Perjalanan Cinta Aluna

Perjalanan Cinta Aluna
calon menantu keluarga Mahendra


__ADS_3

Tak terasa waktu pun sudah masuk jam makan malam mereka pun kemudian berkumpul di meja makan sementara Aluna mempersiapkan makanan sehat buat bu Nania kemudian menyajikan nya pada bu Nania .


Lusy pun duduk di samping satria sementara Azis di samping Bu Nania dan Pak Bramono di kursi utama.


Aluna pun mundur dan berdiri di dekat bi ina.


suster Aluna kamu ikut makan bersama kami kamu bisa duduk di samping Azis ucap pak Bramono.


tidak ...pak terimakasih silahkan anda melanjutkan makan ucap Aluna.


kenapa kamu tidak mau dekat Azis apa kamu sudah punya pacar takut pacar mu cemburu tanya pak Bramono.


Ayah suster Aluna sudah bertunangan dengan Rio Mahendra jawab Lusy.


seketika pak Bramono terkejut lalu tertawa pantas saja kamu tidak mau didekat Azis ternyata kamu calon menantunya Irma wanita itu memang pintar memilih menantu pantas saja ketika bertemu tempo hari dia bangga bercerita tentang calon menantunya juga memujinya.

__ADS_1


ternyata itu kamu suster Aluna ternyata benar kamu sangat cantik bahkan pintar merawat nya saat sakit juga bukankah kamu juga merawat calon suamimu yang lumpuh kini bisa berjalan kembali , tadinya jika kamu belum punya tunangan aku akan melamar mu buat Azis namun sekarang aku tidak berani jika irma lawan ku ucap pak Bramono.


seketika Azis tersedak sedangkan bu Nania terdiam ,lusy tersenyum dan Satria menatap ke arah Aluna ada perasaan tidak suka dihatinya mendengar ucapan itu sementara Aluna cuma tersenyum getir.


Satria pun berdiri kemudian berkata aku sudah kenyang dan ada email yang harus aku kirimkan segera.


Bu Nania dan Azis menatap Satria yang terlihat Aneh.


bi ina mungkin suster Aluna tidak nyaman makan disini bawa dia makan di dapur sekalian temani dia makan ucap bu Nania.


Aluna pun kemudian pergi kebelakang bersama bi ina kemudian duduk di meja makan yang berada di dapur.


bi ina mempersiapkan menu makan malam buat Aluna namun gadis cantik itu berkata bibi aku makan sayuran saja aku sedang diet jadi tidak makan daging.


bibi aku ingin makan di luar sana ucap Aluna sambil membawa piring makanan nya dan duduk di taman yang berada di dapur itu.

__ADS_1


Aluna makan sambil menatap langit yang penuh dengan bintang bintang.


Satria pun pergi ke dapur untuk menyuruh bi ina membuatkan kopi namun dia melihat Aluna yang sedang duduk menatap ke arah langit dia terdiam seketika ada bayangan yang aneh di ingatan nya dia teringat sesuatu saat melihat gadis itu menatap ke langit bahkan terdengar ucap seseorang kakak bukankah itu indah.


namun bi ina mengejutkannya dan bertanya tuan muda perlu apa ...?


buat kan aku jus semangka dan air jeruk hangat buat lulu jawab Satria.


bi mana suster Aluna tanya Azis yang baru datang melihat satria yang berada disana Azis cuma terdiam.


Disana tuan ... sedang mencari angin segar makannya irit cuma sayuran sama ketang saja jawab bi ina.


Azis pun pergi menghampiri Aluna sambil bertanya apa yang kamu lihat .


Aluna terkejut kemudian menatap Azis dan tersenyum bintang kak Azis bukankah sangat indah.

__ADS_1


mendengar ucapan Aluna seperti itu seketika Satria menjatuhkan gelas yang berisi jus semangka kemudian menatap lekat pada Aluna kata kata itu yang tadi terngiang-ngiang di pikiran nya.


__ADS_2