Perjalanan Cinta Ke Masa Depan

Perjalanan Cinta Ke Masa Depan
Episode 4


__ADS_3

"AARRGGHH.....AYAH....DOKTER CHEN..... KALIAN....."


Teriakan Joon gak hanya membuat semua orang takut tapi juga membangunkan Araa yang tadinya sangat sulit dibangunkan pelayan.


"siapa dia?"


Tanpa sadar Joon berlari keluar kamar hanya mengenakan boxernya.


Semua pelayan menutup mata dengan jemari yang renggang di wajah mereka.


Bagi para pelayan itu bentuk tubuh tuan muda mereka sangatlah atletis dan sangat sayang jika gak dilihat tapi mereka juga takut melihat kemarahan Joon yang meledak.


Selama ini selain pelayan yang dia tunjuk gak ada seorangpun yang boleh masuk.setelah kejadian fansnya yang membuatnya trauma.


"ayah,dokter chen.katakan padaku siapa dia?kenapa ada wanita di kamarku?KATAKAN..."


Dengan kedua tangan berkacak pinggang dan mata yang hampir keluar semua.


"tenang dulu Joon,ayah akan jelaskan"


"memang harus dijelaskan kalau gak aku akan usir kalian semua dari rumahku"


"tenanglah Joon,dia hanya wanita"


Hyeon mencoba menenangkan Joon dengan santai.


"tenang? bagaimana aku bisa tenang?dia....ayah apa ini rencana ayah agar aku mau menikahi wanita itu?"


Joon menunjuk ayahnya.


Mengingat rencana ayahnya yang sebelumnya gagal dan selalu ingin menjodohkan Joon belum lagi hanya ayahnyalah yang punya fasilitas penuh dalam rumahnya dan bisa mengendalikan seluruh pelayan dirumahnya.


"apanya yang rencanaku?ayah justru sedang mencari tau siapa wanita itu.dokter Chen coba jelaskan padanya"


"begini Joon,kemarin pelayan menemukan wanita itu di balkon kamarmu,pelayan pikir itu adalah mayat tapi rupanya dia masih hidup"


Dengan hati-hati dokter Chen mencoba menjelaskan.


"hah,balkon kamarku?bagaimana mungkin dia bisa ada di balkon kamarku jika gak ada orang yang memasukkannya?kalian jangan coba-coba membodohi aku"


"aku serius Joon,tanya saja pelayan yang kamu tugaskan membersihkan kamarmu"


Seorang pelayan kepercayaan yang sudah bekerja sejak Joon masih kecil menghampiri.


"mohon maaf tuan muda aku hanya bertugas membersihkan kamarmu,tapi ketika aku menyapu balkon ada wanita yang tergeletak disana,dia gak bergerak,aku pikir dia mati"


Joon sangat percaya pada Bu Kim,selama ini dia selalu menjaga Joon dan selalu berkata jujur juga gak pernah macam-macam.


"aku..."


Tiba-tiba Araa datang ditengah percakapan.tapi mendadak terdiam mematung ketika melihat Joon.


"hei katakan ada apa?"


bentak Joon gak senang.


"a-ku minta maaf dan aku sangat berterimakasih pada kalian karena sudah mengijinkanku tinggal dan beristirahat, terimakasih juga karena sudah merawatku"


Araa berusaha tenang dihadapan semua orang,bukan karena Joon adalah seorang artis terkenal,toh Araa benar-benar gak mengenalnya sebagai artis tapi sebagai sosok pria yang pernah dia gambarkan ketika mendapat tugas sekolah.


Ya,waktu itu wali kelasnya memberi tugas menggambar sosok pria yang akan menjadi suaminya kelak.


Dalam imajinasinya tiba-tiba muncul pria dengan gaya rambut yang rapih, bertubuh tinggi dengan otot kekar,hidung mancung dengan bibir yang tipis,bentuk wajah yang tirus dengan dagu cleft chin dan sorot mata tajam,alis tebal bulu mata lentik.persis pria yang ada didepannya ini.


Karakter pria yang ada dalam gambar Araa adalah sosok yang ramah, romantis dan sangat pengertian.

__ADS_1


"bagus kalau kamu sudah sadar,walaupun kamu adalah fans beratku tapi lebih baik kamu kembali ke tempatmu sebelum aku mengusirmu"


"apa?"


Araa terkejut melihat karakter pria imajinasinya ternyata sangat dingin dan kejam dalam berkata-kata.sangat berbeda jauh dari karakter pria impian.


"hah,jangan berpura-pura gak tau apalagi pura-pura hilang ingatan,kali ini aku gak akan bisa dibodohi sama fans seperti kamu"


Joon mendekatkan wajahnya,dengan penuh ancaman Joon menatap mata Araa tajam.


"fans?kenapa aku harus ngefans sama kamu?"


Dengan polos Araa bertanya dan pertanyaan Araa sontak membuat Joon dan yang ada dalam ruangan terkejut.


"hah,fans sekarang sungguh lebih pintar berakting daripada aktor itu sendiri, Hyeon antarkan dia pulang dan segera kembali"


"malam begini?"


"kenapa dia sangat kejam dan dingin?"


Araa bergumam,seakan gak percaya.


"apa kamu mau menunggu dia pulang tahun depan?"


