
Aluna pun naik keatas menuju kamar Bu Irma.
Rio menatap kepergian Aluna yang mempunyai sikap dingin seperti dirinya.
tak lama Raffi pun datang kemudian menepuk pundak pria itu hingga terkejut apa yang kamu lihat tanyanya.
tidak ada...,ayo kita ke ruang kerja ajak Rio.
tak lama bi isa pun memanggil mereka untuk makan malam karena leon juga Bella telah menunggunya.
Raffi pun membantu Rio pergi ke meja makan untuk bergabung bersama leon dan Bella.
Tak lama Aluna pun datang dia mengambilkan makan malam buat bu Irma kemudian membawanya ke kamar atas, gadis itu hanya mengangguk kepalanya tanda menyapa orang orang yang berada di meja makan.
kita punya kembaran rio yang mempunyai sikap dingin seperti itu namun jika di perhatikan Aluna walau bertubuh gemuk tetap cantik ucap Raffi sambil tertawa.
__ADS_1
Bella langsung melempar Raffi dengan buah jeruk sementara leon hanya tertawa karena tau sifat Raffi yang konyol.
sudah hampir 2 Minggu lulu bekerja disana gadis itu bicara seperlunya bahkan jika sedang senggang dia hanya duduk di taman atau diam di kamar menyendiri.
Rio yang diam diam memperhatikan luna terkadang timbul pertanyaan di hatinya apa gadis itu sama sepertiku terkadang gadis itu sering menatap matahari terbit juga tenggelam dia menekan perasaan nya .
malam itu Rio sedang mengerjakan pekerjaan kantor di ruang seketika dia merasakan haus dia pun mencoba mengambang segelas air minum namun dia kehilangan keseimbangan hingga dia terjatuh bahkan gelas yang dia coba ambil pun terjatuh bersama dengan nya sehingga melukai tangannya.
lulu yang saat itu sedang berada di ruang tamu karena dia tidak bisa tidur dia menatap bintang bintang di dekat jendela mendengar ada suara gelas pecah bahkan ruang kerja masih menyala lampunya dia berlari menuju ruangan itu.
lulu terdiam melihat pria tak berdaya itu mencoba untuk bangun sudah lama luna menunggu pria itu yang berulang kali mencoba untuk bangun namun tetap saja tidak bisa.
luna mengulurkan tangannya lalu berkata terkadang rasa egois didalam dirimu harus sedikit di kurangi siapa yang kasihan pada pria sombong seperti mu jika kamu tidak ingin dikasihani juga tidak menyusahkan orang maka berjuanglah untuk bisa berdiri sendiri.
Rio menatap Aluna yang tanpa ekspresi wajahnya begitu dingin .karena Rio hanya menatapnya Aluna pun menarik tangan pria itu dan langsung membantunya duduk kemudian membersihkan bekas gelas yang jatuh bahkan tangannya pun ikut terluka terkena pecahan gelas itu .
__ADS_1
setelah selesai Aluna pun mengambil kontak obat dan mengobati luka Rio walaupun pemuda itu menolak nya namun Aluna tetap mengobatinya ,pria itu hanya bisa merengek merasa sakit namun aluna tidak banyak bicara dia terus mengobati pria itu sampai selesai.
Aluna itu namamu ternyata kamu begitu dingin bahkan kata kata yang keluar dari mulut mu itu setajam pisau pantas kamu jarang bicara ucap Rio.
pak Rio apa ada sudah selesai bicara walaupun dingin tapi aku tak sekeras kepala anda jawab Aluna .
Rio tersenyum karena baru kali ini ada gadis yang berani bicara seperti itu padanya.
panggil aku Rio jangan panggil bapak aku terkesan tua umurku baru 24 tahun berapa umurmu tanya rio.
aku baru 20 tahun jawab Aluna apa anda akan memberikan hadiah setelah mengetahui umurku.
Rio kembali tersenyum kamu orang pertama yang meminta hadiah ketika aku bertanya soal usiamu ,kamu masih kuliah tanyanya.
ya ...aku memasuki akhir semester dan sebentar lagi aku mau wisuda jawab luna.
__ADS_1
rio terdiam lalu berkata usia semuda ini sudah mau menyelesaikan kuliah kamu pasti termasuk mahasiswa terbaik .