
Satria pun hanya terdiam mendengar ucapan itu namun entah mengapa hatinya pun ada perasaan senang yang sulit diartikan.
Aluna pun datang dengan membawa kotak obat kemudian dia menghampiri Satria dan berkata ayo kakak kita mulai.
Satria pun menatap ke arah Aluna dan terkejut saat Aluna berkata kakak padanya.
Aluna pun memakai sarung tangan kemudian berkata kembali kak Ary rileks jangan tegang.
Satria kembali terkejut namun dia tidak bicara apapun .Aluna terus tersenyum dan berbicara lain kali kakak harus lebih hati-hati bukan kepala kakak sudah terluka parah ,kakak harus bisa menjaga kesehatan kakak lebih baik lagi .
__ADS_1
Gadis itu terlihat banyak bicara tidak seperti biasanya ,Aluna pun telah selesai kemudian dia memasangkan plester dan berkata kak Ary sudah selesai Aluna pun merapikan rambut Satria,pria itu terus menatap tajam ke Arah Aluna tanpa menjawab timbul keyakinan Aluna mengenalnya bahkan hubungan antara mereka tidak biasa siapa gadis ini timbul kehangatan di hatinya yang besar bahkan senyuman gadis itu menghilangkan kesepian yang selalu dia rasakan.
Satria pun memegang tangan Aluna seketika gadis itu tersadar dan terkejut bahkan tubuhnya bergetar hebat dia menarik tangannya lalu berkata maaf....maaf pak satria saya salah dengan perasaan hati yang takut bahkan Aluna meremas tangan nya dia benar benar keceplosan.
Bi ina yang memperhatikan mereka berdua cuma tersenyum sementara satria bertanya siapa kamu, apa kita pernah saling mengenal sambil memegang kembali tangan Aluna.
bi ina terkejut dengan pertanyaan Satria.
Aluna Rianti kamu tidak usah segugup itu apa seperti aku telah berbuat jahat padamu atau pernah mencium mu saja tenang aku sudah punya tunangan aku tidak akan berbuat yang aneh aneh padamu ,kamu memang cantik dan pintar namun maaf aku tidak tergoda karena aku begitu mencintainya ucap satria sambil melepaskan tangan Aluna.
__ADS_1
gadis itu kemudian mundur spontan beberapa langkah hingga dia akan terjatuh karena kaget.
namun Satria repleks kembali menarik tangan Aluna agar tidak terjatuh dengan kencang hingga mereka berpelukan,saat mereka berpelukan itu kedua hati mereka bergetar hebat bahkan kerinduan Aluna seketika hilang begitu pula satria perasaan hangat itu merasuki seluruh hatinya bahkan rasa rindu yang dia sendiri tidak tau seketika hilang .
Aluna kembali tersadar kemudian melepaskan pelukannya dan menundukkan kepalanya serta berkata maaf saya lancang namun Satria kembali menatap Aluna kemudian pergi meninggalkan Aluna tanpa bicara apapun.
Bi ina menatap Aluna dengan lekat terlihat tubuh gadis cantik itu bergetar hebat bahkan dia terlihat sangat gugup ,bi ina pun kemudian menghampiri Aluna dan menyuruhnya untuk duduk.
bi ina tersenyum dan memegang tangan Aluna tuan Satria memang seperti itu terlihat dingin namun dia baik hati juga gaya bicaranya yang menyinggung mu jangan di masukkan kedalam hati namun rasa perih akan ucapan satria padanya sungguh menusuk hatinya ketika dia bicara cinta pada lusy tak bisa dipungkiri hati gadis ini terluka namun dia mencoba menahan air matanya hingga dia menjawab tidak apa apa bi rasanya wajar pak satria bicara seperti itu bukankah itu menandakan dia sangat mencintai tunangannya,saya ingin keluar jalan jalan dulu di taman . kemudian Aluna pun pergi keluar.
__ADS_1
Satria duduk di tepi ranjangnya pria itu terus memikirkan kejadian yang tadi bersama Aluna pria itu berpikir keras dia menyadari ada yang tidak beres dengan gadis cantik itu dengannya bahkan saat mereka berpelukan ada ketenangan dihatinya dan perasaan ini adalah perasaan suka ucap Satria di hatinya.