
Ibu Isyabel mengantar Isyabel ke sekolah Isyabel pun bertemu degan kepalah sekolah dan wali kelas, Isyabel pun berjalan masuk kelas dan memperkenalkan dirinya, lsyabel pun di persilakan duduk oleh wali kelas, Isyabel pun duduk dan saling mengenal degan teman-teman sekelasnya, tidak terasa waktu begitu berjalan dan umur Isyabel pun suda mencapai 10 tahun pada saat itu Isyabel kelas 5 SD.
saat Isyabel pulang sekolah ibu Syailah mendapat kabar bahwa ayah Rangga telah menikah lagi degan wanita lain, hati ibu Syailah pun tersa sangat sakit, seakan ditusuk pisau tajam dan ibu Syailah memutuskan untuk balik menemui ayah Rangga namun tidak membawah lsyabel dan saudara laki-laki Isyabel, dan ahirnya Isyabel dan saudara laki-lakinya dititip degan nenek.
dan tibalah waktunya ibu Syailah pergi. "Ibu pergi dulu, ibu pasti kembali jaga kesehatan, belajar sunggu-sunggu supaya menjadi anak pintar degarkan kata kata nenek mu, nurut sama kakak mu," ucap lbu Syailah sambil memeluk lsyabel.
dan Ahirya ibu pun pergi meningalkan Isyabel degan kakaknya, hari-hari hidup lsyabrel tersa sangat menyedihkan, nenek lsyabel tidak menyukai lsyabel dan kakaknya, Isyabel pun hidup menderita penuh dengan caci maki, dari tante-tenya dan om-om nya bahkan Isyabel pun perna disuruh pergi dari rumah namun Isyabel pun tetap bertahan karena dia tau mau kemana kalau dia keluar dari rumah itu.
"Eeehh Isyabel anak nakal kamu ini anak tidak berguna orang tuamu saja belum datang-datang menjemput mu karena kamu terlalu nakalnakal," ucap nenek lsyabel.
Isyabel pun hanya bisa menagis setiap hari berharap ibunya segerah datang, namun ibu lsyabel pun tidak ada kabar dan tidak tau sampai kapan akan datang.
pada suatu hari sepupu laki-laki lsyabel mencuri uang nenek lsyabel, nenek lsyabel pun sangat marah dan menuduh Isyabel dan kakaknya mengambil, nenek pun menghampiri lsyabeldan mengatakan,
"Heiy lsyabel kamu yang mencuri uang ku kan siapa lagi kalau bukan kamu kebalikan uang nenek."
"Aku tidak mengambil uang nenek, sunggu nek bukan aku yang mengambil uang nenek," ucap Isyabel."
"Terus kalau bukan kamu pasti kakak kamu yang mengambil kan ???" tanya nenek.
"Bukan aku nenek yang mengambil uang nenek, ucap kakak isyabel."
"Kalau bukan kamu sama kakak mu siapa lagi yang mencuri, cuman kamu saja anak yang paling miskin."
__ADS_1
Isyabel pun hanya bisa menagis meratapi nasibnya, dan yang paling parah lagi kakek Isyabel pun sangat kasar kalau memukul tidak mengangap anak-anak jika kakek memukul bisa bisa tidak bisa jalan dan bisa mengakibatkan patah tulang.
untung saja kakek tidak ada, dia lagi ke kebun mengurus kebun, dan pulang nanti pada saat suda sore, dan tiba waktunya kakek datang dan sepupu Isyabel pun suda pulang bermain nenek pun mengatakan kepada kakek bahwa nenek kehilangan uang, kakek pun sangat marah, nenek menuduh Isyabel dan kakaknya mengambil namun kakek tetap bersifat adil kepada cucu-cucunya, kakek pun menanyakan ke sepupu Isyabel yang bernama Afah.
"Afah, kamu yang ambil uang nenek mu di dompet ???" tanya kakek.
