Penguasa Dan Si Upik Abu

Penguasa Dan Si Upik Abu
Part 2


__ADS_3

Tuhan, sakit sekali yang aku rasakan. Kakiku tak lagi mampu menahan berat tubuhku, aku pun ambruk ke lantai. Entah berapa lama aku tidak sadarkan diri, sayup mulai ku dengar suara orang memanggil namaku. Apakah aku sedang bermimpi atau sudah mati???


"Lia, Lia... apa kau baik-baik saja??? Apa kau mendengarkan kami Lia??? Lia, bangun Lia, sadarlah... "


Suara siapa itu, aku bahkan tidak bisa mengenalinya. Mataku susah sekali untuk dibuka, kepalaku benar-benar sakit sekali.


Perlahan suara itu terdengar keras, tapi kemudian menghilang.


Ku paksakan diri untuk membuka mataku, ah.... samar yang ku lihat. Mulai ku pelototi pandanganku untuk bisa melihat di mana aku dan siapa yang memanggilku tadi..


"Lia, kamu dah sadar??? tanya Dela penuh cemas"


"Kita di mana Del??? Aduh, kepala ku sakit, mataku pun susah untuk ku buka lebar Del. "


"Kita ad di rumah Tuan Reyhan Lia, Penguasa negeri in. "

__ADS_1


"Aku koq baru dengar!! Apa yang terjadi sebenarnya Del??? Ririn, Ririn d mana??? Koq cuma kita berdua di sini??? "


" Ceritanya panjang, nanti bakalan aku ceritakan. Sekarang, gimana keadaan kamu??? Apa ada yang sakit selain wajah mu Lia??? "


" Kepala, mata dan telingaku juga sakit Del, mungkin karena pukulan tadi. Lalu efeknya sampe ke telinga sakitnya, aku ga mampu buat mengangkat kepalaku Del. Rasanya kepalaku mau pecah. "


" Ya sudah, kamh istirahat saja dulu. Nanti k ko sudah mampu duduk barulah kita pergi ke tempat Ririn. Dia baik-baik saja, kamu jangan khawatir. Yang penting kamu harus sehat dulu. "


" Iya Del, heh.... tadi benar-benar menakutkan bagiku. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa mereka menyerang sekolah kita??? Apa ad siswa lain yg bermasalah dengan mereka Del??? Atau salah satu guru kita punya masalah dengan mereka makanya mereka menyerang sekolah kita???


"Kalo kamu nanya terus kapan kamu istirahatnya Lia???? Diam n istirahatlah, biar kita bisa kumpul lagi sama Ririn. Dia pasti khawatir liat keadaanmu tadi do sekolah. "


Dela hanya bisa menghela nafas panjangnya saja, tapi yang pasti ada ketakutan besar dalam hatinya yang masih dia sembunyikan. Karena dia harus menemaniku di dalam ruangan sempit ini.


Perlahan ku pandangi sekelilingku, ruang apakah in??? Mengapa begitu kecil, gelap, dan lembap! Cahaya yang masuk hanya melewati ventilasi udara yang begitu kecil.

__ADS_1


Aku mulai menolehkan kepalaku ke arah yang lain!!!


Apakah ini penjara???? Tidak, ini mungkin ruang istirahat. Tapi tunggu, klo ruang istirahat yang d depan ity bukan lah besi melainkan pintu. Sedangkan yang ku lihat adalah besi-besi panjang yang tersusun rapi sehingga orang yang berada dalam tempat itu tidak bisa keluar.


Gila, ini benar-benar gila, mengapa kami berdua bisa terdampar di sini. Apa yang sebenarnya terjadi, kemana para siswi yang lain??? Apa hanya kami berdua saja yang ditangkap dan di masukkan kedalam penjara ini???


Ya Allah,,tolong selamatkan kami.


Biarkan kami kembali ke tempat kami masing-masing. Jauhkan kami dari segala mara bahaya, tolong kami ya Allah.


Tak henti-hentinya aku memanjatkan doa di dalam hatiku, ketika ku rasakan cairan dingin bening jatuh menetes tepat d pipiku. Dela menangis dalam diamnya, hatiku pun begitu hancur melihat dan merasakannya. Tapi kami berdua tidak dapat berbuat apa-apa sekarang, kami hanya menanti pertolongan dari orang lain. Semoga semuanya bisa kembali speerti biasanya, kami hanya ingin pulang. Aku memikirkan Bu Nina dan Bi Ijah, pasti mereka khawatir melihatku belum juga kembali.


Tak terasa air mataku pun ikut menetes. Begitu menakutkan hal ini ya Allah, hambamu hanya ingin pulang ya Allah.


Ya, aku hanya bisa memanjatkan doa pada-Nya!!!! Meminta pertolongan daripada-Nya untuk ku dan juga teman-temanku yang lainnya.

__ADS_1


Semoga di ketukkan pintu hati sang penguasa, siapa pun dia. Kami hanya ingin kembali k rumah kami masing-masing. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan.


Kami hanya ingin pulang.


__ADS_2