
Malam berganti pagi, ternyata aku masih berada di tempat ini. Sepertinya aku telat bangun, karena hanya ada aku saja dalam bilik ini. Kulirik bilik Mbak Rini ternyata tidak ada penghuni, biliknya sudah tertata rapi. Pos jaga pun sepi, apa Mbak dia sudah pulang juga ya? Tanyaku dalam hati.
Aku hnya bisa terduduk memikirkannya, ah mungkin mrka ada keperluan di luar. Lebih baik aku segera merapikan bilikku, jangan sampai tiba-tiba tuan Rey atau orang lain datang bilikku masih berantakan.
Aku pun mulai meyibukkan diri dengan merapikan bilik ini.
Baru beberapa menit aku berbenah, aku mendengar suara langkah kaki datang. Mungkin Mbak Rini sudah datang, batinku.
Aku berhenti sejenak dan menoleh ke arah datangnya suara, ternyata si Mbok yang datang dengan nampan makanan di tangan nya.
" Pagi ndok,..." sapanya.
"Selamat pagi mbok.. "
"Bagaimana kabarmu ndok?? Sehatkah?? " tanyanya lagi.
" Sehat mbok, aku baik-baik saja" sahutku
"Ini, mbok bawakan sarapan pagi buatmu. Pagi-pagi sekali, Mbak Rini dan Diana sudah sarapan dan mereka hari ini ke rumah sakit untuk mengecek kandungan Mbak Rini. Mereka sengaja ga bangunin kamu, karena kamu masih pules tidurnya tadi. Sekalian belanja keperluan bayi sehabis mereka dari rumah sakit nanti. Jelas Mbok kepadaku."
__ADS_1
"Sudah berapa bulan usia kandungan Mbak Rini Mbok?? tanya ku"
"Sudah 7 bulan ndok, dia sudah 5 bulan di sisni. Dia masuk ketika usia kandungannya 2.
"Suami dan keluarganya yang lain ke mana Mbok?? tanya ku lagi dan kenapa dia bisa berada di penjara, apa dia membuat masalah yang besar?? "
" Ceritanya panjang ndok, sini, sarapannya sudah siap."
" Aku pun beranjak mendekati si Mbok, dengan pelan ku masukkan makanan ke dlaam mulutku sambil menunggu mbok mulai melanjutkan cerita nya.
" Rini duli adalah salah satu dari kami, dia bertugas membersihkan dan menata kamar di rumah ini. Pada suatu hari kami mendengar dari mulutnya sendiri bahwa dia sedang dekat dengan salah satu pengawal pribadi Tuan Reyhan yang bernama Doni. Tentu saja kabar itu membuat kami bahagia, karena tidak ada aturan di rumah ini melarang para pekerjanya untuk tidak jatuh cinta. Dan hal itu terjadi pada Dini dan beberapa teman yang lainnya. Kami sangat senang mendengarnya, begitu juga Tuan Rey. Tuan Rey malah menyuruh mereka berdua untuk segera menikah, tapi hal itu belum mereka iyakan. Mereka ingin mengenal lebih dalam lagi dan memantapkan hati untuk berlanjut ke pelaminan
Cukup lama mereka berdua menjalin hubungan sebagai kekasih, hingga pada akhirnya kami menerima kabar gembira itu.
Selesai acara, Doni dan Rini tetap melaksanan tugas mereka masing-masing.
Sampai pada usia pernikahan mereka 2 tahun, Rini meminta izin untuk berhenti bekerja. Dia ingin fokus pada program kehamilan. Mbok tidak bisa untuk berkata tidak, Tuan Rey pun sudah memberi izin untuknya beristirahat. Sementara Doni suaminya masih tetap melaksanakan tugasnya berada di sisi Tuan Reyhan.
Sampai pada suatu hari, Doni memerima tugas yang sangat berat dari Tuan Reyhan. Tugas itu takkan sanggup untuk dia lakukan. Rini belum mengetahui hal itu dan Doni snegaja mengulur-ngulur waktu untuk melakukannya. Ketika Rini tahu apa yang di minta oleh Tuan Reyhan kepada suaminya. Rini datang dan menghadap langsung menemui Tuan Reyhan. Tapi hati Tuan Reyhan sudah si tutup oleh api amarah. Tuan Reyhan memberi batas waktu untuk Doni melakukannya, bahkan mbok lun pernah meminta untuk tidak melakukan hal itu.
