Perasa

Perasa
PART 10


__ADS_3

Mentang-mentang orang kaya pake mobil aja gak hati-hati gitu''crocos gadis itu.


''Ibu beneran gak apa-apa Auren, anaknya ibu''ucap wanita paruh baya yang hanya bisa mengelengkan kepalanya saat melihat putri satu-satunya masih merasa kesal dengan pengendara mobil tadi.


''Baiklah Bu kalau begitu Auren ke kamar mandi dulu''ujar Auren beranjak dari duduknya sedangkan sang Ibu hanya menatapnya sambil tersenyum melihat kelakuan anaknya yang terbilang sangat tomboy namun sangat cantik.


Auren Atrika , gadis berpenampilan tomboy ini sebenarnya gadis yang sangat baik dan juga manis tapi berbanding terbalik dengan kelakuannya yang terlihat sangat tomboy dan cerewet. Banyak sekali para pria yang menyukainya namun saat baru saja dekat beberapa jam para pria yang mendekatinya sudah pada kabur lagi karena tindakan-tindakannya yang membuat para pria jadi malah ilfil.


/Markas Nesyon/


Malam yang sangat mengerikan untuk dilihat. Semua orang. Saling membantai satu sama lain dengan sanjata tajamnya. Begitu besar resikonya untuk para anak buah yang beberapa kali banyak yang tewas karena setiap senjata yang menganai lawan nya.


Trangg


Tranggg


Bugg

__ADS_1


Trangg


Krekkkk


Suara-suara mengerikan itu sangat terdengar jelas yang dimana setiap anak buah nya berteriak menahan sakit. Namun karena tidak ingin di anggap terkalahkan para anak buah Nesyon terus menyerang lawannya tanpa henti.


Sedangkan kedua ketua di arah bangunan tinggi tengah saling pukul memukul dengan senjatanya masing-masing.


''Anda akan terkalahkan tuan Zanden lihatlah anak buah anda semua terkalahkan''tawa puas Nesyon dengan penuh kemenangan sedangkan Zanden hanya menyeringai melihat lawannya yang merasa tidak terkalahkan olehnya.


Dari arah pintu belakang markas keluarlah tambahan para anak buah Zanden yang langsung menyerbu tempat markas Nesyon sedangkan Nesyon yang melihat anak buah Zanden yang begitu banyak keberaniannya menciut tidak seperti awal yang merasa menang.


''Mengapa?kau takut?''seringai Zanden tersenyum devil ke arah Nesyon.


Semua anak buah Nesyon sedikit demi sedikit tewas di tempat.


''Bagaimna bisa terjadi''kata Nesyon berbicara kecil namun masih terdengar oleh Zanden.

__ADS_1


''Tentu saja bisa tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan seorang ketua Rebatum Quiji si penguasa Markas mafia Rebatum Quiji''ujarnya menyeringai ke arah Nesyon yang terdiam kaku karena melihat anak buahnya satu persatu habis meregang nyawa.


''Dasar licik''sentak Nesyon tidak terima karena anak buahnya tewas semua.


''Siapa yang kau bilang licik?''tanya Zanden santai dengan menyendarkan tubuhnya di dekat dingding pojok.


''Kau baj*ngan''ujar Nesyon.


''Ohh yah, bukannya anda sendiri yang merencanakan ini semua tuan Nesyon. Bahkan rencana anda lebih licik dari ku''ujar Zanden tegas dan penuh penekanan disetiap ucapannya.


''Dari mana kau tau baj*ngan''sentak Nesyon murka.


''Kau ingin tau? tapi tanpa ku beri tau kau pasti tau siapa ketua Rebatum Quiji''ujar Zanden.


Karena Nesyon tidak terima dengan semua yang Zanden lakukan terhadap anak buahnya yang sudah banyak meregang nyawa. Dengan keberaniannya Nesyon menyerang seorang Zanden di markasnya sendiri.


Setiap pukulan dan senjata yang hampir menganai tubuh Zanden dengan segera Zanden menangkisnya dengan gerakan yang begitu sangat lihai akan tetapi sebuah belati yang tidak sengaja terkena ke arah bagian tangannya. Membuatnya sedikit meringis dan tatapan mata tajam Zanden mengambarkan permusuhannya pada Nesyon.

__ADS_1


__ADS_2