
''Nona angkuh yang terlalu pede yang harus di basmi''
@Arsya Rasto
''Gue sibuk''ucap Zanden berjalan ke dalam kelas yang akan segera di mulai dan mengabaikan teriakan gadis yang memegang pergelangan tangannya tadi di arah lorong menuju kelas.
Sedangkan sahabat Zanden yaitu Mikal rambut mie ayam. Setelah mendengar penolakan dari Zanden pada gadis itu. Mikal segera menghampiri gadis yang dicampakan oleh Zanden
''Hai, btw kamu mau ajak sahabat gue jalan yah?''tanya Mikal dengan gaya so chool nya.
''Ngapain lo?sana pergi''usir gadis itu dengan tatapan sinis nya pada Mikal.
''Ehh kamu jangan galak-galak. Nanti gak ada yang suka selain abang Mikal lagi''ujar Mikal dengan pedenya.
''Ngarep lo''ucap gadis itu yang berlalu pergi dari pandangan Mikal sedangkan Mikal yang mendengarnya hanya bisa cengo.
Aleka Ristin seorang gadis yang selalu mengejar-ngejar perhatian seorang Zanden Qivan Giantara tetapi semua perhatian Aleka yang selalu di berikan pada Zanden di tangkis secara terang-terangan di hadapannya. Namun gadis itu seakan sudah terobsesi pada seorang Zanden sampai mempunyai niat yang sangat licik di dalamnya.
__ADS_1
Di perusahaan Company grup di dalam sebuah ruangan yang sangat luas terlihat di sana seorang pria tampan sedang duduk di kursi kebesarannya dengan pandangannya lurus ke arah laptop yang berada dihadapannya.
''Permisi tuan ada yang ingin bertemu dengan tuan dia menunggu di lobby kantor''kata sang Asisten.
''Bisakah jika kau masuk mengetuk pintu terlebih dahulu hah''sentak pria tampan di ruangan tersebut dengan disertai lirikan tajamnya yang terkesan dingin di pendengaran serta penglihatan sang asisten.
''Ma-maaf tuan tadi saya sudah mengetuk pintu namun tuan tidak mendengarnya''ujar sang asisten dengan takut-takut.
''Saya sibuk''ujar pria itu dingin.
''Ba-baik tuan kalau begitu saya bermisi''ucap sang asisten yang sudah mengerti maksud tuannya lalu berlalu pergi dari ruangan itu yang terasa sangat mengcengkram baginya.
Sedangkan di sebuah lobby kantor seorang gadis yang berpenampilan modis sedang kesana kemari bagaikan istrikaan dengan terus menyerocos pada resepsionis kantor dengan menghentak-hentakkan kakinya yang sudah menunggu terlalu lama.
''Lama banget sih coba deh lo telpon dia gue beneran ada keperluan sama dia cepat''geretak Aleka dengan mengebu-ngebu pada resepsionis kantor.
Apakah sesusah ini cuman ingin bertemu dengan pria yang ia kagumi itu. Jika sesusah ini baginya tidak akan menyerah.
__ADS_1
''Maaf nona saya tidak akan mengizinkan nona masuk jika belum ada konfirmasi dari atasan saya jika nona keberatan menunggu silahkan nona keluar''usir sang resepsionis dengan halus.
''Berani lo ya sama gue, gak tau aja lo gue siapa dasar belagu baru juga jadi resepsionis ''sentak Aleka itu dengan ucapan pedasnya.
Tak
Ttak
Suara langkah kaki itu menghentikan perdebatan antara resepsionis dengan Aleka berpenampilan modis tersebut.
''Maaf apa ini dengan nona Aleka?''tanya pria berjas hitam.
''Iyah ini gue kenapa?''tanya balik Aleka dengan angkuhnya.
''Sebelumnya tuan saya sedang sibuk jadi tidak bisa bertemu dengan anda Nona''ujar pria berjas hitam yang tak lain sang asisten tuannya.
''Bilangin sama dia nanti malam gue tunggu di sebuah club jalan xxxx''ujar Aleka yang langsung berlalu begitu saja tanpa menunggu respon dari pria berjas hitam tersebut.
__ADS_1
Arsya Rasto asisten yang selalu mengabdi pada tuannya yaitu pada Zanden Qivan Giantara. Sudah lama ia bekerja sejak kedua orang tua nya masih ada. Karena telah banyak jasa yang Zanden berikan pada kedua orang tua Arsya sewaktu dulu.