
Rasanya seperti mimpi ketika kami terbangun oleh suara yang tak asing ditelinga.
Tuan muda Rey berkunjung ke penjara dnegan membawa beberapa tas yang penuh berisi buah tangan.
Ku lihat mbak Dian sibuk membantunya.
" Ini, aku tak bisa memberi banyak. Tapi ini yang bisa ku berikan padamu Rin, sebentar lagi engkau melahirkan. Barangkali ini bisa kau gunakan kelak."
Tuan Rey menyerahkan beberapa tas kepada mbak Rini.
Kulihat raut wajah mbak Rini berubah, antara senang, sedih, marah bercampur menjadi satu. Aku tahu apa yang ia rasakan, hanya saja dia lebih memilih menahannya sendiri.
Tanpa ku sadari Tuan Rey sudah dari tadi menunggu ku untuk menerima beberapa bingkisan yang dia bawa sebagai oleh-oleh untuk kami di penjara.
"Dek... dek...koq lalu melamun??" tanya mbak Dian yang membuatku sadar.
" Maaf tuan!"
dengan cepat ku ambil bingkisan tersebut dengan tangan yang gemetaran, karena ku tahu kesalahan yang baru aku lakukan.
__ADS_1
" Semoga ini bisa bermanfaat buat mu, maaf aku tidak tahu apa yang kamu suka dana apa yang kamu butuhkan. Semoga ini bisa kamu pergunakan."
"Terima kasih tuan, ini sudah cukup buat ku.".
Tuan Rey berlalu tanpa berkata lagi, wajahnya tetap dingin dan beku seperti es. Tapi entah mengapa itu membuatku menjadi es juga yang hancur dan meleleh. Seandainya dia bisa sehangat matahari, ah...alangkah senangnya.
Tapi tatapan matanya kali ini tak tersirat kebencian dan kemarahan padaku, ada apa dengan dirinya.
Yang pasti sekarang adalah ajang buka hadiah, kira-kira apa yang kami dapatkan.
Mbak Rini mendapat perlengkapan lengkap bayi, Mbak Dian tas dan sepatu. Giliranku yang membuka bingkisanku.
Betapa senang rasa hariku, ini benar-benar hadiah yang pertama kali aku dapatkan dalam hidupku.
Tapi, apakah ini sungguh untuk ku atau Tuan salah memberi hadiah?
Ah...ku susun kembali hadiah-hadiah itu, aku takut itu bukan untuk ku. Lalu hanya gara-gara itu aku mendapat perlakuan yang mengerikan lagi.
Jelas aku mengalami trauma karena kekerasan yang aku terima, tapi apa dayaku. tidak ada satu orang pun yang berani padanya. Apalagi jika orang tersebut benar-benar salah di matanya.
__ADS_1
Oke-oke, sebaiknya ku simpan saja, jangan cari penyakit dengan benda-benda ini. kita cari aman saja dulu.
"Dek, coba dong gaunnya, mbak pengen liat. cocok ga nya" pinta mbak Dian semangat.
" Ga ah mbak, adek takut dan malu. Entah ini apakah benar diberikan untuk adek atau jangan-jangan tuan salah kasi lagi. Mbak tau sendiri kan gimana kalau semua ini bukan buat adek, tapi terlanjur adek pakai?? Bisa-bisa adek di gantung ya di pagar depan." Sahutku.
"Kayaknya beneran buat mu lah dek, ga mungkin dia salah kasi barang." sahut mbak Rini.
" Aku masih takut mbak, takut di gebukin kayak kemaren. Mati kagak, sakit dan menderita iya. Mana nyusahi orang serumah. Ga mau aku kayak gitu lagi, takut mbak. Bener deh..."
" Ya sch! Ya udah, simpan aja dulu. Tar kalo orang yang ngasi suruh coba dan suruh pakai baru lah tu dicoba. Takutnya benar salah kasi, lalu buat tragedi baru lagi. Kita juga yg ngeri liatnya". Sahut mbak Dian.
" Iya sich, tar abis babak belur lagi. Yang ada kita kayak dihadapkan dengan 2 pilihan kayak makan buah simalakama. Kita ga tahu apa yang ada dalam hatinya, kalau hatinya sedang cerah dia akan aman dan tenang, tapi kalau sudah diselimuti kabut hitam. Kita kayak menunggu antrian malaikat maut memanggil nama kita aja lah...."
Sahut mbak Rini dengan antusias
" ya sudah, kita cari amannya saja. Simpan dia dengan baik dan rapi, tunggu sampai tuannya mengkonfirmasi bahwa ini benar-benar buat aku pergunakan. Daripada nanti ada tragedi baru di sini.
Ku susun kembali barang pemberian Tuan Rey dan kumasukkan lagi ke dalam tas yang tadi diberikan kepadaku. Ah...rasa dalam hati in bercampur menjadi satu, ada rasa senang dan ada rasa penasaran juga, apakah benar hadiah- hadiah tersebut memang benar adanya untuk ku, dan Tuan benar- benar dalam keadaan sadar memberikannya pada ku! Dari awal kedatangan ku ke dalam istana itu, tak pernah aku mendapatkan sesuatu, yang paling banyak aku dapatkan hanyalah siksaan dan hinaan dari Tuan Rey saja, baru kali ini aku mendapat hadiah yang bagi ku sangat berarti. Tapi aku harus meyakinkan akan hal itu terlebih dahulu, jika hadiah tersebut benar-benar untukku.
__ADS_1
Tapi yang pasti, aku sangat bahagia hari ini....