"lya kek, Afah yang ambil, Afah pake jajan dan teraktir teman teman sekolah Afah."
seketikah kakek langsung marah dan memukuli Afah habis habisan dan hampir membunuh Afah, nenek pun lari menolong Afah dan mengatakan, "Kalau Afah yang ambil tidak apa-apa biarkan saja, mungkin Afah lupa bilang sama nenek.
nenek memang pilih kasih sama cucunya, nenek lebi suka sama cucunya Afah karena orang tua Afah sering datang memberikan uang dan makanan, orang tua Afah adalah anak terakhir, dan tingal sama mertuanya, sedangkan Afah tingal sama neneknya karena nenek sangat sayang sama Afah.
kalau habis pikir Isyabel juga cucunya karena ibu Isyabel adalah anak kedua, ibu Isyabel memiliki saudara kembar yang tingal di luar kota, setiap hari Isyabel selalu mendapat perlakuan tidak enak dari nenek lsyabel, namun berbedah degan kakek Isyabel yang agak lebi baik dari pada nenek lsyabel.
setiap hari Isyabel hanya bisa berdoa berharap ibu Isyabel akan segera datang dan membawanya pergi dari rumah ini, tidak terasa waktu terus berjalan hari demi hari Isyabel menjalani hidupnya, pada suatu hari lsyabel baru pulang sekolah bersama kakaknya Isyabel kaget melihat begitu ramai di dalam rumah.
"Kamu lsyabel kan ???" tanya Tante
"lya Tante saya lsyabel."
"Kamu Andika, kan ???" tanya Tante Isyabel lagi dan melihat kakak Andika.
"lya Tante saya Andika."
__ADS_1
"Kalian berdua ikut Tante ya, pergi ke rumah Tante ???"
"Iya Tante," ucap Isyabel.
"Iya Tante," ucap Andika.
setelah keduanya setuju Tante Isyabel pun meminta ijin kepada nenek untuk membawah kedua keponakanya ikut deganya pergi ke kota, setelah nenek menyetujuinya Tante pun membawahnya pergi menuju rumahnya, Isyabel tidak menyangka kalau rumah Tante sangatlah jauh naik mobil selama 4 hari perjalan, lsyabel pun berfikir didalam mobil.
"Aku mau di bawah kemana, kenapa sangat jauh perjalanan bagaiman aku bisa bertemu degan ibu nanti, kalau ibu datang dan menemui ku di rumah nenek sedangkan aku ikut kerumah Tante, apa ibu tau rumah Tante, sudalah aku yakin ibu pasti mencari ku di manapun aku berada," seruh lsyabel dalam hati.
tidak terasa sampailah di rumah Tante, Isyabel dan kakak pun masuk kedalam rumah Tante dan melihat-lihat keadaan rumah Tante, dan ternyata rumah Tante lebi bagus dari rumah nenek.
"Kalian istirahat saja dulu pasti cape kan perjalanan jauh ???"
"lya Tante," ucap Andika.
Tante pun menunjukan kamar mereka masing-masing Andaikan pun masuk kekamarnya, dan Isyabel pun masuk kamar yang bersebelahan dengan kamar Andika dan langsung istrihat karna suda merasa sangat kelelahan,
tidak terasa waktu terus berputar dan lsyabel pun suda beranjak dewasa dan suda berumur 17 tahun dan baru saja lulus SMA, saat Isyabel duduk di kursi sambil melihat-lihat brosur kampus, lsyabel pun belum menentukan pilihannya dia pun masi bingung untuk memilih kampus dan jurusan dan ahirya Isyabel pun keluar dari rumah dan pergi menuju pantai untuk merenungkan dirinya, disana iya duduk sambil berbicara,
"Aku masi bingung untuk memilih kampus yang tepat."
setelah dari pantai Isyabel pun pergi jalan-jalan di tempat lain setelah merasa bosan jalan-jalan ahirya dia pergi ke kampus-kampus yang iya ketahui untuk menentukan pilihannya.
__ADS_1
setelah mendatangi semua kampus ahirnya lsyabel menentukan pilihannya untuk kulia, dan lsyabel pun memutuskan untuk balik ke rumah lsyabel pun berjalan pulang dan tampa di sengaja dia bertemu degan Pria yang iya kenal degan baik, Pria itu pun tersenyum melihat lsyabel dan Isyabel pun tersenyum melihatnya,
namun lsyabel hanya terus berjalan tanpa menghiraukan Pria tadi, karna di dalam pikiran lsyabel belum ada ke inginan untuk pacaran jadi dia lebi suka sendiri dan kumpul bersama sahabatnya, belum ada di dalam benaknya untuk pacaran.