Perjalanan Cinta Ke Masa Depan

Perjalanan Cinta Ke Masa Depan
Episode 3


__ADS_3

"tuan Ha wanita itu...."


"apa yang terjadi?"


Dokter Chen dan tuan Ha segera melihat keadaan wanita yang dia temukan dibelakang rumah anaknya.


"nona siapa namamu?"


Dengan pelan dokter Chen mencoba bertanya kembali.


"kenapa kamu menanyakan hal yang sama?namaku Araa,Min Araa Shim"


Dokter Chen segera membuka laptopnya dan mencari data diri dari wanita yang mengaku dirinya Min Araa Shim lalu menunjukkan layar laptopnya ke tuan Ha.


"apa ini?"


Melihat data diri dari wanita itu mata tuan Ha terbelalak seketika.


Di layar laptop tertera jelas bahwa Min Araa Shim sudah meninggal dunia dua puluh tahun lalu,rumah sakit mencatat tanggal,waktu dan tempat yang sangat jelas.penyebab kematiannya adalah karena insiden yang terjadi dirumahnya.


Rumah sakit yang mencatat kematian Araa adalah rumah sakit tempat dokter Chen bekerja sekarang.


Walaupun baru beberapa tahun dokter Chen bekerja tapi riwayat kematian dari pasien biasa seperti Araa tentu bisa diakses melalui akun rumah sakitnya.


"hei kamu...."


Araa melirik tuan Ha yang sudah berkacak pinggang dan raut wajah emosi.


"kamu pikir kamu bisa membohongi kami hah....katakan sebenarnya siapa kamu dan cepatlah pergi dari sini,kamu jangan membuat drama agar bisa tinggal dengan anakku"


"drama?apa maksud dari perkataan anda?namaku memang Araa,Min Araa Shim.lagian siapa juga yang ingin tinggal dengan anakmu?"


"dasar wanita gak tau diri, cepat laporkan dia ke polisi dan....."


"tunggu tuan Ha,bukankah anda bilang harus merahasiakan hal ini?"


Bisik dokter Chen yang berusaha mengingatkan.


"kamu benar,aku lupa.lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"aku akan coba bertanya sekali lagi padanya,lebih baik tuan Ha beristirahat biar aku yang tangani ini"


"baiklah aku percayakan dia padamu"


Perlahan Dokter Chen mendekat.


"apa yang kamu lakukan dibelakang rumah tuan Joon?dan rencana apa yang sedang kamu jalankan?"


"rencana?apa maksud kamu dok?dan lagi aku gak tau kenapa aku tiba-tiba ada dibelakang rumah ini, sungguh aku gak tau.jika kalian masih bertanya hal ini aku bisa gila"


"baik, maafkan aku tapi....."


Mengingat karakter Joon yang dingin terhadap wanita, membuatnya semakin takut.bagaimana jika Joon pulang dan mendapati wanita ini di rumahnya.


"bagaimana ini?"

__ADS_1


Gumam dokter Chen gak berdaya.


"dokter Chen tuan muda Joon sudah kembali"


"tuan muda Joon kembali,baguslah......APPAAA???"


Mendengar ucapan pelayan rumah,dokter Chen semakin gelisah.


Jadwal kedatangan Joon harusnya besok sore,kenapa hari ini dia pulang?


Dengan segera dokter pergi ke lantai bawah hendak menyambut kedatangan Joon, sayangnya tuan Ha ternyata sudah lebih dulu berada di bawah dan terlihat sedang menyapa Joon.


"Joon selamat datang kembali di rumah"


Dokter berusaha senyum semaksimal mungkin dihadapan Joon.


"dokter Chen?ada urusan apa dokter di rumahku?"


"aku....itu,aku pemeriksaan rutinan kesehatan tuan Ha"


"kenapa dirumahku?bukankah ayah juga punya rumah sendiri?"


"Joon,jangan pelit sama ayah sendiri.ayah ini sudah tua gak bisa tinggal sendirian di rumah.ayah memutuskan untuk tinggal disini sementara waktu untuk beberapa hari"


"apa??tinggal di sini?kenapa?apa ayah sedang menjalankan rencana licik?"


"HEII.... bagaimana mungkin kamu berpikir seperti itu,aku....tentu saja hanya ingin tinggal"


"terserah ayah,aku lelah mau istirahat dulu"


Dengan serempak tuan Ha dan dokter Chen mencegah Joon naik ke lantai atas.


