
''Gadis yang sangat cerewet''
@Arsya Resto
Misyah tidur di tempatkan di bagian pojok kamar para asisten rumah tangga. Namun meski begitu Misyah sangat mengsyukurinya setidaknya ada tempat untuk berteduh setelah mansion kedua orang tuanya di jual semua karena banyak terlilit hutang.
/Pagi Hari/
Hidangan di pagi itu sangat terlihat mengiurkan dimana semuanya sudah tertata rapi di atas meja makan.
Zanden turun dari tangga dengan penampilan yang sangat sempurna atau bisa di katakan sangat tampan sekali.
Seorang gadis dari arah meja makan hanya cengo melihat pria di hadapannya.
''Heh liat apa kamu?''tanya Zanden pada Misyah yang berada di hadapannya yang terus menatapnya.
''Kamu tuli yah''sentak Zanden kesal karena tidak mendapat jawaban dari gadis di hadapannya.
''Bukan tuli tuan''ujar Misyah polos.
''Lalu apa yang kau lihat hah''sentak Zanden sedikit meninggikan nada bicaranya.
__ADS_1
''Di hadapan saya ada ciptaan tuhan yang sangat sempurna. Namun di baliknya dia sangat kejam''gumam kecil Misyah dengan suara yang tidak terlalu terdengar oleh Zanden.
''Dasar gadis aneh''umpat Zanden merasa kesal lalu mendudukkan bokongnya di kursi. Dengan segera menyantap makanan yang ada di hadapannya.
Disaat memakan makanannya Zanden melirik kearah Misyah yang terus berdiri.
''Duduk''suruh Zanden marah.
Misyah pun mengangguk menuruti dan duduk berhadapan dengan Zanden.
''Usia kamu berapa tahun sekarang?''tanya Zanden melirik Misyah.
''19 tahun tu-tuan''ujar Misyah gugup karena merasa di perhatikan juga oleh pria di hadapannya.
''Mau kuliah?''tanya Zanden dingin.
''A-apa tuan?''ujar Misyah gugup.
''Kamu beneran tuli yah saya tidak suka ucapan saya di ulangi lagi dan dengar baik-baik sekali lagi''ucap Zanden tegas dan merasa kesal juga.
''Mau kuliah?''tanya ulang Zanden.
__ADS_1
''Emm ti-tidak tuan''ujar Misyah takut-takut dan sebanarnya Misyah tadi sedikit terkejut atas penawaran Zanden yang pertama dilontarkan maka dari itu Misyah sempat bertanya kembali pada Zanden karena takut salah dengar apa yang Misyah dengar.
''Besok saya daftarkan dan tidak ada penolakan''tekan Zanden lalu beranjak dari duduknya.
Misyah pun hanya cengo melihat Zanden yang pagi ini sedikit aneh terhadapnya dan tidak biasanya menawarkan sesuatu. Apalagi ini menyangkut impiannya yang ingin berkuliah.Pikirnya tau dari mana pria itu sampai berniat ingin menguliahkannya.
Dreetttttt Dreettt
''Hallo tuan''ujar orang di serbang sana.
...........
''Baik tuan akan segera saya kerjakan''ujar orang di serbang sana.
..........
''Ma-maaf tuan saya akan segera melakukan tugas yang tuan mau''ujar orang di serbang sana setelah tlpon itu tidak tersambung lagi.
Orang di serbang sana yang tak lain sang asisten Arsya mengerutu kesal karena di pagi hari yang waktunya mengistirahatkan tubuhnya karena pulang kerja larut begitu malam. Sekarang harus di tugaskan oleh sang tuan untuk mengerjakan sesuatu.
Di dalam perjalanan Arsya terus saja menyumpah serapahi tuannya yang sangat menyebalkan di pagi ini. Tanpa memperhatikan jalan hampir saja Arsya menabrak seorang pedagang dengan segera Arsya keluar dari mobil dan melihat seorang wanita paruh baya yang hampir Arsya tabrak. Arsya pun merasa terkagetkan tidak lama teriakan dari arah belakang membuyarkan keterkejutannya.
__ADS_1
''Heh anda mau menabrak Ibu saya yah?''tanya gadis di hadapannya yang terlihat sangat cantik dengan penampilan sederhanannya.