Perasa

Perasa
PART 09


__ADS_3

''Kematianmu ada di tanganku Nesyon Niger''


@Zanden Qivan Giantara


''Anda dengar saya tidak? gara-gara anda Ibu saya hampir celaka untung tuhan masih melindunginya jika jalan hati-hati dong mas dan yang fokus nyetirnya gimana sih''crocos gadis di hadapannya tanpa jeda.


''Maaf yah Bu dan nona saya tidak sengaja dan ini ada uang sedikit takutnya ada yang luka pada ibu anda nona''kata Arsya menyodorkan empat lembar uang berwarna merah.


''Tidak perlu, kami tidak butuh uang dari orang ceroboh seperti anda sana pergi lain kali hati-hati dalam menjalankan mobil anda tuan''ujar gadis di hadapannya.


Tanpa sadar Arsya tersenyum kecil saat mendengar gadis di hadapannya yang terus berceloteh tanpa henti padanya.


/Dimarkas/


"Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi yaitu suara sebelum kekalahan''ujar Zanden tegas dengan tatapan tajamnya serta auranya yang terasa dingin di hadapan semua anak buahnya.


''Marta''panggil Zanden kepada salah satu anak buah kepercayaannya.

__ADS_1


''Iyah tuan''ujar sang anak buah yang bernama Marta.


Dia orang kepercayaan Zanden. Jika Zanden sedang tidak ada dimarkas dialah Marta orang yang akan menjaga markasnya karena Zanden harus mengurus pekerjaan yang lainnya tidak akan selalu ada dimarkasnya.


''Siapkan senjata yang biasa kita semua gunakan nanti malam kita kepung markas Nesyon''ujar Zanden.


''Baik tuan akan segera saya siapkan''ujar Marta.


''Ma-maaf tuan sebelumnya saya mendapatkan informasi dari markas Nesyon bahwa mereka akan merencanakan jebakan untuk kita semua''ujar salah satu anggota di sana angkat bicara.


''Kapan pun kita ingin memerangi musuh kita pertama dan terutama kita harus memulai nya dengan keberanian tanpa pertimbangan seperti perang tanpa membawa amunisi terkadang dengan kalah dalam pertempuran kita semua bisa menemukan cara untuk memenangkan perang tersebut apa kalian paham?''ujar Zanden dengan tatapan tajamnya.


''Maka persiapkan semuanya''ujar Zanden.


/Malam pun tiba/


Di sebuah markas Ertik Tiger terlihat sang ketua sedang memarahi seorang pria paruh baya yang sedang memohon balas kesihan.

__ADS_1


''Saya mohon tuan hikss jangan ambil putri saya''ujar pria paruh baya.


''Janetan habisi pria tua itu''ucap sang ketua dengan nada yang tidak main-main.


''Saya mohon tuan akkhh lepas, tuan saya mohon lepaskan putri sayaaa''teriak pria paruh baya yang sedang di paksa masuk kedalam tempat kematiannya yaitu sebuah kolam yang banyak sekali buaya pria paruh baya itu pun di masukkan kesebuah geruji besi lalu tidak menunggu lama geruji besi dengan pria paruh baya di dalamnya di tengelamkan ke dalam kolam yang banyak sekali buaya di sana yang sedang menanti pria paruh baya itu turun ke bawah kolam.


''Akkkhhhhhh tidakkkkkk''teriak pria paruh baya kesakitan saat tangan dan kakinya di perebutkan oleh para buaya-buaya buas.


''Rasakan itu pria tua yang tidak tau diri''kata salah satu anak buah Nesyon.


Beberapa menit pria tua pun tewas dengan menganaskan. Geruji besi di angkat kembali yang di sana terlihat kosong karena yang di dalam sana sudah di makan oleh buaya-buaya buas tersebut.


/Ditempat Lain/


''Ibu gak apa-apakan?''tanya seorang gadis yang merasa khwatir pada ibunya yang tadi hampir tertabrak.


''Tidak apa Nak''ujar wanita pruh baya tersenyum hangat ke arah putrinya.

__ADS_1


''Tapi Bu orang tadi ceroboh sekali bawa kendaraannya, membuat bahaya saja.


__ADS_2