Perjalanan Cinta Ke Masa Depan

Perjalanan Cinta Ke Masa Depan
Episode 10


__ADS_3

"AAAHHH......."


Pagi sekali dokter Chen sudah membuat Araa terkejut.bagaimana gak? ketika Araa baru keluar dari kamar mandi dokter Chen sudah berdiri didepan pintu dengan melipat kedua tangan di dada.


"apa dokter gak ada kerjaan pagi ini? pagi-pagi sudah membuat orang takut saja"


Araa menutupi dadanya dengan kedua tangan.


"siapa suruh berlama-lama dikamar mandi?kamu mau demam lagi?"


Satu jam lebih Araa berada didalam kamar mandi.selama satu jam itu dokter Chen sudah melakukan banyak hal,memasak,bereskan tempat tidur dan menyapu lantai,entah apa saja yang dia lakukan didalam sana?


"kelihatannya aku harus segera mengganti sandi pintu"


"kenapa? bukankah ini rumahku?aku yang membayar rumah ini"


"hoho...rupanya dokter sudah mulai perhitungan? mungkin besok dokter akan menagih semua yang sudah dokter keluarkan untukku"


"apa kamu mencoba menggodaku?"


"apa maksud dokter?siapa yang menggoda?"


"kenapa masih belum pakai baju?kalau bukan menggoda apa namanya?"


"aaahh,dasar dokter mesum...."


Araa berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi dan memakai baju disana.


Senyum tipis tersimpul dibibirnya.


Hanya ketika bersama Araalah dokter Chen bisa tertawa bahagia, melupakan sejenak masalah dalam hidupnya.


"apa hari ini kamu kerja?"


"kalau gak kerja aku harus bayar hutangku dengan apa?"


"kalau begitu sarapan dulu"


Setelah menyiapkan sarapan dokter Chen masuk ke kamar mandi.


"apa di rumah gak ada air sampai numpang mandi disini?"


"memangnya setiap pagi kamu gak pernah menerima panggilan alam?"


"JANGAN LUPA SIRAM"


"YA BAWEL"


Semenjak Araa demam dokter Chen lebih sering datang dan membuatkan sarapan untuk Araa.perlakuan spesialnya untung gak membuat Araa memiliki perasaan apapun.


Kring Kring


"ADA TELEPON"


Teriak Araa dengan mulut penuh.


"ANGKAT SAJA"


"merepotkan sekali"


Dari layar ponsel terlihat nama "si angkuh" entah siapa orang dibalik nama itu.


"bagaimana dengan pemeriksaan rutin ayahku?apa semua baik-baik saja?"


Terdengar suara pria dari handphone dokter Chen.


"maaf dokter Chen sedang di kamar mandi,apa ada pesan?nanti aku sampaikan padanya"


"gak usah"


Tuut Tuut


Pria itu mematikan telepon tiba-tiba.


"gak sopan"


Mengawali pagi yang membuat Araa terkejut dan bikin emosi.

__ADS_1


"ayo aku antar ke tempat kerja"


"apa ini akan jadi hutang juga?"


"moodku cepat berubah"


"ok,baik.terimakasih sebelumnya kak dokter"


Araa bergegas meraih tasnya gak ingin membuat dokter Chen berubah pikiran,kapan lagi ada tumpangan gratis?


Mobil itu berhenti tepat didepan kedai dimana Araa bekerja.


"apa ini tempat kerjamu?"


"kalau mau mengejek tunggu aku pulang kerja"


"hahaha....dasar perasa"


Joon yang kebetulan sarapan di kedai itu melihat Araa yang baru saja turun dari mobil dokter Chen.


Tatapannya seakan gak senang.


"banyak waktu luang rupanya?"


Sindir Joon yang segera keluar dari kedai demi memergoki mereka berdua.


"Joon?sedang apa disini?"


Melihat Joon tiba-tiba tentu saja dokter Chen terkejut.


Bagaimana dia akan menjelaskan pada Joon yang selalu berprasangka buruk?


"apa aku harus buat laporan pada dokter kalau aku syuting di sekitar sini?"


Nada bicara Joon dingin.entah apa yang membuatnya gak senang pagi ini?


"semoga syutingmu lancar,aku permisi dulu"


"apa yang mengangkat teleponku wanita itu?kenapa mereka bersama?dari mana mereka?"


**


"apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku mau?"


