
sekitaran 20 menit menunggu di kelas tiba-tiba salah satu teman lsyabel mengatakan "Dosen masuk siang katanya lagi ada rapat."
"lya sudalah kalau nga jadi masuk mendingan aku keluar jalan aja, dan langsung menoleh melihat lsyabel "Kamu mau ikut nga ???"
"Nga aku di kelas saja dulu tunggu Asifa."
"Ok deh kalau gitu," dan langsung berdiri pergi meningalkan lsysbel.
tidak lama kemudian lndry pun menghampiri lsyabel, " lsyabel kamu nga keluar ???"
"Nga lagi tunggu Asifa di kelas bawah, nanti kalau aku pergi kasihan dia sendiri."
"Oke, kalau gitu aku duluan yah mau jalan dulu."
"Oke-oke hati-hati di jalan."
lndry pun pergi meningalkan lsyabel menuju parkiran motor dan pergi meningalkan kampus, sedangkan lsyabel kembali ke tempat duduknya dan membuka leptopnya menonton filem Korea sambil menunggu Asifa datang."
tidak lama kemudian Asifa pun datang menghampiri lsyabel di dalam kelas.
"Isyabel kita keluar kelas dulu aku mau curhat sama kamu," dengan Waja dan mata merah lebab seperti habis menagis, lsyabel pun berdiri dan luar kelas bersama Asifa.
"Kamu mau bicara apa Asifa ???"
"Isyabel, kemarin mama ku marah-mara pas aku sama Yudha telfonan, mama ku langsung emosi melarang aku pacaran dan mengusir aku dari rumah baju ku di buang di hamburkan tenga jalan."
"Kok, bisa sih ???"
"Mama ku melarang aku pacaran dengan Yudha, katanya aku masi kulia, nga tau masak, nga tau diri katanya suda di kuliahin tapi pikirannya pacar-pacaran."
"Kan aku suda perna bilang kalau mama mu tau pasti akan marah sama kamu."
"lya sih, memang dari kecil makam ku tidak perna mengurus aku, dan yang selaluengurus aku adalah papa ku."
"Yang sabar yah Asifa, mungkin mama mu melakukan itu karena ada sebabnya."
"Iya ada sebabnya karena aku bukan anak kandung mereka aku hanya anak angkat mereka jadi mama ku selalu memperlakukan aku kasar sejak dari kecil sampai sekarang, mama ku tidak perna sayang sama aku yang sayang sama aku itu cuman papa ku."
"Mungkin juga karena itu sih, mama mu sering memperlakukan kamu kasar, tapi sebenarnya namanya anak angkat tetap kita harus sayangemeprlakukan seperti anak sendiri, kamu yang sabar saja, muda-mudahan mama mu segera sadar dan sayang sama kamu suatu saat nanti amiin.
"Amin, makasih yah lsyabel, setidaknya hati ku sekarang suda mulai tenang karena suda curhat sama kamu cuman, kamu memang sahabat terbaik aku yang aku punya."
__ADS_1
"Iya sama-sama, suda tidak usa sedih lagi kita pergi makan yuk."
"Iya suda ayo," dan mereka berdua pun berjalan menuju kantin sesampainya di kantin langsung pesan makanan dan makan.
"Eh lsyabel kamu masi ada mata kulia nga ???" tanya Asifa.
"Aku masi tunggu informasi sih dari teman-teman kulia kalau masi ada dosen masuk atau nga, tetam teman yang lain juga suda pada balik rumah, dan yang ngekos juga suda balik, kalau memang suda nga ada dosen lagi yang masuk aku suda mau pulang, kalau kamu sendiri masi ada dosen yang masuk nga ???"
"Suda nga ada lagi, tapi aku malas cepat pulang kalau cepat pulang, mama ku marah-marah lagi dan ngusir aku."
"Terus kamu mau kemana ???"
"Kita jalan-jalan yuk, habis itu baru pulang giman ???"