"ada apa lagi?kenapa aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?"


Joon menarik kedua alisnya ke atas,menatap dua orang yang terlihat gugup.


"lebih baik makan dulu Joon,pelayan sudah menyiapkan makanan untukmu"


Melihat isyarat dari tuan Ha para pelayan segera menyiapkan makanan sisa tadi siang di meja.


Karena gak mengetahui akan kepulangan Joon tentu saja mereka gak memiliki persiapan apapun.


"pindahkan wanita itu ke kamar lain sebelum Joon masuk,cepat"


Bisik tuan Ha pada pelayan yang posisinya paling dekat dengannya.


Dengan segera dia berlari ke lantai atas dan memindahkan Araa dari kamar Joon.


Waktu itu pelayan menemukan Araa yang tergeletak di balkon kamar Joon, karena gugup dan takut pelayan terpaksa menidurkan Araa di tempat tidur milik Joon dan belum sempat memindahkannya karena Araa baru siuman hari ini.


**


Sedikit informasi tentang belakang kamar Joon.


Karena karakter Joon yang sangat mencintai kesendirian dalam damai,maka belakang kamar yang bisa dibilang cukup luas itu sengaja dia bangun layaknya taman pada umumnya yang memiliki tiga tingkat air terjun bersusun,yang paling atas tentunya yang paling tinggi.air terjun langsung jatuh kedalam kolam renang yang biasa Joon pakai untuk berendam ketika lelah, balkon kamarnya sendiri sengaja Joon bangun dari kayu jati agar lebih kokoh.

__ADS_1


Balkon dengan dua kursi rotan plastik dan meja rangka besi dengan alas tempered glass yang menghadap langsung ke air terjun.jika ingin berenang Joon tinggal loncat dari balkon kamarnya.kolam renang air terjun rancangan Joon langsung terhubung dibawah balkonnya sampai batas pintu kaca.


**


"aku gak lapar,apapun yang kalian lakukan aku ingatkan jangan macam-macam, mengerti?"


Joon gak perduli lagi dengan ucapan ayah beserta dokter Chen,yang Joon inginkan saat ini adalah tidur di ranjang nyamannya lalu mandi di kolam renang kesayangannya.


"kenapa kamu keluar dari kamarku?"


Seorang pelayan yang disuruh tuan Ha tersentak.


"ma-maaf tuan muda,aku...aku hanya membersihkan kamar"


"pergilah,aku mau istirahat dan jangan ada yang mengganggu"


"baik tuan muda"


Dengan cepat pelayan itu berlari menghampiri tuan Ha dan memberitahunya bahwa dia telah gagal membawa wanita itu keluar dari kamar Joon.


Wanita itu sulit untuk dibangunkan, seorang pelayan perempuan seperti dia juga gak cukup kuat untuk menggendong tubuhnya dan memindahkan ke kamar lain.


"tuan besar aku benar-benar minta maaf"


"bagaimana ini? celakalah kita"


Mereka hanya menunggu dibawah tangga.gak berani mendekati kamar Joon.


Joon yang tampak sangat lelah,membuka seluruh bajunya dan hanya mengenakan boxer ketat berwarna hitam.


Joon langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur, merilekskan seluruh tubuh dan pikirannya yang selama beberapa hari ini sudah bekerja sangat keras.


Senyaman apapun hotel yang mereka boking untuk Joon rasanya gak sebanding dengan kamarnya,berapa mahalpun hotel itu tetap saja kamarnya yang terbaik.


"haah.....lelahnya..."


Sebelum menutup kedua matanya,tangan Joon mencari guling yang biasa dia peluk ketika tidur.tapi.....


"apa ini?"


Gumamnya sambil terus meraba.


"nyaman sekali"


Sementara matanya sudah sangat lengket dan sulit untuk dibuka,tapi sesuatu yang ganjil baru saja dia sentuh.bukan guling atau selimut tapi lebih mirip.....


Joon terus meraba dan memastikan bahwa yang dia pegang adalah.....


"tunggu,kenapa??"


Mata Joon langsung terbuka lebar dan menoleh.


Benar saja,bukan guling yang Joon pegang tapi kedua dada wanita yang terbaring diatas tempat tidurnya.


"AARRGGHH.......AYAH.... DOKTER CHEN.....KALIAN....."

__ADS_1


__ADS_2