
Kehidupan baruku dimulai. Sedih karena harus berpisah dengan teman-temanku begitu ku rasakan. Kini aku berada di tempat yang sangat asing bagiku.
Hari ini banyak tugas yang harus aku kerjakan. Si Mbok sudah memberitahukan apa saja yang harus aku kerjakan dari bangaun tidur hingan akan tidur kembali... Ah... pekerjaan ini, aku belum pernah melakukan yang sebanyak ini selama hidupku.
Pagi ini aku mulai dengan membersihkan ruangan, istana sebenar ini dengan begitu banyak ruang rasanya tidak mungkin mampu aku bersihkan dalam satu hari. Baiklah, dari pada banyak berpikir aku mulai membersihkan setiap ruangan dalam rumah. Ruang megah dengan gaya yang benar-benar luar biasa, sangatlah memukau. Setiap ruangan memiliki ciri tersendiri, ketika memasuki ruang tidur Tuan Reyhan. Aku terpana melihat letak dan dekorasi kamarnya. Inikah kamar sultan yang dimaksud itu, sangatlah megah hanya untuk sebuah kamar yang ditempati sendiri. Semua barang terlihat mahal, saking terpesona dengan keindahan kamarnya aku hampir lupa tugasku untuk bersih-bersih.Maklum saja, jiwa miskin n kampunganku Meronta-ronta.
Satu demi satu bagian mulai selesai ku bersihkan, sampai pada tempat tidurnya. Aku harus mengganti semua alas tempat tidurnya, karena saking semangatnya untuk cepat selesai aku tidak sengaja menyenggol vas bunga yang berada d meja samping tempat tidur tersebut.
Bisa dibayangkan hancurnya seperti apa, ah.... masalah baru lagi hari ini. Aku bergegas membersihkan pecahan kaca tersebut, si mbok yang mendengar suara benda jatuh pun langsung berlari ke arah datangnya suara.
"Apa yang terjadi?"
" Maaf Mbok, aq ga sengaja menjatuhkan vas bunga. Vas bunganya pecah! "
" Berhati-hatilah dalam bekerja, kamu ga tahukan apa yang akan terjadi jika tuan mengetahuinya?? Mbok terlihat gusar.
" Maaf mbok, aq benar-benar ga sengaja. "
" Bereskan semua serpihan kaca tersebut, jika tuan pulang dan bertanya, katakan bahwa mbok yg menjatuhkan vas bubga tersebut! Paham??? "
"Tapi mbok, vasnya saya yang jatuhkan. Kenapa saya harus bohong ke tuan?? "
" Lakukan yg mbok perintahkan, jangan banyak bertanya. Pahamkan??? "
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, ku lihat ada kecemasan di wajah mbok saat ini.
__ADS_1
Hampir semua ruangan sudah kubersihkan, kini tinggal gudang yang berada di ujung ruangan saja.
Baru saja ingin beristirahat untuk makan siang, tuan datang dan langsung menuju ke kamarnya.
Aku hanya berdebar, menunggu jika aku akan di panggil dan di introgasinya karena vas bunga di kamarnya yang aku pecahkan pagi ini. Beberapa saat ku tunggu panggilannya, tapi belum juga ku dengar. Mbok pun menyuruh kami makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan kami masing-masing.
Baru 2 sendok makan nasi yang masuk ke dalam mulutku, kudengar tuan berteriak dengan snagat nyaring. Ku lihat mbok dengan sigap menuju ke arah suara tersebut. Tapi belum lama ku lihat wajah dingin, kaku, dan tidak bersahabat itu datang ke arah kami di dapur.
" Hari ini siapa yang bersihkan kamar ku??? "
Jantungku langsung berdetak sangat kencang, tubuhku rasanya dingin, kaku n membeku.
Mbok dengan sigap menjawab: " mbok tdi yg bersihkan, dan mbok ga sengaja jatuhkan vas bunganya tuan."
"Jawab pertanyaanku, siapa yang membersihkan kamarku hari ini?? "
Suaranya semakin meninggi. Tuhan, tubuhku mulai gemetaran. Apa yang akan. terjadi padaku nanti???
"Maaf tuan, saya yang membersihkan kamar tuan tadi. Maaf tuan, saya tidak sengaja menjatuhkan... Belum selesai kalimat yang ku ucapkan. Ku rasakan tamparan kuat yang menghantam pipiku.
Pedih, perih, kepalaku juga terasa pusing dan oleng karena.
Dengan kasar tuan menarik rambutku.
" Baru sehari di sini, kau mulai membuat ulah. Apa yang akan kau lakukan besok hah?? Apa kau tau vas bunga itu sangat berharga bagi ku??? "
__ADS_1
"Maaf tuan, saya benar-benar tidak sengaja! "
" Terserah apa katamu, tapi kau harus menggantinya dengan hukuman yang setimpal. "
Dengan kasar tuan menarikku menuju ke ruang bawah tanah. Ini pertama kalinya aku menuju ruang tersebut. Ternyata ruang itu adalah penjara.
Tanpa banyak bicara, ia meminta salah satu penjaga untuk membuka penjara tersebuk dan mengikatku di tali yang sudahh disiapkan.
Tanpa bicara apa-apa dia mulai mencambukku tanpa rasa ampun.
"Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja menjatuhkan. Maafkan saya tuan, tolong maafkan saya! "
"Maaf, besok apalagu yang akan kau hancurkan. Dan aku harus memaafkanmu lagi dengan alasan yang sama??
Simpan saja permintaan maafmu itu, kau harus benar-benar diberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatanmu itu! "
Dengang kasar dan sekuat tenaganya ia mencambukku, ia mulai melambat ketika tenaganya mulai berkurang.
Dia melempar cambuk yang digunakannya, melihatku dengan tatapan kebencian. Tatapan itu benar-benar membuatku takut dan tak bisa berkata.
" Perhatikan apa. yang dia lakukan, jika dia berbuat yang aneh-aneh, habisi saja. " perintahnya pada penjaga.
Penjaga tersebut hanya mengaggukkan kepala saja.
Tuan berlalu dengan menaiki anak tangga menuju ke ruangan atas, sekarang tinggal aku yang merasakan hancurnya seluruh tubuhku. Sakit sekali rasanya, kakiku tak lagi mampu menopang tubuhku. Aku hanya terikat pada kedua tali di tanganku. Kepalaku sakit, perutku perih, tatapanku mulai pudar dan tak jelas yang kulihat. Dan pada akhirnya hanya kegelapan yang kurasa...
__ADS_1