Perasa

Perasa
PART 06


__ADS_3

''Perkataanmu meski persingkat sangat menusuk lidubu batinku tuan Zanden''


@Misyah Prizel


''Hiksss ampunnn tuan''ujar Misyah tetapi Zanden seakan tuli dan melempar Misyah ke pinggir dingding. Tanpa sengaja kepala gadis itu pun terbentur.


Bltakk


''Aukhh hikss sa-sakitt''ujar gadis itu lalu tidak sadarkan diri.


''Merepotkan''sentak Zanden.


Di markas teriakan seseorang terdengar nyaring dalam pendengaran Zanden. Pria paruh baya yang sedang Zanden siksa terus saja meminta pengampunan pada Zanden tapi sangat di sayangkan hari ini pria paruh baya itu harus menyusul kematiannya.


''Dasar baj*ngan lo inget gue kan sekarang hah jawab baj*ngan''sentak keras Zanden dengan meninju muka pria tua itu.


''Ampuni saya tuan saya tidak tau kalau ada yang masih hidup di keluarga anda''sesal pria paruh baya atas perebuatannya di masa dulu.


Namun bagi Zanden tidak ada apa-apa nya kata maaf di banding kedua orang tuanya yang pria itu bunuh. Tapi seakan pria tua ini mengmusnahkan kebahgiaannya sejak dari kecil.


''Gak ada pengampunan maaf untuk orang seperti anda tuan Narto''tekan Zanden menyeringai.


Blessssss


Akkkhhhhhhh

__ADS_1


''Tuann tolong am-ampuni sa-say_euhhh''ujarnya terpotong dengan rasa sakit di area tubuhnya yang terluka parah.


Srekkk


Bung


Akkkhhh


blesssss


Setiap siksaan dan pukulan lainnya mengenai perut serta tangan dan kaki pria paruh baya tersebut.


/Setengah Jam Kemudian/


''Bawa mayatnya dan kasih ke lion karena orang seperti dia tidak pantas di kuburkan dengan layak''kata Zanden lalu berlalu pergi setelah urusannya selesai.


/Beberapa bulan berlalu/


Sikap dan perubahan pada seorang Zanden makin kejam tak terkecuali pada orang-orang terdekatnya. Bahkan dalam dunia bisnis Zanden semakin tidak memakai perasaan. Semua Zanden habisi tanpa sisa jika ada yang menyentuh apalagi mengusiknya. Habislah nyawanya saat itu juga di tangannya.


''Permisi tuan ini waktu istirahat dan di luar ada Nona Misyah sedang menunggu anda''ujar Arsya sang asisten.


''Suruh dia masuk''ucap Zanden dingin tanpa menoleh pada sekertarisnya dan hanya fokus pada leptop yang berada di hadapannya.


''Mari nona masuk tuan menunggu anda di dalam''ujar Arsya sopan di sertai senyuman manisnya pada Misyah.

__ADS_1


''Terimaksih Kak Arsya''ujar Misyah dengan suara lembutnya di sertai senyuman tulusnya yang membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh hati.


Cklek


''Pe-permisi tuan''ujar Misyah menongol di di dekat pintu.


''masuk''ucap Zanden sangat jelas serta terdengar dingin di pendengaran Misyah.


Dengan takut-takut Misyah masuk kedalam ruangan Zanden dengan menenteng sebuah rantang sederhana.


''Tu-tuan''gugup Misyah takut-takut saat Zanden menatapnya begitu insten takut pria di hadapannya melakukan hal-hal yang kejam padanya. Sedangkan Zanden malah semakin menatap tajam gadis yang ada di hadapannya.


''Tu-tuan''ujar Misyah lagi dengan polos sedangkan Zanden yang melihat ketakutan dari raut wajah gadis di hadapannya segera menyetabilkan dirinya kembali.


''Duduk''suruh Zanden.


''I-iyah''kata gadis itu mendaratkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di ruangan Zanden.


Zanden terdiam memperhatikan gadis di hadapannya yang ketakutan terhadapnya.


''Ada apa kesini''ujar Zanden dengan tatapan tajamnya.


''I-ini tuan''ujar Misyah menyodorkan rantang yang di bawanya tadi di mansion.


''Tadi Misyah membuatnya berlebih jadi buat tuan sebagian''ujar Misyah menunduk kembali karena tidak berani menatap pria di hadapannya terlalu lama.

__ADS_1


__ADS_2