"Iya suda de aku ikut aja" ucap lsyabel sambil tersenyum.
mereka berdua pun menghabiskan makanannya setelah menghabiskan mereka berdua pun membayarnya setalah itu mereka pun berjalan menuju jalan raya menunggu angkot lewat tidak lama kemudian angkot pun datang dan mereka berdua pun naik angkot, sekitaran 20 menit sampai di toko dan mereka berdua pun turun dari angkot dan masuk kedalam toko baju.
"Eeeh Asifa kita ke toko baju mau ngapain ???"
"Aku mau beli baju, temani aku yah masuk kedalam."
"Iya aku temani, oh iya kamu banyak uang de kanyanya, dapat dari mana tuh ???"
"Yudha yang kasi kamu uang ???"
"Bukan Yudha tapi cowok lain."
"Haaaa, kamu punya pacar lagi selain Yudha ???"
"Ada cuman pacar nga serius gitu, cuman buat minta-minta uang aja."
"Waaaah, parah kamu Asifa, jadi kamu cuman manfaatkan uang mereka saja, astaga tega yah kamu."
"Aku juga nga minta kok, mereka sendiri yang kasih"
"Nga mungkin kan mereka kasih kalau kamu nga minta."
"Gini aku ceritain pacar aku nanya kamu suda makan sayang, aku bilang belum, orang tua ku kasi uang hanya untuk bayar angkot saja tapi kadang-kadang di kasih uang jajan juga, mereka langsung bilang mana nomor rekening mu, yah Tampa berfikir panjang aku langsung kasi, nga lama sekitaran 1 jam, pacar aku telfon lagi dia bilang suda cek ATM kamu sekarang aku suda kirim uang, dan rasanya seneng banget di kasi uang, gitu ceritanya lsyabel."
"Itu sama saja kamu meminta, tapi tidak meminta secara angsung hehehehe, Asifa, Asifa."
__ADS_1
"Hehehehe, tapi setidaknya saya kan tidak minta sama mereka kan, mereka sendiri yang kasi aku toh."
"Mmmhhhh iya sudalah terserah kamu, suda cepat sana pilih baju yang kamu suka, habis ini aku mau pulang."
"Iya, aku pilih baju, tapi kamu temani aku yah pilih yang mana ???"
"Mmmmmh Iya, aku temani."
Asifa pun memilih-milih baju yang mau di beli dan lsyabel pun menemaninya, tiba-tiba hp lsyabel berbunyi dan langsung mengangkatnya, "Haloy"
"Haloy lsyabel kamu lagi apa ???" tanya yang menelfon yang bernama Asep.
"Aku lagi temani teman ku beli baju, ada apa ???" tanya lsyabel balik.
"Malam ini kamu sibuk nga ???"
"Nga emang kenapa ???"
"Kita ketemuan yuk, kebetulan aku libur kerja hari ini."
"Iya boleh, ketemu di mana ???"
"Rumah mu di mana, nanti aku jemput di depan rumah mu saja ???"
"Oh iya boleh-boleh."
"Oke kalau gitu sampai ketemu sebentar malam yah daaaaah dan langsung mematikan hpnya, dan langsung menghampiri Asifa.
"Asifa, suda selesai belum pilih bajunya ???"
"Ini baru mau coba, emang ada apa ???"
"Aku mau cepat pulang kerumah nih."
"Iya tunggu, sabar dong habis aku coba baru bayar habis itu kita pulang oke, tumben aja ini anak cepat-cepat mau pulang ke rumah."
"Kan memang aku sering pulang cepat kalau suda pulang kampus."
"Mmmmh, tapi nga buru-buru juga."
"Suda sana cepat coba."
__ADS_1
"Iya-iya," ucap Asifa dan pergi mencoba bajunya, sedangkan lsyabel menunggu di luar tidak lama kemudian Asifa pun keluar.
"Bajunya pas banget aku mau bayar dulu bajunya, temani aku kedepan," ucap Asifa menyuruh Isyabel menemaninya dan mereka pun berjalan menuju kasir.