Perasa

Perasa
PART 01


__ADS_3

''Prasa yang menyeruak tidak pernah terduga oleh siapapun


Jika dirasa begitu sesak mengharapkan nya hidup kembali di dunia ini


Namun termenung seperti tiada arti kembali


Semua itu hanya angan saja bahkan semua tidak akan kembali seperti dulu''


@Zanden Qivan Giantara


Seorang bocah lelaki yang bersembunyi di balik lemari. Tengah melihat kedua orang tuanya yang tengah di habisi oleh orang bertopeng.


''Ampuni kami tuan jangan sakiti istri saya dia tidak salah apa-ap_''


Doorrr


Dorr


Akhhhhhh


Euhh


Teriak seorang pria paruh baya yang dimana tembakan dari arah samping melesat kearah pria paruh baya yang langsung tewas ditempat.

__ADS_1


''Tidakkkkk, maassss bangunn''jerit sang istri dengan tangisnya yang begitu histeris saat melihat sang suami di tembak sampai meregang nyawa oleh salah satu orang bertopeng yang sedang menatapnya penuh dendam.


''Sekarang giliran anda nona''kata ketua menyeringai.


Dorrr


Dorrrrrr


Akhhhhh


''sa-sakittt''teriak wanita paruh baya dengan memegang perut nya yang terus mengeluarkan darah lalu menatap sang suami yang sudah terkapar tidak bernyawa dan tidak sengaja tatapannya bertemu dengan seorang bocah lelaki yang tak lain dia adalah putranya yang wanita paruh baya itu suruh untuk bersembunyi di balik lemari.


''Ayo pergi tugas kita sudah selesai''ujar sang ketua pada semua anggotanya.


''Hikss hikss Ibu ayah jangan tinggalin Zan''ujar bocah lelaki itu teringsak melihat semua keluarganya di bantai habis.


''Sa-sayang jaga di-diri kamu de-dengan ba-baik kamu harus me-menjadi anak lelaki yang ku-kuat euuhhhh_''ujar sang Ibu tercekat lalu menghembuskan nafas terakhirnya.


''Ibuuuu ayahhhhhh hikss hikss''ujar bocah lelaki menangis begitu pilu.


''Aku berjanji akan membalas kalian semua''ucap bocah lelaki dengan sorot mata yang tajam dengan rasa sedih yang sekarang bocah lelaki itu rasakan.


/Beberapa Tahun Kemudian/

__ADS_1


Zanden Qivan Giantara. Pria yang usianya sekarang sudah menginjak 22 tahun.


Melanjutkan pendidikanya disalah satu universitas Prielit strend.


Pria berkacamata bulat dengan rambut di tata dengan sangat rapi menambah ketampanannya yang sangat sempurna.


''Zan woy tungguin gue''teriak pria yang berambut mangkok mie ayam berlari mengejar Zanden dari arah belakang.


Sedangkan Zan hanya menoleh dengan muka datarnya.


''Aduhh lo di panggil-panggil malah terus jalan tega banget lo sama gue''crocos teman Zanden yang sedang menyetabilkan nafasnya.


''Siapa suruh lari''ujar Zanden lalu melanjutkan langkahnya dengan sahabatnya yang terus berceloteh tanpa henti di sampingnya.


Dia Mikal Fripayen sahabat dari Zanden Qivan Giantara usianya sama dengan Zanden yang berusia 22 tahun menempuh pendidikannya di Universitas yang sama dengannya. Sahabat baiknya ini selalu tidak lelah dekat dengan Zanden. Padahal Zanden tipikal orang yang sangat anti bicara panjang lebar. Apalagi dengan orang-orang terdekatnya bisa di bilang dia pria yang sangat dingin dan tidak suka bantahan orang lain.


''Zan''teriak teman di hadapannya yang mencekal pergelangan Zanden dengan beraninya.


''Lepas''tegas Zanden dengan tatapannya menghunus ke arah seorang gadis yang bertampilan modis di hadapannya.


Wanita itu melepaskan cekalannya di pergelengan tangan Zanden dengan lembut.


''Aku cuman mau bilang sama kamu mau gak kamu jalan sama aku Zan?''ajak gadis di hadapannya yang terlihat sangat cantik dengan penampilannya yang sangat terlihat sempurna.

__ADS_1


__ADS_2