Penguasa Dan Si Upik Abu

Penguasa Dan Si Upik Abu
Part 3


__ADS_3

Aku tidak ingat berapa lama aq terpejam. Tubuhku melemah, dalam keheningan aku mendengar suara kaki orang melangkah.


Hey... bangun lah, kalian harus segera ikut kami. Tuan Reyhan dan anak-anak lain sudah berkumpul di aula. Seru salah satu dari pengawal Tuan Reyhan.


Aku perlahan membuka mata dan mulai menggerakkan badanku, kulihat Dela sudah berdiri di sampingku.


Ayo. Dela meraih tanganku dan membantuku berdiri dan berjalan keluar.


Kami berdua mengikuti langkah kedua pengawal itu keluar dari penjara.


Melewati beberapa ruang yg sangat besar dan megah. Inikah kediaman Tuan Reyhan??? Sungguh megah dan besar gumamku dalam hati. Kami berdua tiba di ruangan sangat besar dan di situ sudah berkumpul anak-anak lain yang menunggu perintah selanjutnya.


"Lia, Dela... teriak Ririn sambil berlari ke arah kami. " Kalian ga apa-apakan??? Kalian baik-baik ajakan?? Aku cemas mikirin kalian berdua, aku sendiri disini nungguin kalian berdua tahu?!!"


"Kami baik-baik saja Rin, kami juga mikirin kamu. " sahut Dela.


Ketika kami berbicara, Bu Nurmala n Tuan Reyhan pun menghampiri.


" Kalian baik-baik saja??? tanya Bu Nurmala


"Iya bu, kami baik-baik saja sahutku dengan Dela bersamaan.


Ku lihat tatapan mata n senyum yang mengerikan dari seorang penguasa negeri ini.


Ya, Tuan Reyhan baru saja tersenyum, dan senyum itu amat sangat menakutkan bagiku. Apa yang sedang direncanakan olehnya.


Suara seorang pemuda terdengar lantang dari arah depan.


"Selamat datang di kediaman saya, saya tidak akan berpanjang lebar. Saya hanya ingin mengatakan bah kalian semua hari ini bisa pulang ke rumah kalian masing-masing. Tapi dengan satu syarat. Dan saya akan menanyakan ini pada Ibu kepala sekolah. Silahkan naik ke atas Bu!


Bu Nurmala pun berlalu menuju ke atas panggung, tapi dari raut wajahnya terlihat kecemasan yang tiada hentinya.

__ADS_1


"Dengar Nyonya, saya akan memberikan anda 2 pilihan. Yang pertama, anda dan anak-anak ini pulang dengan keadaan sehat dan selamat atau anda pulang dalam keadaan tak bernyawa??? " Tanya Tuan Reyahan.


"Tentu saya ingin pulang bersama mereka dengan sehat dan selamat tuan. "


"Baiklah kalau begitu, jika anda ingin pulang dengan sehat dan selamat anda harus mengorbakan satu dari 150 siswa anda ini untuk saya. Bagaimana Nyonya??"


" Maksud anda tuan??? "


" Tinggalkan siswa anda yang bernama Lia untuk saya, maka anda dan siswa yang lainnya bisa pulang hari ini juga. Bagaimana Nyonya Nurmala, apakah kita bisa sepakat??? "


"Maaf tuan, tapi bagaimana bisa saya meninggalkan anak murid saya walaupun hanya satu orang saja??? Mereka semua adalah tanggung jawab saya Tuan!"


" Jika itu pilihan anda, saya akan mengirimkan kalian dengan menggunakan peti mati. Jika dia tidak tinggal, kalian semua kembali dengan keadaan tidak bernyawa. Tapi jika dia tinggal, saya pastikan kalian pulang dan sampai ke rumah dengan selamat! "


Pilihan sulit bagi Bu Nurmala.


"Silahkan anda pikirkan dulu Nyonya Nurmala, saya akan menunggu keputusan anda! "


Bu Nurmala pun segera turun dan menemuiku.


Hatiku hancur, aku takut, rasanya dunia sudah berakhir bagiku. Ku coba untuk memahani keadaan lagi, mungkin dengan aku tinggal itu jauh lebih baik. Toh Bu Nurmala pasti akan membebaskanku.


" Saya akan tinggal Bu, tapi berjanjilah ibu akan menjemput dan membebaskanku segera! "


" Ibu pasti akan segera menjemputmu pulang Lia, Ibu janji. Ibu akan segera menolongmu. Terima kasih atas pengorbananmu Nak."


" Tolong sampaikan pesanku kepada Bu Ina, bahwa aku baik-baik saja dan aku akan segera pulang. "


" Baik lah, ibu akan menyampaikannya! "


Bu Nurmala kembali ke atas panggung dan menemui Tuan Reyhan. Dari jauhku lihat senyum mengerikan itu kembali. Tuhan, tolong aku, pintaku dalam hati.

__ADS_1


" Tuan, saya setuju dengan permintaan tuan. Anak itu akan tinggal, tp suatu saat nanti saya akan kembali untuk menjemputnya. "


"Hem... baiklah Nyonya Nurmala, itu keputusan yang sangat bijak. Silahkan anda datang jika ingin menjemputnya, saya akan menunggu kedatangan anda! "


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi. "


" Silahkan, saya akan menyuruh para pengawal saya untuk mengantarkan anda dan anak-anak tersebut sampai ke rumah kalian masing-masing! "


Bu Nurmala pun berlalu dari hadapan Tuan Reyhan dan berjalan menuju ke arahku. Dengan hati yang berat dia memeluk dan berkata kepadaku.


" Jaga dirimu dan kesehatanmu nak, ibu akan segera menjemputmu! "


" Baik bu, aku akan menunggu kedatangan ibu. "


Isak tangis Dela dan Ririn tak dapat di bendung, mereka tidak mau melepaskan pelukkan mereka dariku. Aku hancur menghadapi kenyataan ini. Tak apa bagiku, yang penting sekarang keselamatan mereka yang ju kenal dan aku sayangi.


" Hey... pergilah, aku akan baik-baik saja di sini. Bu Nurmala sudah berjanji akan menjemputku, kita akan bisa berkumpul bersama kembali. Pergilah, semua sudah menunggu."


Dengan berat q lepaskan pelukan kedua sahabatku itu, tangan mereka masih memegamg tanganku.


"Kami berjanji, kami bakalan jemput kamu lagi Lia, jaga kesehatanmu." kata Dela sambil memelukku kembali.


Kutarik tangan Ririn ke arahku juga.


" Jangan khawatirkan aku, aku pasti akan baik-baik saja. Kalian berdua juga jaga diri kalian dan kesehatan kalian, jangan suka berkelahi juga. Baik-baiklah satu dengan yang lain, aku pasti akan merindukan kalian berdua. "


Kami hanya bisa berpelukan untuk saling melepaskan semua rasa gelisah dalam hati.


Para pengawal pun datang dan menyuruh mereka untuk segera berangkat keluar menuju bus yang sudah disediakan.


Aku hanya bisa melihat mereka pergi dari kejauhan. Kehidupan baruku di istana ini akan segera dimulai.

__ADS_1


Kulihat Tuan Reyhan yang berada agak jauh dariku, dia dari tadi mengamatiku sambil memperlihatkan senyum yang dingin dan mengerikan yanv penuh dengan arti yang tidak diketahui olehku.


Tuhan, kuatkanlah aku dalam menerima keadaanku ini!!!


__ADS_2