Perasa

Perasa
PART 12


__ADS_3

Semua yang ada di kelas terlihat cengo saat melihat senyumnya.


''Haiii Misyahh salam kenal juga yah kenalin gue Auren semoga lo betah menempuh pendidikan disini''ujar Auren dengan gaya tomboynya sambil mengupil tidak tau tempat.


''Aurennnn''teriak Pak Pinji saat melihat tingkah Auren yang jorok didalam kelasnya sedangkan Auren terkagetkan dengan teriakan Pak pinji.


Pelajaran pun telah usai.


****


''Cepet jalannya''ujar Zanden menarik Misyah dari lingkungan universitas menuju mobilnya yang terparkir.


Tidak lama mobilpun melaju dengan kecepatan sedang.


Zanden mendelik kearah Misyah yang dari tadi mengusap tangannya.


''Kenapa?''tanya Zanden.


''Ng-ngak apa-apa tuan''bohong Misyah.


''Sini tangan nya''ujar Zanden melihat tangan Misyah sesudah menepikan.mobilnya di pinggir jalan.


''Sakit?''tanya Zanden.


''Udah ngak tuan''kata Misyah dengan.yakin.


''Yah''ujar Zanden dingin tanpa berkata apa-apa lagi.


/Di Mansion Zanden/

__ADS_1


Disore hari Zanden melewati dapur hanya sekedar untuk mengambil air minum karena dirinya sudah jogging di sore itu.


Tetapi di area dapur ada Misyah yang sedang membantu para bibi yang sedang memasak.


Zanden pun hanya melihat sekilas tanpa dirinya sadari senyum terbit di bibirnya pun terbit.


/Malam Pun Tiba/


''Buka''ujar Zanden mengentuk pintu kamar Misyah.


Ceklek


Muncul lah Misyah dari balik pintu.


''Ada apa tuan''tanya Misyah lembut.


''Ayo ikut''ujar Zanden yang membawa Misyah begitu saja.


****


Mall yang menjulang tinggi dihadapan Misyah setelah sampai di tempat tujuan yang Zanden tentukan itupun dengan ajakan secara paksa.


Zanden dan Misyah pun masuk kedalam Mall


''Tuan''panggil Misyah.


''Pilihlah apa yang kau mau sana?''suruh Zanden.


''Tapi_''ujar Misyah terpotong.

__ADS_1


''Cepat atau saya akan meninggalkan kamu sendirian disini''ujar Zanden dengan tatapan tajamnya pada Misyah.


''Ba-baik tuan''ujar Misyah


Dengan cepat Misyah melihat lihat sekitar mall tanpa berniat membeli apapun pikirnya mau beli apa juga takut nanti Zanden marah padanya jika membeli barang sembarangan tanpa seizinnya dan begitulah pikir Misyah.


Brakkk


''Awww hih lo gak liat ya ada gue disini''sentak seorang gadis seusianya


''Maaf Kak aku gak sengaja''ujar Misyah.


''Yah pake mata dan kaki dong, liat dan perhatikan jalannya gimna sih lo ituh''crocos gadis seusianya.


Gadis yang ditabrak Misyah pun mendongakkan wajahnya dan melihat siapa yang telah menabraknya.


''Lo, lo Misyah kan?''tanya gadis itu yang tak lain dia Auren teman kuliahnya.


''Iyah kamu gak apa-apa kan? maafin aku ya aku gk sengaja''ujar Misyah merasa bersalah karena sudah membuat belanjaan Auren berserakan karena kantong keresknya bolong.


''It's okei nanti gue bisa minta lagi sama kasir disana''tunjuk Auren pada seorang kasir yang sedang melayani setiap pembeli yang ingin membayar belanjaannya.


Misyah pun mengangguk lalu tersenyum.


Auren dan Misyah pun jalan bersama dengan saling tertawa lepas karena kekonyolannya masing-masing.


''Coba lo liat tadi, masa tuh bocah giwing adek nya lalu tuh bocah di masukin kedalam keranjang ahaha parah banget gak si''ujar Auren.


''Aduh iyah bener sampai aku gk bisa nahan tawa gini liatnya mana kesian juga anak tadi sekarang gimana nasibnya yah''ujar Misyah dengan tawa lepasnya.

__ADS_1


''Ahahaaha tenang tadi gue liat dia sama orang tuanya kok, tapi kalau pun gak ada orang tuanya bisa-bisa tuh anak di masukin dalam kardus lalu dipaketin sama kakanya ahaha''ujar Auren namun tawanya lepas saat salah satu suara menghentikanya.


__ADS_2