"maaf boss,aku sudah mencari tau tentang wanita itu tapi hasilnya tetap sama.identitas wanita itu gak jelas selain data bahwa dia sudah meninggal dua puluh tahun lalu,data tentang kedua orang tuanya pun sama"


"bagaimana dengan mantan suaminya?"


"dia masih hidup dan memiliki keluarga,wanita yang dia nikahi adalah orang ketiga yang sudah membuat rumah tangganya hancur.walaupun bukti menunjukkan bahwa istrinya meninggal karena jatuh dari tangga tapi dengan susah payah kami menemukan cctv dari sebuah rumah yang ada di seberang, rekaman itu menunjukkan bahwa dia sengaja mendorong istrinya hingga terbentur sudut meja"


"kerja bagus, temukan dia"


"tapi boss,dia mungkin sudah tua apa yang akan boss lakukan padanya?"


"hanya ingin penjelasan"


"baik boss"


**


Hari yang sangat melelahkan.


Seperti biasa Araa berjalan sendirian menyusuri trotoar jalan.


Menikmati keheningan jalan yang biasanya sangat sibuk dengan kendaraan dan orang yang berlalu-lalang di siang hari.


"sebenarnya apa yang terjadi?kenapa tiba-tiba aku ada dirumah Joon waktu itu?"


Ketika semua orang kebingungan Araa justru belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


Kring Kring


"dokter mesum ini,kenapa dia meneleponku malam-malam begini?"


Araa menghiraukan panggilan masuk di handphonenya dan terus berjalan.


Berkali-kali handphonenya berdering dari dokter Chen tapi Araa terus menghiraukannya.

__ADS_1


"apa kamu tuli?"


Tiba-tiba dokter Chen ada dibelakang Araa.


"haiiss...apa hobi dokter mengejutkan orang?"


"siapa suruh teleponku diabaikan?ayo"


Dokter Chen menarik tangan Araa masuk kedalam mobil.


"mau kemana?"


"ikuti saja"


Mobil itu melaju melewati jalan yang Araa lewati tadi,lalu melewati kedai tempat kerja Araa begitu saja.


"kita mau kemana dok?apa dokter mau menculikku?"


"yang benar saja?apa untungnya menculik kamu?siapa yang akan menebusnya?"


"ucapan dokter terlalu kasar pada pasien"


Araa hanya menuruti dan duduk diam.


Hingga mobil itu berhenti diparkiran sebuah cafe.


"ayo turun"


"gak mau,katakan dulu dokter mau ngapain?"


"malam ini aku berulang tahun,aku hanya gak punya teman untuk diajak minum"


"ulang tahun?benarkah?kenapa gak bilang dari tadi ayo kita minum"


Dengan semangat Araa turun dari mobil dan mengikuti dokter Chen masuk kedalam cafe.


Meja yang ada di pojok menjadi pilihan mereka.lalu memesan Anju.


"bersulang...."


Tiba-tiba dokter Chen merampas sloki Araa menggantinya dengan gelas kosong lalu menuang jus jeruk.


"aku gak nyuruh kamu minum"


"aku mau minum dok"


"kamu baru sembuh dari demam"


"pelit"


"terserah"


Malam semakin larut, beberapa botol kosong Soju berjejer diatas meja.


Tapi dokter Chen masih terlihat baik-baik saja,gak ada tanda-tanda kalau dia mabuk.


"ulang tahun keberapa?"


"dua puluh tujuh,oh ya... sebenernya ada yang ingin aku tanyakan padamu?"


"apa?"


"siapa namamu Sebenarnya?"


"haiiss, pertanyaan itu lagi.bukankah aku sudah menjawabnya dengan jelas?"


"kamu bisa mencari nama lain selain itu,lagian aku gak perduli apakah nama itu adalah namamu yang sebenarnya atau mencoba untuk berbohong.apa kamu mencoba menghindar dari penagihan hutang?"


"semakin lama dokter Chen semakin berani,apa aku terlalu memberi hati?"


"dengarkan aku nona Nim Araa Shim.aku tau nama yang kamu pakai sekarang adalah milik orang lain dan kamu bisa masuk penjara karena sudah menyalah gunakan nama orang yang sudah meninggal"


"hah....dokter sudah keterlaluan,aku mau pulang"


Percakapan kali ini cukup membuat Araa kesal dan ingin mengakhirinya segera.


Selama dalam perjalanan mereka sama sekali gak berbicara satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2