka pintu.


“Wah akhirnya kaka da…” una terdiam sesaat.


“Eh kakak ko bisa disini?” tanya una terkejut melihat kayla yang berada di depan pintu.


“Maaf ya.. apa kaka menganggu waktu bermain una,” jelas kayla sembari berjongkok dihadapan una.


“Tidak kak, una sedang bosan, apa kaka mau bermain dengan una, ayo kak masuk, uan hanya berdua bersama paman, akan sangat menyenangkan jika kaka juga ikut bergabung?”


“Tentu saja mau, ayo kita bermain,” kayla menggenggam tangan una dan mulai menemaninya bermain.


“Kaka maaf una tadi nakal, kaka jadi dimarahi sama kak alex,” tutur una sembari menunduk kearah mainannya.


“Una anak yang baik, tidak apa-apa kaka tidak marah ko, karena una sudah minta maaf, kaka juga minta maaf karena melarang una, maaf kan kaka ya,” jelas kayla lagi mengelus rambut una lembut.


“Hehehe.”


“Una boleh kaka menanyakan sesuatu?”


“Iya boleh,” una mengangguk pelan.


“Dimana ibu dan ayah una?” tanya kayla bingung melihat nya bermain hanya bersama sang pengawal dan bawahan alex lainnya.


“Ibu dan ayah sedang sibuk bekerja, una dititipkan pada kakak saat pagi tadi.”


“Ah begitu ya, apa una tidak sedih?”

__ADS_1


“Tidak, una tidak sedih, una sangat senang karena bisa bertemu dengan kakak, karena kakak sangat jarang mengunjungi ibu dan ayah, una jadi sulit bertemu kakak, tapi sekarang una tidak sedih lagi karena una sudah tinggal bersama kaka.”


Hem begitu rupanya, pantas saja di rumah ini hanya terlihat para pelayan dan juga pengawal yang berjaga saja, sedangkan tuan rumah nya hanya seorang lelaki dingin itu dan juga gadis kecil ini, rupanya mereka tinggal secara terpisah, apa kah orang kaya selalu seperti ini, memiliki rumah dimana-mana aku cukup iri dengan kekayaan yang mereka miliki.


“Apa yang sedang kaka pikirkan?”


“Ah bukan apa-apa,” kayla tersenyum tipis.


Malam harinya...


DIkediaman rumah bibi kayla…


“Ah leganya wanita sialan itu keluar dari rumah ini, haa.. males banget ngelihat wajahnya yang sok memelas itu ditunjukin tiap hari, sekarang kan serasa damai, ini baru hidup,” tutur diana tersenyum bahagia di kamarnya.


“Diana kemari lah,” teriak sang ibu dari luar ruangan.


“Ada apa mah?”diana membuka pintunya pelan dan bergegas menuju tempat sang ibu memanggilnya.


“Nak bantuin mama nyiapin makan malam.”


“Ah males banget kenapa nggak mau pesan aja sih mah.”


“Lah guna nya dapur ini untuk apa kalo maunya pesan makanan terus.”


“Ah mama…. ya cari pembantu baru lah mah, aku mana tau masak.”


“Ah ngapain aku masak, nanti kalo udah nikah suamiku kan bisa bayarin pembantu buat masakin makanan, aku bakal cari suami yang kaya biar nggak hidup susah.”


“Emang pacar kamu yang sekarang kaya banget gitu?”


“Iya dong ma, diakan anak orang kaya yang ngewarisin perusahaan besar milik papa nya, tau gak ma, rumah nya itu besar banget loh, punya mobil 3 lagi, pokoknya kaya banget deh, jadi mama nggak bakal nyesel kalo aku udah nikah sama dia nanti.”


“Waaahh hebat kamu nak bisa dapetin orang kaya kayak dia, emang kamu kenalan sama laki-laki itu darimana?”


“Hem kalo soal itu, mama bakal tau sendiri nanti?” diana tersenyum miring.


*****


Waktu makan malam...


Keluarga itu terlihat sangat bahagia, setelah kepergian kayla, mereka tertawa dan menikmati makanan tanpa memikirkan keadaan bagaimana kayla saat ini diluar sana.


“Kira- kira gimana kayla sekarang?” ucap papa diana disela-sela percakapan mereka.


“Ngapain sih mikirin anak pungut seperti dia? Sahut mama diana.

__ADS_1


“Gitu-gitu juga keponakan kamu ma,” ujar papa diana.


“Cihh... malas sekali. Tidak sudi aku mempunyai keponakan seperti dia,” sinis mama diana.


“Sepetinya kelian memang benar-benar tidak suka pada kayla, bagaimana pun juga, uang dan ahli waris milik kayla sudah diambil oleh kita semuanya, setidak nya biarkan ia tinggal di rumah ini” ucap sang papa.


“Kaya kamu yang peduli aja sama dia pa, saat saya ngusir kayla kamu nya dimana pa, kenapa nggak mau belain si pencuri itu, jelas-jelas anak itu yang salah udah nyuri perhiasan anak kita, kamu malah belain dia bukan anak mu,” ketus mama diana menyahuti ucapan suaminya.


“Papa gimana sih,” sahut diana lagi ikut geram.


Entah apa yang membuat mereka hingga sangat membenci kayla, padahal kayla tidak pernah menyulitkan mereka, malah sebaliknya, mereka selalu membuat kesulitan pada kayla selama tinggal di rumah bibinya.


Sedangkan dilain sisi...


Kayla sedang menidurkan una di kamarnya.


Sudah pukul 21:25 menit.


Sudah cukup larut untuk seorang anak untuk tidur di jam segini.


“Syukurlah una sudah tidur, saat nya kembali ke kamar.”


“Apa una tidur?”


“Astaga bikin kaget saja,” teriak kayla kaget melihat alex sudah berada dibelakang nya.


“Jangan berteriak,” alex mengecilkan suaranya.


“Kau membuat ku terkejut, dari mana kau muncul, pintu nya hampir tak terdengar sama sekali, apa kau melewati jendela” ucap kayla tampa memikirkan siapa yang sedang ia ajak bicara.


Alex mengerutkan dahinya, bisa bisa nya gadis ini berbicara seperti itu dirumahnya sendiri.


“Kau pikir aku pencuri haa!" Alex meninggikan suaranya, dikuti wajahnya yang semakin mendekat dengan wajah polos Kayla.


Kayla meneguk saliva nya kasar, kemudian berpaling dari pasangan mata tajam tuannya.


“Bukan seperti itu tuan, saya hanya terkejut dengan keberadaan tuan yang tiba-tiba muncul secara tiba-tiba, saya bahkan tak mendengar pintu nya terbuka, saya mohon maaf," Kayla menunduk saat melihat tatapan alex yang begitu dingin, nada bicaranya juga kembali tenang dan sopan selayaknya bawahan dan majikan nya.


“Sekarang kembalilah ke kamar mu, besok kau harus menjaganya lagi."


“Baiklah, saya permisi tuan,” tutur kayla sembari melewati alex dengan menunduk.


'Lelaki itu sangat mengerikan, bagaimana caranya dia bisa mendapatkan pasangan hidup jika melakukan nya seperti itu' gumamnya dalam pikiran.


Tanpa kayla sadari, alex menatap kayla dari arah punggungnya yang semakin menjauh meninggal kan ruangan.

__ADS_1


“Haaa sejak kapan aku jadi kasian pada seseorang” alex menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


__ADS_2