__ADS_1
Sampai pada suatu hari, Doni berhasil membawa apa yang dia inginkan.
Ya, yang tuan inginkan adalah nyawa gadis kecil yang bernama Melati. Tuan Reyhan sangat senang dengan apa yang sudah didapatkan oleh Doni dan menyuruh Doni untuk segera menghabisi nyawa gadis cantik itu. Tentu aaja itu hal tidak Doni inginkan, dia berusaha untuk membuat tuan agar memaafkan kesalah gadis itu dan melepaskannya ksmbali. Tetapi tuan tidak mau dan memaksa Doni untuk menembaknga. Doni berusaha meyakinkan tuan untuk melepaskannya, ketika kami mendengar hal itu. Kami segera menuju kemari, kami berusaha untuk melepaskan gadis itu. Tapi tuan tetap tidak mau mendengar apa yang kami bicarakan, dengan hati dan pikiran yang dipenuhi amarah. Tuan menarik senapan Doni dan dengan cepat tuan mengarahkan senjata itu pada Melati. Tentu saja hal itu membuat kami panik dan berteriak, dengan satu tarikan peluru pun keluar. Tapi yang tidak kami ketahui, Doni dengam cepat menghadang laju peluru itu. Doni merelakan dirinya untuk melindungi Melati."
"Hem...... helaan napas Mbok keluar dari mulutnya, seakan berat untuk dia melanjutkan ceritanya kembali."
"Doni terjatuh tak sadarkan diri, melihat hal itu kami pun panik dan berlari ke arah Doni. Tapi satu kali lagi letusan yang keluar dari pistol yang di pegang Tuan Rey, dan peluru itu mengenai Melati. Ia pun jatuh tepat d samping Doni yang tak sadarkan diri. Kami hanya bisa berteriak dan berlari ke arah mereka berdua. Rini terpukul hebat, dia berteriak dan mengambil pistol yang ada pada Diana dan mengarahkannya pada Tuan Rey, peluru mengenai tangan Tuan Rey saja. Para penjaga yang datang segera mengamankan Tuan Rey dan Rini, kami pun segera memeriksa keadaan Doni dan Melati. Sayangnya Melati meninggal di tempat, sedangkan Doni masih bisa kami bawa ke rumah sakit. Tapi keadaannya pun kritis!
Hanya beberapa jam saja ketika Doni menerima perawatan, dia pun meninggal. Hal ini sangat membuat kami terutama Rini begitu terpukul, beberapa kali dia tak sadarkan diri di samping jenazah suaminya. Begitu pula dengan Tuan, walau di tempat yang berbeda tuang sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi.
Rini kembali berulah sebelum proses pemakaman Doni, ia berusaha mencelakai tuan. Tapi aksinya ketahuan, dan dia pun di masukkan ke dalam penjara ini.
Ia tidak ikut dalam proses pemakaman Doni, selain fisiknya lemah, dia pun masih menyimpan dendam pada tuan."
Sampai saat ini, tuan berusaha untuk mrndapatkan maaf dari Rini dan membiarkan selalu berada di rumah ini. Tuan masih terpukul dan menyesal atas perbuatannya kepada Doni, yang sudah dia anggap seperti saudara kandungnya sendiri."
"Berarti, baru ya Mbok Mbak Rini kehilangan suaminya??"
"Iya ndok, baru 6 bulan."
__ADS_1
Aku kembali memasukkan makan dalam. mulutku, dalam hati aku berkata. Sungguh sangat tragis cerita hidup Mbak Rini, aku berpikir akulah yang paling menyedihkan di sini. Tapi ternyata ada orang lain yang lebih menderita dibandingkan aku.
Selama ini dia tersenyum dan mengiburku, tapi dia menyimpan begitu banyak luka dihatinya dan dia berusaha untuk menutupinya. Maafkan Lia Mbak, Lia tidak tahu betapa menderitanya Mbak selama ini....