
''Tidak ada kata menyerah dalam kamusku meski kamu selalu menghindar dariku karena aku akan tetap mendapatkanmu dengan cara apapun itu''
@Aleka Ristin
Dengan senang hati Arsya mengantikan orang tuanya yang sudah tiada untuk selalu mengabdi pada tuan muda Zanden dan menjaganya dari orang yang berniat jahat pada tuannya. Arsya sudah menganggap Zanden saudaranya sendiri.
/Di Mansion/
''Tuan nona Aleka memberi pesan pada saya waktu di lobby kantor bahwa anda harus datang ke sebuah club nanti malam di jalan xxx''ucap sang asisten.
Zanden yang mendengar mengepalkan tangannya dengan sorot mata yang begitu tajam.
Baginya sangat malas mendatangi sebuah club seperti itu. Zanden lebih suka menenangkan diri didalam mansion atau markas nya. Dari pada ke tempat menjijikan itu baginya.
/Malam Pun Tiba Tepat Pada Pukul 07.00/
Zanden melajukan mobil nya ke tempat sebuah club. Saat di perjalanan Zanden tidak sengaja hampir menambrak seorang gadis yang tengah berjalan sendirian.
__ADS_1
''Sial''umpat Zanden memukul setirnya.
''Hei anda gak liat yah ada saya di sini jika menjalankan mobil jangan ngebut-ngebut kalau beneran nabrak kan berabe''crocos gadis di hadapannya yang terus berbicara.
''Minggir''ujar Zanden menongol di kaca mobil dengan nada membentak gadis di hadapannya yang telah menghelangi jalannya.
''Anda ini bukannya minta maaf malah marah-marah dasar pria gila''umpat gadis itu yang terlihat kesal sedangkan mobil Zanden sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.
''Apes bener malam ini ketemu pria seperti itu''gumam gadis itu dengan melanjutkan langkah menuju rumahnya.
/Club Leker/
''Berisik''sentak Zanden yang langsung duduk di pinggir teman prianya setelah melepas paksa pegangan tangan Aleka.
''Lo udah datang bro tuh si Aleka nungguin lo dari tadi''ujar Renji yang terlihat sedang di gerayami oleh wanita bayarannya.
''Hemm''dehem Zanden merasa tidak nyaman berada di tempat yang sangat berisik seperti ini bahkan dentuman musik terdengar begitu melengking di telingnya.
__ADS_1
''Zan kamu mau minum-minum gak? aku pesenin nih tadi buat kamu''tawae Aleka yang malah memeluk legan Zanden kembali.
''Buat apa nyuruh gue kesini?tanya Zanden keintinya dengan nada dingin.
''Aku cuman mau ketemu aja sama kamu soalnya selama libur kuliah kita jarang ketemu''kata Aleka dengan mulai mengerayami tubuh Zanden tanpa Aleka sadari Zanden pun menyeringai.
Krekkkk
''Zan sa-sakitt le-lepas''ujar Aleka terbata-bata dengan wajah yang sudah memerah dengan sekuat tenaga Aleka mencoba melepas cekikan Zanden dari leher nya namun karena tenaganya lebih besar dari Zanden. Aleka hanya pasrah menahan rasa sakit.
''Gue peringatin sama lo jal*ng si*lan jangan coba deketin gue atau lo gue habisi detik ini juga''ancam Zanden dengan tatapan membunuhnya pada Aleka lalu Zanden beranjak pergi setelah mengatakan peringatan pada Aleka gadis yang selalu mengejar ngejarnya tanpa henti.
/Markas Rebtum Quiji/
''Bagaimana penyelidikan kalian''tanya Zanden sesampainya di markas.
''Kami berhasil menemukan siapa saja yang dulu membunuh keluarga tuan serta penyuruhannya''ujar orang kepercayaan Zanden dimarkasnya.
__ADS_1
''Katakan''suruh Zanden dingin.
''Dari keluarga Narto Bendistan. Dulu mereka telah merencanakan pembantaian di sebuah mansion yang sangat megah yang tak lain itu mansion kedua orang tua tuan muda. Waktu itu permasalahannya dalam sebuah kerjasama sebuah proyek yang ayah tuan menangkan dulu. Narto merasa iri karena proyek yang harusnya di menangkan nya tapi malah di menangkan Ayah tuan muda. Sampai dimana mereka ingin merebut proyek tersebut dari ayah tuan dengan cara membunuh semua keluarga tuan''kata orang kepercayaan Zanden di markasnya menjelaskan secara mendetail.