"ok ok"


Mau gak mau Hyeon menarik tangan Araa keluar rumah.


Sebelum menjalankan mobilnya Hyeon bertanya pada Araa alamat lengkap rumahnya.


Araa berusaha mengingat alamat lengkap orang tuanya,baginya itu adalah tempat terbaik dia kembali daripada harus kembali ke rumah suaminya Jay,Araa gak mau sesuatu terjadi lagi padanya.


Dengan perlahan Hyeon menjalankan mobilnya menuju alamat yang Araa berikan.


"maaf atas sikap Joon, Sebenarnya dia orang yang baik tapi fans seperti kalian inilah yang membuat dia seperti itu"


Walaupun dia adalah pria impian Araa tapi karakternya membuat Araa mengubur dalam-dalam dan gak akan dia gali kembali.


"dia.....apa kamu benar-benar gak tau siapa dia?"


"kalaupun tau aku juga gak akan ngefans sama dia,pria yang gak punya hati nurani"


Kini Araa menyadari satu hal yaitu semua pria sama kejamnya di matanya.


"lalu bagaimana kamu bisa masuk kedalam rumah Joon?"


"aku juga gak tau, tiba-tiba aku ada disana.padahal....."


Araa terdiam.


"padahal??"


"sudahlah,lupakan"


Hyeon gak berani membuka mulut atau bertanya kembali.


Entah siapa yang harus Hyeon percayai,tapi dia juga sudah melihat kebohongan dari fans fanatiknya Joon selama ini jadi gak menutup kemungkinan wanita yang ada di sampingnya juga sedang menjalankan drama.


Mobil itu menyusuri beberapa gang dan sampailah mereka didepan sebuah rumah yang cukup besar.


"makasih sudah mengantarku"


"baiklah,aku permisi"


Setelah Hyeon pergi,Araa memencet bel berkali-kali hingga keluar seorang pria muda dari dalam sana.

__ADS_1


Seorang pria yang sangat asing bagi Araa, setahu Araa selama ini kedua orang tuanya hanya tinggal berdua,lalu siapa dia?


"cari siapa?"


Tanyanya santai dari balik pagar.


"aku,aku mencari pemilik rumah ini"


"aku pemilik rumah,kamu siapa?"


Araa tercengang mendengar pernyataan pria tersebut.


"jangan ngaku-ngaku,rumah ini adalah milik orang tuaku.cepat buka pagarnya"


Merasa gak nyaman dengan sikap Araa,pria tersebut langsung menelepon polisi karena khawatir wanita yang ada didepannya berniat buruk bahkan bergerombol untuk merampok rumahnya.


Gak butuh waktu lama mobil polisi tiba di lokasi kejadian dan segera menanyakan beberapa pertanyaan pada Araa.


"aku gak bohong,ini adalah rumah orang tuaku"


"nona,tolong jangan membuat ribut.ini sudah malam kami gak mau membuat warga sekitar bangun"


"aku yang harusnya bertanya siapa pria ini?kenapa dia ada di rumahku?"


"begini saja,nona silahkan ikut kami ke kantor polisi dan jelaskan disana,mari nona"


Dengan terpaksa Araa naik ke mobil patroli dan menuju ke kantor polisi.


Araa bersikukuh kalau rumah itu adalah rumah kedua orang tuanya.


Hingga membuat polisi merasa kesal.


"nona perlihatkan tanda pengenalmu"


"tanda pengenal?"


Araa mencari tanda pengenalnya di saku celana dan jaketnya.tapi gak ketemu.


"aku rasa aku meninggalkan tanda pengenal di rumah orang itu"


"kalau begitu siapa namamu?dan nama orang tuamu?"


Karena gak ada tanda pengenal polisi terpaksa mencari Araa di pencarian orang hilang dan data warga di komputer.


"namaku Min Araa Shim dan ayahku Min Hyuk Shim"


Pak polisi segera mencari nama Araa dan orang tuanya di komputer.


"apa ini?"


Ucapnya dengan raut wajah terkejut lalu menatap Araa yang berdiri didepannya.


Dia menunjukkan layar komputer ke rekannya dan rekannyapun menunjukkan raut wajah yang sama setelah melihat apa yang tertulis di komputer.


"nona mohon maaf kami akan menahanmu untuk malam ini"


"menahanku?kenapa?apa yang sudah aku lakukan?bukankah harusnya pria itu yang kalian tahan?"


Araa benar-benar gak mengerti dengan apa yang terjadi.dia merasa keadilan di negara ini sangat rumit.


Tanpa basa-basi polisi menyeret Araa kedalam sel.


Araa memang gak bersalah dalam hal ini hanya saja data yang Araa berikan pada polisi sangat gak masuk akal.


Min Araa Shim tercatat sudah meninggal dunia dua puluh tahun lalu dan Min Hyuk Shim juga tercatat sudah meninggal dunia lima belas tahun yang lalu bersama istrinya karena kecelakaan.

__ADS_1


Polisi gak mau Araa membuat onar di rumah itu kembali dan mengaku kalau dirinya adalah orang yang sudah meninggal.


Selama gak ada tanda pengenal dan orang yang menjamin dirinya maka Araa akan berada di sel untuk sementara waktu demi keamanan.


__ADS_2